Puasa Mimpi Basah di Siang Hari, Batalkah Puasanya?

0
240

Sobat Nida, ada yang pernah mengalami puasa kemudian mimpi basah di siang harinya? Apakah hal tersebut membuat puasa seseorang menjadi batal?

Hukum mimpi basah ketika berpuasa dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Tidak membatalkan puasa jika tanpa sengaja
Kita nggak bisa kan menentukan buat mimpi apa ketika sedang tidur. Jadi jika mimpi basah tersebut dilakukan tanpa sengaja, maka puasanya tidak batal. Hal ini sesuai dengan hadits berikut:

Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pena pencatat amal dan dosa itu diangkat dari tiga golongan; orang yang tidur hingga terbangun, orang gila hingga ia waras, dan anak kecil hingga ia balig.”(HR Abu Daud No 3822)

2. Membatalkan jika dilakukan dengan sengaja
Kita tahu bahwa ketika berpuasa kita tidak hanya menahan rasa haus dan lapar, tetapi juga harus dapat menahan syahwat atau nafsunya. Itu sebabnya jika mengeluarkan mani dengan disengaja maka dapat membatalkan puasa seseorang karena orang tersebut tidak dapat menahan nafsunya.

Puasa Mimpi Basah di Siang Hari, Batalkah Puasanya

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu macam kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah ‘azza wajalla berfirman; ‘Selain puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan memberinya pahala. Sebab, ia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.’ Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika ia berbuka, dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kesturi.”(HR Muslim no 1945)

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan keluarnya mani yang disengaja seperti bercumbu dengan pasangan, onani dan lainnya.

Jadi sebisa mungkin hindarilah hal-hal yang sekiranya dapat membangkitkan syahwat. Dan jika memang sudah terlanjur mengeluarkan mani, maka diwajibkan untuk mandi janabah, baik yang mengeluarkan mani disengaja maupun tidak.

Abu Sa’id al-Khudri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda; “air (mandi wajib) itu disebabkan karena (keluarnya) air.”(HR Abu Muslim no 519)

Allahua’lam

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here