KidsFFest 2009: Festival Hari Anak Lewat Media Film

0
92

 

Peringatan
Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2009 lalu, dirayakan dengan beragam
cara. Kalyana Shira Foundation, yayasan yang didirikan oleh sutradara
wanita berbakat Indonesia, Nia Dinata, memilih menggelar festival film
anak Internasional bertajuk KidsFFest 2009 yang berlangsung pada 17-26
Juli 2009 silam di Jakarta (Blitz Megaplex Grand Indonesia dan 21th  Pondok Indah Mall) sebagai ekspresi peringatan Hari Anak Nasional yang lalu.

“Film itu punya daya magis tersendiri. Makanya, saya percaya kalau
film merupakan media penyampai pesan yang efektif untuk pendidikan.
Anak-anak seringkali termajinalkan dari tontonan yang mendidik. Makanya
festival semacam ini diharapkan bisa mengimbangi apa yang mereka
saksikan di televisi dan menyuguhkan tontonan berkualitas buat
anak-anak. Kasihan mereka tiap hari disuguhkan tayangan tidak
berkualitas dari televisi. Film anak-anak di bioskop pun jumlahnya
sedikit,” tutur Nia Dinata, saat pembukaan event KidsFFest, panjang
lebar.

Sedikitnya ada 21 film anak-anak Internasional, 3 film anak-anak
Indonesia dan 9 film pendek karya anak Indonesia yang diputar dalam
festival ini. Film-film anak Internasional yang ditayangkan berasal
dari berbagai negara seperti Jerman, Belanda, Italia, Perancis,
Malaysia, China, Swedia, dan lain sebagainya. Menurut sutradara Arisan! Ini,
pemilihan film-film tersebut berdasarkan kategori umur (film-film untuk
anak-anak usia 5-14 tahun) dan tema yang diangkat. Nia juga menjelaskan
bahwa beragamnya film dari berbagai negara tersebut dimaksudkan untuk
melepaskan dominasi film Hollywood yang lebih dikenal oleh anak-anak.

“Padahal banyak juga kan film-film yang bagus dan berkualitas dari
negara-negara lain. Di festival ini juga kita memutar film-film anak
yang memang untuk anak-anak. Artinya aman tanpa unsur kekerasan dan
hal-hal yang tak mendidik lainnya,” ujar ibu dua anak ini.

Namun, ketika ditanya alasannya lebih banyak memutar film-film
Internasional ketimbang film lokal, Nia berdalih bahwa film-film anak
buatan negeri sendiri yang sempat berjaya di era 1970-an dan 1980-an
ini, kondisi kaset video-nya sangat memprihatinkan.

“Waktu itu saya pernah ke Sinematek buat cari film anak produksi
Indonesia zaman tahun 1970-an atau 1980-an buat anak-anak, saya sedih
banget di sana. Kondisi (kaset)-nya udah jamuran, banyak goresan di
mana-mana, sementara kan kita harus putar di bioskop. Di festival ini
saja saya cuma menemukan satu film yang lumayan baik yang bisa diputar,
judulnya Nakalnya Anak-Anak yang dulu terkenal sekali,” katanya.

Film-film anak Indonesia lainnya yang diputar di sini antara lain; Meraih Mimpi, sebuah film animasi layar lebar pertama di Indonesia karya Nia Dinata sendiri dan Laskar Pelangi,
sebagai film penutup di ajang Festival KidsFFest 2009. Sementara film
anak Internasional yang membuka festival KidsFFest 2009 adalah The Three Robbers dari
Jerman. Berkisah tentang petualangan Tiffani, seorang anak yatim-piatu
yang berusaha lari dari panti asuhan dan memilih ikut rombongan
perampok berbahaya. Selain Laskar Pelangi, film anak garapan Hana Makhmalbaf dari Afganistan, Buddha Collapsed Out of Shame, yang
menceritakan tentang perjuangan haru-biru seorang bocah perempuan
bernama Bhaktay untuk bersekolah. Sekolah adalah kegiatan paling mahal
di negaranya yang penuh konflik, karenanya ia harus bergerilya dari
tempat satu ke tempat lainnya berbekal satu buku tulis dan lipstik
ibunya (yang dijadikannya sebagai pensil) untuk bisa mereguk manisnya
ilmu.

Dalam ajang KidsFest 2009 ini, pemutaran film bukanlah satu-satunya
kegiatan yang disuguhkan Nia Dinata sebagai penyelenggara. Pemilihan
KidsFFest Award juga salah satu rangkaian acara di hari terakhir
festival ini paling seru untuk dinikmati para pengunjung. Pada
penganugerahan KidsFFest 2009 Award, para juri anak yang terdiri dari
anak-anak usai 9-14 tahun memilih 3 film pendek karya anak Indonesia
terbaik, antara lain: Membantu Ibu Membuat Jamu karya Lela Surani (Jakarta) sebagai juara pertama, Brickbreaker karya Javier Iskandar (Jakarta), sebagai juara kedua, dan Kugapai Cita-citaku karya Kelvin Triomei Azis (Jakarta) sebagai juara ketiga.

Sedangkan film pendek anak versi Lifebouy sebagai sponsor acara ini berturut-turut dar juara I, antara lain: Di Bukit Menoreh karya Naomi Imantaka (Yogyakarta), Healthy Living karya Rachel Nalapraya (Jakarta), Hijaukan Bumiku karya Yosua Imantaka (Yogyakarta). Seluruh penonton juga melakukan voting untuk menentukan KidsFfest Audience Award. Dan film Geng: The Adventure Begins dari
Malaysia terpilih sebagai pemenangnya. Yang pasti, keseluruhan acara
memang berlangsung meriah, seperti halnya dunia anak yang penuh
keceriaan. So, sampai jumpa di KidsFFest 2010, ya! [nyimas]

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here