Mengapa Ada Orang yang Tidur dengan Mata Terbuka?

By | April 3, 2018

Sobat Nida, pernah nemuin teman
yang tidur, tapi matanya nggak tertutup? Tenang, tenang! Yang bersangkutan
nggak kerasukan atau apa kok.

Tidur dengan mata terbuka atau
terbuka sebagian terkenal dengan istilah nocturnal lagophthalmos.

Nocturnal lagophthalmos ini
menjadi bagian dari terjadinya kelumpuhan wajah. Otot orbicularis pada kelopak
mata mengalami kelumpuhan baik temporer maupun permanen.

Kok bisa sih Nid? Yep. Gangguan
ini bisa terjadi akibat beberapa penyakit seperti Bell's Palsy, infeksi,
stroke, efek operasi, dan trauma.

Orang yang tidur dengan mata
terbuka biasanya akan bangun dengan sensasi aneh di tubuh, mata kemerahan,
perih, penglihatan kabur, dan beberapa orang merasa lebih sensitif terhadap
cahaya. 

 

Baca juga: Inilah Penyebab Mata
Cepat Lelah

 

Biasanya sih nocturnal
lagophthalmos ini terjadi pada anak-anak kecil atau orang-orang lanjut usia.
Anak-anak kecil akan membaik kondisinya dan tidak lagi tidur dengan mata
terbuka seiring bertambahnya usia mereka. Sementara orang lanjut usia mengalami
hal ini karena perubahan pada jaringan kelopak mata.

Bahaya dari kebiasaan tidur
dengan mata terbuka adalah mata bisa menjadi kering karena mata tidak tertutup
dan senantiasa terpapar udara lingkungan. Padahal cairan di mata penting untuk
melindungi mata dari serangan debu atau bakteri. Mata yang kering akan
mengakibatkan gangguan penglihatan hingga infeksi mata.

Beberapa orang melakukan
treatment dengan menutup mata menggunakan eye mask saat tidur. Ada juga yang
memaksa menutup mata dengan plester. Ada juga yang menggunakan tetes mata
buatan di malam hari agar di pagi harinya mata tidak terlalu kering. Bila
gangguan ini sudah menimbulkan masalah serius, ada baiknya berkonsultasi dengan
dokter, Sob.

Semoga bermanfaat.

Referensi: dari berbagai sumber

Foto ilustrasi: google 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *