Adab Membaca Al Quran

By | May 9, 2018

Sobat Nida, Al-Quran merupakan kitab suci yang diwahyukan kepada nabi Muhammad. Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya untuk membaca, mempelajari dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Nah dalam membaca Al-Quran juga ada adab-adab yang harus diketahui dan dilaksanakan nih Sob. Apa aja sih adab-adabnya? Ini dia!

1. Niat dan Ikhlas
Dalam melaksanakan apapun sangat perlu yang namanya menjaga niat. Jangan sampai amalan yang dilakukan menjadi rusak karena salah niat dan tujuannya bukan untuk Allah semata, melainkan ingin dipandang oleh manusia lain. Soalnya ternyata akan ada orang yang keimanannya cuma sampai sebatas mulut doang tapi realitanya berbeda dengan apa yang mereka bicarakan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada akhir zaman nanti, akan datang suatu kaum yang muda usianya lagi bodoh. Mereka berkata-kata dengan kebaikan, akan tetapi mereka keluar dari Islam sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya. Keimanan mereka tidaklah melewati batas tenggorokan (tidak meresap dalam hati). Karena itu, dimana pun kalian menemukannya, maka bunuhlah mereka. Karena sesungguhnya membunuh mereka merupakan pahala, yakni pahala pada hari kiamat bagi yang membunuh mereka.”(HR Bukhari No 4669)

Ngeri bange ya Sob. Yuk ah

kita kembali meluruskan niat.

2. Dalam keadaan suci dan di tempat yang bersih
Bersuci juga menjadi salah satu poin penting sebelum membaca Al-Quran. Perlu juga melihat tempat sebelum membaca Al-Quran. Jadi tidak bisa sembarangan membaca Quran seperti di toilet atau tempat kotor lainnya.

Dari Abu Wa`il ia berkata: “Pernah dikatakan bahwa orang junub dan wanita yang sedang haid tidak boleh membaca (Al Qur`an) dan Al Qur`an tidak boleh dibaca dalam kamar mandi, dan ada dua kondisi yang seorang hamba tidak boleh menyebut nama Allah subhanallahu wa ta’ala: ketika berada di khala` (tempat buang hajat) dan ketika sedang bersenggama, kecuali seorang laki-laki yang hendak menggauli isterinya, maka ia memulai dengan menyebut nama Allah subhanallahu wa ta’ala”.(HR Darimi No 980)

Adab Membaca Al Quran

3. Duduk tenang menghadap kiblat
Biasakan juga untuk duduk dengan tenang dengan menghadap kiblat ketika membaca Al-Quran.

4. Dimulai dengan membaca ta’awudz
Sudah tahu dong Sob kalau bacaan ta’awud itu “A’udzubillahiminasyyaithonirrajiim” yang artinya aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Jadi sebelum membaca Al-Quran, mulailah dengan membaca ta’awudz sebagaimana firman Allah:

“Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Quran, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl [16]: 98)

5. Membaca basmalah di awal surat kecuali surat Al-Bara’ah (Surat At-Taubah)
Di dalam Al-Quran setiap surat pasti diawali dengan basmalah kecuali surat Al-Bara’ah. Itulah sebabnya perlu membaca basmallah di setiap awal surat, jik dimulai dari tengah surat maka cukup dengan membaca ta’awudz.

6. Membaca dengan tartil dan tidak terburu-buru
Pernah denger nggak orang yang membaca Al-Quran cepetnya subhanallah, bahkan sampai tajwid atau hukum bacaan ditabrak-tabrakin gitu aja. Yang kayak gitu jangan ditiru ya. Soalnya kita diajarkan untuk membaca Al-Quran dengan tartil dan tidak terburu-buru. Selow aja yang penting bener.

Dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata; Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Dikatakan kepada orang yang membaca Al Qur’an: “Bacalah, dan naiklah, serta bacalah dengan tartil (jangan terburu-buru), sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia, sesungguhnya tempatmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.”(HR Abu Daud No 1252)

7. Membaguskan bacaan
Selain membaca Al-Quran secara tartil, jangan lupa pula untuk memperindah bacaan quran kita Sob. Termasuk sunah lho.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Indahkan suaramu dalam membaca AI Qur’an.” (HR Nasa’i No 1006)

8. Memanjangkan bacaan
Rasulullah pun biasanya memanjangkan bacaan quran beliau Sob. Tentu aja ya lagi-lagi tetap sesuai tajwidnya. Makanya penting banget buat mempelajari Al-Quran beserta tajwidnya.

Anas pernah ditanya, “Bagaimankah bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?” Ia pun menjawab, “Bacaan beliau adalah panjang.” Lalu ia pun membaca: “BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.” Anas menjelaskan, “Beliau memanjangkan bacaan, ‘BISMILLAH’ dan juga memanjangkan bacaan, ‘ARRAHMAAN’ serta bacaan, ‘ARRAHIIM.'”(HR Bukhari No 4658)

9. Khusyu’
Untuk dapat memahami Al-Quran diperlukan yang namanya kekhusyu’an. Rasulullah senang untuk dibacakan Al-Quran oleh orang lain, dan seringkali beliau menangis ketika dibacakan ayat-ayat kepadanya.

Dari Abdullah dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadaku: “Bacakanlah (ayat) untukku! ” Maka saya membaca surat An Nisaa, ketika sampai ayat: ‘(Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu) ‘ (Qs. An Nisaa: 41), maka saya melihat kedua air mata beliau meneteskan air mata.”(HR Ibnu Majah No 4184)

Itulah beberapa adab dalam membaca Al-Quran. Semoga bisa mengamalkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *