Sedekah Tapi Membawa ke Neraka?

By | April 3, 2018

Sobat Nida, di sana-sini kita
mendengar banyak perintah untuk bersedekah. Tapi, ternyata, Sob, ada loh
sedekah yang malah menyebabkan pelakunya masuk ke neraka. Serem kan? Amal
perbuatan yang terlihat baik dari luar ternyata malah berakibat buruk, apa ya,
yang menyebabkan hal tersebut?

Syaikh Abdurrahman bin Nashir
as-Sa'di menulis dalam kitabnya yang berjudul Tafsir al-Karim ar-Rahman fi
Tafsir Kalam al-Mannan bahwa firman Allah SWT, "Dan janganlah kamu
memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk
(memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
" (QS. Al Muddatsir (74):
6-7)

Ayat tersebut menunjukkan
larangan berpengharapan terhadap balasan yang lebih besar dari manusia ketika
bersedekah. Syaikh As Sa'di menegaskan, "Berbuat baiklah kepada manusia
selagi engkau mampu dan harapkan pahalamu dari Allah SWT.
"

Tentu kita tidak ingin terjadi
kisah seperti ini pada diri kita kan, Sob.

Kisah tentang tiga penghuni neraka
yang pertama.

Ada tiga orang yang yakin betul bahwa mereka akan diputuskan menjadi penghuni
surga.

Orang pertama dipanggil menghadap Allah. Ia merupakan seorang pria yang mati
syahid. Si pria mengakui banyaknya nikmat yang diberikan Allah padanya. Allah
pun bertanya, “Apa yang telah kau perbuat dengan berbagai nikmat itu?

Mujahid itu menjawab, “Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati
syahid,
” ujarnya.

Allah ta’ala pun menyangkalnya, “Kau telah berdusta. Kau berperang agar
namamu disebut manusia sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah
disebut-sebut demikian,
” firman-Nya. Mujahid riya' itu pun diseret wajahnya
dan dilempar ke jahannam.

Orang kedua pun dipanggil. Ia merupakan seorang alim ulama yang mengajarkan
alquran pada manusia. Seperti orang pertama, Allah bertanya hal sama, “Apa
yang telah engkau perbuat berbagai nikmat itu?

Sang ulama menjawab, “Saya telah membaca, mempelajari, dan mengajarkannya
alquran karena Engkau,
” ujarnya.

Namun Allah berfirman, “Kamu berdusta. Kau mempelajari ilmu agar disebut
sebagai seorang alim dan kau membaca alquran agar kamu disebut sebagai seorang
qari,
” Allah mengadili. Sang alim ulama pun menyusul si mujahid, masuk ke
neraka yang apinya menjilat-jilat.

 

Baca juga: 3 Sahabat Nabi dengan
Sedekah Luar Biasa

 

Orang ketiga pun dipanggil. Kali ini ia merupakan seorang yang sangat dermawan.
Sang dermawan dianugerahi Allah harta yang melimpah. Allah pun menanyakan
tangung jawabnya atas nikmat itu, “Apa yang telah engkau perbuat dengan
berbagai nikmatKu
” firmanNya.

Sang dermawan menjawab, “Saya tidak pernah meninggalkan sedekah dan infak di
jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena
Engkau,
” jawabnya.

Dia pun tak jauh beda dengan dua orang sebelumnya. “Kau berdusta,
firman Allah. “Kau melakukannya karena ingin disebut sebagai seorang
dermawan. Dan begitulah yang dikatakan orang-orang tentang dirimu,

firmanNya.

Sang dermawan yang riya' ini pun diseret dan dilempar ke neraka, bergabung
denan dua temannya yang juga menyimpan sifat riya' di hati.

Kisah pengadilan akhirat tersebut terdapat dalam hadits Rasulullah dari Abu
Hurairah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim, An-Nasa-i, Imam Ahmad
dan Baihaqy. Kisah yang sama dalam teks hadits yang berbeda juga diriwayatkan
oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan al-Hakim. 

Di akhir hadits, Abu Hurairah
bahkan membaca firman Allah yang menjadi hikmah pelajaran atas kisah tersebut.
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami
berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan
mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak
memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang
telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan,

(QS Hud: ayat 15-16).

Sobat Nida, saat bersedekah dan
melakukan amal apapun, kita harus berhati-hati dengan niat kita.

Rugi banget, Sob, ketika kita
banyak beramal, termasuk sedekah, tapi hanya balasan duniawi yang kita
inginkan. Rajin bersedekah, tapi tujuan utamanya adalah agar rezeki dan karir
lancar. Entah diletakkan dimana keikhlasan beramal untuk Allah SWT.

Orang yang beramal hanya untuk
balasan duniawi terlihat kok, Sob. Ciri-cirinya seperti disebutkan oleh Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam, “Jika diberi, dia pun ridho. Namun jika tidak
diberi, dia pun tidak ridho (murka), dia akan celaka dan kembali binasa.

Kalau dikasih kenikmatan dunia,
ia senang dan bahagia, tapi kalau kenikmatan dunia itu tidak kunjung datang,
setelah ia melakukan amalan kebaikan, ia akan marah. Misal di dalam hati
mengatakan, "Apaan nih! Gue udah rajin sedekah tiap hari, tapi rezeki
masih seret juga. Gaji segini-gini aja, usaha nggak sukses-sukses.
"

Wah, wah, kudu lurusin niat lagi
tuh ketika ada bisikan-bisikan seperti itu.

Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Barangsiapa yang melakukan amalan puasa, shalat
atau shalat malam namun hanya ingin mengharapkan dunia, maka balasan dari
Allah, “Allah akan memberikan baginya dunia yang dia cari-cari. Namun amalannya
akan sia-sia (lenyap) di akhirat nanti karena mereka hanya ingin mencari dunia.
Di akhirat, mereka juga akan termasuk orang-orang yang merugi.

So, Sob, biar terhindar dari neraka padahal maksud hati ingin melakukan amal
kebaikan, bersedekah dan beramal lah karena Allah SWT. Bersedekah bukan karena
ingin balasan yang lebih banyak di dunia, apalagi dari manusia. Tapi, yakin
saja bahwa Allah SWT yang akan memberi balasan, boleh jadi di dunia, boleh jadi
juga di akhirat.

Allahu a'lam.

Referensi: dari berbagai sumber

Foto ilustrasi: google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *