Menghidupkan Malam Lailatul Qadr

0
226

Sobat Nida, di sepuluh hari terakhir, jangan sampai ibadah semakin kendor ya. Pasalnya di sepuluh malam terakhir ini ada satu malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Malam istimewa ini biasa dikenal dengan malam lailatul qadr.

Coba kita simak penjelasan malam lailautl qadr yang tertulis di dalam firman Allah surat Al-Qadr.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr [97]: 1-5)

Karena malam lailatul qadr itu tidak dapat diprediksi kapan waktu tepatnya, maka kita dianjurkan untuk mencarinya di sepuluh malam terakhir dengan melaksanakan i’tikaf di masjid. I’tikaf yaaa… Bukan cuma pindah tempat tidur dari rumah ke masjid. Hehehe.

Rasulullah juga biasa bri’tikaf bersama para sahabat lho Sob.

Menghidupkan Malam Lailatul Qadr

Dari Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ‘i’tikaf pada sepuluh malam pertengahan bulan dari Ramadhan lalu orang-orang mengikutinya. Hingga ketika malam kedua puluh satu, yaitu malam ketika Beliau kembali ke tempat i’tikaf Beliau, Beliau berkata: “Siapa yang telah beri’tilkaf bersamaku maka hendaklah dia beri’tikaf pada sepuluh malam-malam akhir. Sungguh aku telah diperlihatkan tentang malam Lailatul Qadar ini namun kemudian aku dilupakan waktunya yang pasti. Maka carilah pada malam sepuluh akhir dan carilah pada malam yang ganjil”. (HR Bukhari No 1887)

Jadi di malam-malam terakhir ini kita justru perlu lebih mengencangkan ikat pinggang dan memperbanyak ibadah. Nggak tanggung-tanggung lho balasan yang akan diperoleh oleh orang yang menegakkan malam lailatul qadr karena Allah, akan diampuni dosa-dosanya!

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar (mengisi dengan ibadah) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya”.(HR Bukhari No 1768)

Maa shaa Allah … Masih nggak kepingin juga nih Sob? Yakin?

Kuylah kita i’tikaf dan hidupkan masjid di sekitar tempat tinggal kita dengan memperbanyak ibadah. Sebelum Ramadhan benar-benar berakhir dan kita nyesel karena belum beribadah secara maksimal.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here