Inilah Hukuman Bila Meninggalkan Shalat Jumat

By | April 3, 2018

Sobat Nida, sudah jadi rahasia
umum bahwa shalat jum'at adalah sesuatu yang wajib, nggak bisa ditawar-tawar
lagi. Rasulullah saw bersabda, “(Shalat) Jum’at adalah suatu kewajiban bagi
setiap muslim dalam jama’ah kecuali bagi empat orang: budak yang dimiliki,
wanita, anak kecil dan orang yang sakit.
” (HR. Abu Daud no. 1067. Kata
Syaikh Al Albani, hadits ini shahih).

Tapi, sayang, masih banyak para
lelaki yang menganggap remeh shalat jum'at. Nggak melaksanakan shalat jum'at
dan merasa biasa aja, malah mengulangi lagi meninggalkan kewajiban shalat
jum'at. Na'udzubillahi min dzalik.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir Al Barrok hafizhohullah berkata, "Shalat
Jum’at adalah shalat yang wajib bagi orang yang tidak memiliki uzur.
Barangsiapa meninggalkannya, ia terjerumus dalam dosa besar. Barangsiapa yang
meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena meremehkannya, hatinya
akan tertutupi. Dan ia termasuk orang-orang yang lalai.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah
dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, keduanya mendengar Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam berkata ketika beliau memegang tongkat di mimbarnya, “Hendaklah
orang yang suka meninggalkan shalat jum'at menghentikan perbuatannya. Atau jika
tidak Allah akan menutup hati-hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan
tergolong ke dalam orang-orang yang lalai.
” (HR. Muslim no. 865).

Al-Manawi rahimahullah berkata, "Yang dimaksud ditutup hatinya adalah
Allah tutup dan cegah hatinya dari kasih sayangnya, dan dijadikan padanya
kebodohan, kering dan keras, atau menjadikan hatinya seperti hati orang
munafik.
" (Faidhul Qadir, 6/133).

 

Baca juga: Inilah Alasan Penting
Harus Merapatkan Shaf Saat Shalat Berjamaah

 

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
meriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata, "Sesungguhnya,
jika seorang hamba melakukan satu kesalahan, akan dibuatkan satu titik hitam
dalam hatinya. Jika dia cabut dengan istighfar dan taubat, maka hatinya menjadi
bersih kembali. Jika dia kembali, maka semakin bertambah titik hitamnya hingga
mendominasi hati. Itulah Ar-Raan yang Allah sebutkan, 'Sekali-kali tidak, pada
hatinya terdapat Ar-Raan atas apa yang mereka lakukan.
" (Dinyatakan
hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Tirmidzi).

Hadits di atas menunjukkan bahwa
kita nggak boleh meremehkan satu kesalahan, Sob. Kalau sudah lalai nggak shalat
jum'at sekali, bukan berarti bisa menganggap enteng kesalahan nggak shalat
jum'at berikutnya. Karena sebuah dosa atau kesalahan yang diremehkan bisa
menumpuk dan membuat hati kita nggak lagi peka dengan efek buruk dosa yang bisa
merusak jiwa kita.

Nggak shalat jum'at tanpa uzur
syar'i adalah kesalahan besar, saking besarnya sampai Rasulullah saw memberikan
ancaman yang dahsyat.

Hadits yang menyebutkan bahwa
orang yang nggak shalat jum'at bisa 'menebus' kesalahannya dengan sedekah adalah
hadits dhaif.

Karena dalam Islam tidak ada yang
bisa menebus kesalahan akibat nggak shalat jum'at ini, satu-satunya yang bisa
dilakukan adalah segera bertaubat pada Allah swt dan bertekad tidak
mengulanginya lagi. Dan harus tetap shalat zuhur loh, Sob.

Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata, "Siapa yang tidak
melakukan shalat Jumat bersama kaum muslimin karena uzur syar'i, baik berupa
sakit, atau lainnya, maka dia hendaknya shalat Zuhur. Demikian pula halnya jika
seorang wanita shalat, hendaknya dia shalat Zuhur. Begitu pula dengan musafir
dan penduduk yang tinggal di pedusunan (yang tidak ada shalat Jumat), maka
hendaknya mereka shalat Zuhur, sebagaimana disebutkan dalam sunah. Inilah
pendapat mayoritas ulama, tidak dianggap bagi yang berpendapat menyimpang.
Demikian pula bagi yang meninggalkannya dengan sengaja, hendaknya dia bertaubat
kepada Allah dan dia melakukan shalat Zuhur.
" (Majmu Fatawa Ibnu Baz,
12/332).

Allahu a'lam.

Referensi: dari berbagai sumber

Foto ilustrasi: google

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *