Pemilu 2009 Habiskan 35 Ton Kertas

By | April 4, 2018

Annida-Online-Bangsa Indonesia menyibukkan diri dengan Pemilu 2009
untuk pemilihan angggota DPRD/DPR, DPD yang telah dilakukan 9 April
lalu, dan memilih presiden serta wakil presiden 8 Juli 2009 mendatang.
Penyelenggaraan pemilu tidak terlepas dari kenyataan menghabiskan
banyak kertas.

Dari data statistik, setiap tahun Indonesia menghabiskan
51,1 juta meter kubik kayu untuk konsumsi domestik dan 48,9 juta meter
kubik lain untuk ekspor. Dengan mengimpor 21,9 juta meter kubik, maka
78,1 juta meter kubik kayu dipasok dari hutan-hutan Indonesia.
Sementara suplai resmi hanya sebesar 21,4 juta meter kubik. Artinya
industri perkayuan kelebihan sebesar 56,6 juta meter kubik (70
persen/tahun), termasuk didalamnya penggunaan kertas dalam negeri.

Terkait ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri tidak mau tahu
persoalan darimana pasokan kertas penyelenggaraan Pemilu. Meski hasil
illegal logging sekali pun misalnya. Untuk pemilu legislatif yang telah
lewat, KPU menghabiskan sekitar 35 ton kertas. Totalnya ada 800 juta
lembar lebih kertas. Kita nggak mau tahulah kalau sebagian besar kertas
hasil illegal logging. Kita membeli dari perusahaan rekanan, mereka
beli dari pabrik kertas, ungkap Dalail, Kepala Logistik KPU.
Sayangnya, banyak juga kertas yang mubazir karena tidak digunakan.
Seperti formulir yang diperuntukkan sebanyak 44 saksi parpol di 528.217
Tempat Pemungutan Suara (TPS), dimana parpol yang menyediakan saksi
hanya segelintir.

Kertas Mubazir ini sekarang masih tersimpan sebagai
dokumen negara. Selanjutnya akan dilelang sebagai pemasukan negara
pula. Kebutuhan kertas untuk pilpres diungkapkan Dalail akan lebih
sedikit karena surat suara lebih kecil dengan jumlah pemilih
176.367.056 orang. Selain peserta pemilu hanya tiga pasangan
capres-wapres yakni, SBY-Budiono, JK-Wiranto, dan Megawati-Prabowo.
Enam perusahaan menjadi rekanan mensuplai logistik Pilpres yang
dianggarkan dana pagu APBN Rp. 121, 7 miliar. Itu sudah termasuk
kertas cadangan jika ada pemilu ulang, cadangan kertas rusak dan
sebagainya. Kalau ada pilpres putaran kedua, berarti kebutuhan kertas
pun lebih banyak lagi, kata Dalail. [Elzam]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *