Terorisme Bukan Bagian dari Agama Manapun

0
46

Sobat Nida, Indonesia kembali diresahkan dengan isu teroris dengan adanya penyerangan Mako Brimob Kelapa Dua, aksi bom bunuh diri di Surabaya dan terakhir ada pula pengeboman di Polrestabes Surabaya. Nida sangat mengutuk keras perbuatan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab tersebut.

Sungguh sangat disayangkan, karena dari identitas pelaku yang didapatkan oleh petugas yang menyelidiki kasus-kasus tersebut, ditemukan bahwa pada Kartu Identitas Penduduk (KTP) mereka bertuliskan bahwa mereka beragama Islam. Hal ini tentunya kembali menimbulkan stigma negatif terhadap Islam.

Lantas apakah benar Islam adalah agama para teroris? Agama yang menyebarkan kebencian dan mencintai kekerasan? Dan benarkah bahwa Nabi Muhammad selalu menyerukan umat muslim untuk memerangi orang-orang kafir secara keseluruhan tanpa pandang bulu apakah mereka bersalah atau tidak? Benarkah orang yang melakukan aksi bom bunuh diri dapat disebut sebagai orang yang mati syahid?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tentunya juga timbul pada orang-orang yang belum mengenal Islam. Bahkan bagi orang-orang yang hanya mengetahui Islam dari berita yang disampaikan oleh media liberal mungkin akan sangat yakin bahwa Islam adalah agama teroris, agama yang penuh dengan kebencian.

Terorisme Bukan Bagian dari Agama Manapun

Bom bunuh diri dan tindakan kekerasan yang mereka lakukan sama sekali bukan ajaran Islam, karena Islam senantiasa mengajarkan umat-Nya untuk berbuat kebaikan, bahkan kepada orang yang mendzaliliminya sekalipun.

Dari Anas radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Tolonglah saudaramu yang berbuat zhalim (aniaya) dan yang dizhalimi”. Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, jelas kami faham menolong orang yang dizhalimi tapi bagaimana kami harus menolong orang yang berbuat zhalim?” Beliau bersabda: “Pegang tangannya (agar tidak berbuat zhalim) “.(HR Bukhari no 2264)

Islam juga tidak pernah mengajarkan untuk memaksa orang lain untuk memeluk agama Islam, karena kewajiban seorang muslim hanyalah mengajak orang menuju kebenaran, tidak dengan cara melukai.

Allah berfirman:
“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 256)

Dan menghilangkan nyawa orang lain tanpa sebab seperti misalkan untuk membela diri atau semisalnya, baik orang tersebut muslim maupun non muslim, jelas sangat dilarang. Bahkan membunuh non muslim yang dalam perlindungan atau perjanjian damai membuatnya tidak dapat mencium bau surga.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang membunuh mu’ahad (orang kafir yang terikat perjanjian) maka dia tidak akan mencium bau surga padahal sesungguhnya bau surga itu dapat dirasakan dari jarak empat puluh tahun perjalanan”.(HR Bukhari no 2930)

Lagipula, umat muslim mana yang tidak ingin bertemu dengan Ramadhan? Bulan mulia yang memiliki banyak keutamaan di dalamnya. Semua umat muslim pasti ingin dapat beribadah dan memperbanyak amalnya di bulan suci ini, bukan justru mengakhiri hidupnya atas nama jihad.

Sekali lagi, Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukan kekerasan. Dan tindakan terorisme itu jelas salah. Tidak ada tempat bagi terorisme di muka bumi ini. Pelakunya jelas salah dan harus dihukum sepantasnya. Namun kita perlu ingat, bahwa aksi segelintir orang yang tidak bertanggungjawab tersebut tidak dapat merepresentasikan golongan, kaum atau agama tertentu, entah muslim atau yang lainnya.

Semoga kita semua tetap dapat bersatu padu menciptakan perdamaian antar sesama. Jangan terprovokasi, saling menghujat dan membenci satu sama lain karena mendengar hasutan dari orang yang memang sengaja ingin mengadu domba antar golongan. Karena kita semua adalah bersaudara.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here