Beginilah Malu Kepada Allah yang Sebenarnya

By | April 25, 2018

Pernahkah kamu bermaksiat di hadapan makhluk Allah secara terang-terangan? Misalnya berzina, mencuri, berbohong, atau melakukan hal-hal buruk lainnya?

Tentu saja orang yang normal akan menjawab tidak pernah. Sudah kodratnya manusia ingin menampilkan kebaikan-kebaikannya saja di mata orang lain dan tidak ingin dicap negatif. Bahkan akan sangat malu jika aib atau perbuatan buruknya diketahui oleh orang lain.

Malu merupakan sebagian dari iman. Sangatlah wajar jika seseorang memiliki rasa malu. Justru akan sangat aneh jika seseorang sudah tidak memiliki rasa malunya lagi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “… Sesungguhnya malu adalah bagian dari iman”. (HR Bukhari No 23)

Beginilah Malu Kepada Allah yang Sebenarnya

Pernah melihat video tentang orang-orang yang sedang mencopet kemudian karena malu ada CCTV yang mengawasi, lantas mereka berpura-pura menolong dan mengatakan bahwa dompet orang tersebut terjatuh.

Lucu sih sebenarnya, sekaligus miris tapi. Sebab orang lebih malu kepada manusia dibandingkan malu kepada Allah.

Lantas sudahkah diri juga malu karena bermaksiat di hadapan Allah?

Allah memiliki sifat Maha Melihat. Tidak ada satupun perbuatan seorang manusia tanpa sepengetahuan Rabb-Nya. DIA selalu mengawasi segala yang tampak maupun yang tersembunyi, meskipun itu sebatas pikiran atau niat kotor, Allah tentunya sudah mengetahuinya.

Rasulullah tidak hanya mengajarkan kita untuk malu hanya di hadapan manusia, tetapi juga malu di hadapan Allah.

Dari Abdullah bin Mas’ud berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Malulah pada Allah dengan sebenarnya.” Berkata Ibnu Mas’ud: Kami berkata: Wahai Rasulullah, kami malu, alhamdulillah. Beliau bersabda: “Bukan itu, tapi malu kepada Allah dengan sebenarnya adalah kau menjaga kepala dan apa yang difahami dan perut beserta isinya, mengingat kematian dan segala kemusnahan, barangsiapa menginginkan akhirat, ia meninggalkan perhiasan dunia, barangsiapa melakukannya, ia malu kepada Allah dengan sebenarnya.” (HR Tirmidzi No 2382)

Seharusnya, setiap muslim memiliki malu yang lebih besar di hadapan Allah, bukan hanya malu di hadapan manusia. Sayangnya, masih banyak yang menjadi hamba dunia. Berlomba-lomba untuk tampil di hadapan manusia, tapi enggan berbenah dan memperbanyak bekal sebelum bertemu Rabb-Nya.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *