Yang Muda Yang Berwirausaha

By | April 3, 2018

 

Sobat Nida… profesi sebagai wirausahawan selama ini belum begitu terlalu memikat generasi muda seperti kita. Iya, kan? Saat ditanya apa cita-cita kita, kebanyakan menjawab ingin jadi insinyur atau dokter. Jarang sekali yang sejak awal bercita-cita ingin menjadi seorang wirausahawan.

Kondisi ini disebabkan karena kancah wirausaha atau dunia bisnis masih jauh dari kehidupan remaja apalagi anak-anak. Kita tidak tahu atau belum tahu indahnya kancah wirausaha, sebab selama ini lingkungan yang ada memang kurang kondusif. Kita berangan-angan menjadi dokter atau insinyur, karena profesi tersebut dinilai sebagai profesi hebat dan menjanjikan imbalan finansial yang melimpah.Wajar saja jika generasi muda jarang sekali yang memiliki cita-cita akan terjun ke belantika wirausaha.

Padahal apabila kita tahu bagaimana indahnya berwirausaha, maka kita akan lebih memilih jadi wirausahawan dibanding menekuni profesi lain. Lebih lagi dalam kondisi ekonomi serba sulit seperti sekarang ini. Di saat kondisi ekonomi di negeri ini terpuruk, banyak profesi yang semula mampu mendatangkan finansial bagus ternyata dalam perkembangannya justru bagai telur di ujung tanduk. Sebab jadi karyawan di sebuah instansi, ternyata belakangan rawan terkena pemutusan hubungan kerja alias PHK.

Bahkan instansi yang selama ini masuk kategori “basah” karena gaji karyawannya rata-rata tinggi, yang semula dikira sangat mantap, juga tetap rentan PHK. Makanya, wirausaha lah satu-satunya profesi mandiri, yang tidak kenal terhadap ancaman PHK. Mereka yang terjun di sektor wirausaha, sepanjang mau untuk bisa menekuninya terus, tidak ada yang bisa menjatuhkan vonis PHK kecuali dirinya sendiri.

Sebab seorang wirausahawan bisa bertindak sebagai karyawan sekaligus manajer dan owner bagi usahanya, sehingga maju atau mundurnya usaha tersebut tergantung dari kesungguhan yang bersangkutan. Jika kancah bisnis tersebut dijalani dengan tekun, kerja keras, penuh semangat dan tidak mudah putus asa, niscaya usaha tersebut pasti akan meraih sukses.

Nah, setelah melihat prospek dunia wirausaha, maka sudah saatnya kita mulai melatih diri menjadi seorang wirausahawan. Jiwa entrepreneur perlu kita tanamkan sejak dini, agar kelak bisa menjadi wirausahawan yang andal. Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Pada usia 8 tahun, beliau sudah berkiprah menggembalakan kambing. Lepas dari profesi sebagai penggembala kambing, Nabi Muhammad lantas terjun sebagai pengusaha yang selalu jujur dan amanah. Bahkan pada saat usianya baru 12 tahun, beliau sudah mampu berdagang hingga ke manca Negara, yakni ke Syiria.

Yang paling penting, dalam berdagang Nabi selalu jujur. Pantas kalau beliau diberi gelar Al-Amin atau orang yang patut dipercaya oleh masyarakat Quraisy.

Lantas, apa saja sih bekal untuk menjadi seorang wirausaha muda yang sukses? Apakah cukup dengan modal berani dan nekat? Untuk memulai dan menyemangati diri, dua itu cukup sih, Sob, hanya saja masih ada beberapa bekal yang diperlukan, seperti kegigihan dan tidak mengenal putus asa dalam berusaha.

Berikut beberapa kiat dan bekal sebelum menjadi enterpreneur sukses:

  1. Memiliki Sikap Mental Positif
    Salah satu kiat sukses dalam berwirausaha atau menjadi enterpreneur adalah sikap mental positif yang melekat pada diri seorang enterpreneur. Sikap mental adalah cara mengekspresikan atau mengkomunikasikan suasana hati kepada orang lain. Jika sikap mental kita positif, maka kita disebut sebagai orang yang memiliki sikap mental positif. Sebaliknya jika ekspresi kita kepada orang lain negatif, maka kita memiliki sikap mental negatif. Sikap mental positif merupakan sikap mutlak dan menonjol yang harus dimiliki seorang enterpreneur. Dunia wirausaha adalah dunia relasi sehingga sikap mental positif sangat mendukung kesuksesan berwirausaha.


2. Memiliki Mimpi dan berusaha mewujudkan
Mimpi adalah dasar seseorang dalam menjalankan kegiatan wirausaha. Seorang enterpreneur memulai kegiatan berwirausaha dari mimpi-mimpi dan harapan yang tinggi., yang dalam bahasa manajemennya disebut visi.

Mimpi merupakan sesuatu yang seakan-akan tidak mungkin dicapai. Mimpi akan sesuatu yang bersifat ideal tetapi juga memiliki kemauan untuk mewujudkan menjadi dasar kesuksesan seorang enterpreneur. Namun, meski memiliki mimpi yang tinggi, seorang enterpreneur tidak lupa melakukan tindakan nyata, tidak sekedar berangan-angan. Karena mimpi dan rencana besar saja tidak cukup bagi seorang enterpreneur, ia harus diikuti dengan tindakan nyata.


3. Strategi Sukses
Banyak orang sukses di sekitar kita dan banyak teori serta rahasia agar orang menjadi sukses. Enterpreneur selalu belajar dari kesuksesan dan kegagalan orang lain. Berwirausaha tidak mengenal kata berhenti belajar, dan sudah sepatutnya kegagalan orang lain kita jadikan masukan agar tidak terulang pada usaha kita. Juga kesuksesan orang lain bisa dikembangkan menjadi kesuksesan bagi diri kita. Strategi untuk mengembangkan bisnis bisa berangkat dari adopsi dan perubahan strategi sukses bisnis orang lain.


4. Menerima Kegagalan
Tidak ada orang sukses yang tidak gagal sebelumnya. Waktu seorang anak kecil belajar naik sepeda, berapa kali dia terjatuh sebelum akhirnya dia bisa naik sepeda? Tapi setiap kali dia terjatuh, pernahkan dia menganggap bahwa ia telah gagal? Jawabannya tentu tidak!
Tidak pernah ada “Konsep Kegagalan” dalam kamus anak belajar naik sepeda, yang dilakukan adalah terus mencoba dan belajar. Begitupun dengan usaha menjadi enterpreneur, kegagalan bukan menyurutkan semangat tetapi justru menjadi pemicu untuk menjadi lebih baik. Jadi terimalah kegagalan, tapi jangan membuat berputus asa.


5.Doa
Tidak ada yang memiliki kuasa yang lebih tinggi kecuali kuasa dari Allah. Jika Ia menghendaki kita berhasil, maka kita akan berhasil. Tetapi kita dianjurkan untuk meminta keberhasilan itu, dan janji-Nya akan mengabulkan permohonan hambanya. So, berdoa yang banyak biar usaha kita makin sukses.

Di atas itu semua, sudah sepatutnya kita bisa belajar dari kesuksesan David Kinch, juru masak sekaligus pemilik sebuah restoran di California. Restoran David Kinch yang bernama Manresa merupakan salah satu dari 50 restoran terbaik di dunia. Dalam sebuah interview dengan San Jose Mercury News, Kinch menjelaskan bagaimana ia memulai membangun bisnisnya di sebuah restoran New Orleans di usianya yang baru 15 tahun. Kinch menjelaskan bahwa ketika memulai bisnisnya pertama kali, dia sangat mencintai pekerjaaannya.

Di sinilah pentingnya passion dalam berbisnis, adalah untuk merekatkan antara diri sang entrepreneur dan bisnis yang tengah dijalaninya. Memang kita tak bisa memilih untuk menekuni bisnis apa yang kita jalani, terkadang pertimbangan finansial menjadi alasan utama mengapa kita memilih satu bisnis ketimbang yang lain. Yang tergambar dari seluruh wirausaha sukses adalah bahwa mereka menjalankan bisnis dipengaruhi oleh semangat dan keyakinan teguh mereka mengenai apa yang mereka hasilkan.

Mereka, para wirausahawan sukses tersebut lebih memilih bisnis yang sesuai dengan minat mereka ketimbang memaksakan diri melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai. Misalnya saja saat ini sedang trend bisnis pakaian online yang melibatkan situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Daripada ikut-ikutan terjun ke bisnis pakaian yang kita tidak sukai, mungkin bisa mencoba sesuatu yang kita minati sebelumnya. Untuk yang menyukai dunia sastra dan memiliki koleksi buku-buku lama, maka kenapa tidak menjadikannya uang dengan menjualnya apabila sudah tak memerlukannya lagi.

Mungkin sekarang yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana menemukan minat atau passion tersebut?Beberapa ahli mempercayai hanya dengan mengikuti minat dan bakatlah, seseorang dapat menggali kemampuannya yang terbaik. Menurut Bill Strickland, seorang penulis buku ”Make the impossible possible” mengatakan bahwa dia belum pernah mendapati sebuah kehidupan yang berjalan demikian baik tanpa dilandasi dengan passion.

Jika kita memilih untuk menjalani sebuah bisnis atau franchise hanya karena teman kita meraih kesuksesannya di bisnis tersebut, maka kita melakukan kesalahan besar. Jangan pernah melihat kesuksesan orang lain dalam memilih bisnis apa yang akan kita jalankan. Pilihlah berdasarkan apa yang kita suka dan tentunya harus diperhitungkan dengan sangat rasional. Di sinilah diperlukan tujuan bisnis dan business plan yang telah tersusun dengan sangat jelas. Sekali lagi passion tetaplah landasan utama ketika kita menjalani sesuatu baik itu bisnis maupun aktivitas lainnya dalam kehidupan.

Jangan pernah menyerah untuk apa yang kita telah lakukan karena kesuksesan itu takkan datang semerta-merta. Dalam berwirausaha, semua harus dilalui dengan kerja keras dan tantangan. Yang perlu diingat adalah mulailah dengan sesuatu yang kita, maka insya Allah keuntungan akan mengalir dengan sendirinya.

Semangat berwirausaha, Sob! ^___^

 

Mix dari web https://mhzen.wordpress.com, http://remajaberwirausaha.blogspot.com/, dan http://lapar.com

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *