4 Kesalahan Bayangan Perempuan tentang Pernikahan

By | July 10, 2018

4 kesalahan bayangan perempuan tentang pernikahan – Memang tidak semua perempuan membayangkan hal-hal ini, tapi ada sebagian yang berpikirnya seperti ini sehingga perlu diluruskan. Banyak rumah tangga karam karena realita tidak sebaik ekspektasi yang sering dibayangkan.

1. Menikah itu enak, ada yang nafkahin

Faktanya, ada lho laki-laki yang tidak paham kewajibannya menafkahi istri… sekalipun ngakunya orang pengajian. Bisa jadi karena memang punya sifat pelit, sifat iri dengki terhadap penghasilan istri, atau memang murni bodoh ilmu agama. Atau… satu lagi: kena musibah kehilangan pekerjaan.

So, ketika ta’aruf… tanyakan benar-benar kesediaan si calon dalam menafkahi calon keluarganya. Jangan mau kalau belum apa-apa calon suami sudah menyuruhmu tetap bekerja setelah menikah untuk memenuhi kebutuhan kalian berdua, untuk cicil rumah & mobil, itu sih pertanda dia mau lepas tangan urusan nafkah.

Sekalipun gajimu lebih besar dari suami misalnya, tetap saja suami bertanggungjawab memberi istri dan anaknya makan, pakaian, serta tempat tinggal.

2. Ada tempat bersandar dan tempat curhat

Siapa bilang? Tidak semua laki-laki enak dijadikan tempat curhat. Ada yang malah akan menyalahkanmu karena terlalu baperan, atau ada yang malah tidur ketika kamu lagi emosional menceritakan kisah perseteruan hari ini dengan tetangga.

So, bersyukurlah kalau dapat suami yang sabar mendengar curhatan. Tapi berhentilah membayangkan hal muluk dalam pernikahan.

Yaa telpon call center aja kalau perlu curhat 24jam. Suami juga kan manusia yang bisa lelah dan bosan dicurhati terus.

Kesalahan Bayangan Perempuan tentang Pernikahan

3. Ada imam shalat Tahajud dan imam hidup yang bisa ngingetin kalau salah

Belum tentu lho… malah bisa jadi kamu lah yang bangunin suami untuk shalat, dan kamu lah yang musti ngingetin suami kalau ia salah. Nikah bukan melulu berarti suami pasti benar dan zero kesalahan yah.

Sekalipun suamimu seorang ustadz, ia adalah manusia biasa. Ustadz pun bisa sombong dan melakukan kesalahan. Jadi, jangan santai “Ah, nanti kalau udah nikah aku bakalan dibenerin sama suami ini…”

Tetap timba ilmu agama yang cukup sejak sebelum nikah, jangan bersandar pada calon suami dan bayangan semu tentang pernikahan bahwa kamu akan mendapat suami yang sempurna ilmu agamanya. Sekali lagi: Belum tentu!

4. Nikmat pacaran setelah nikah

Lagi-lagi belum tentu… apalagi kalau ngebayanginnya ada adegan romantis macam Drama Korea yang bikin klepek klepek. Ya ampun, itu semua bisa terjadi atau tidak… tergantung karakter suami dan tentu saja kondisi finansialnya.

Makanya bayanginnya sederhana saja, tidak perlu membayangkan jalan bergandengan tangan ke luar negeri, ke depan Ka’bah. Nanti malah kecewa kalau tidak kesampaian dalam waktu dekat.

Bayangkan hal sederhana saja, sesederhana mungkin yang bisa dibayangkan. Jadi ketika suami memberi hal sederhana, kita bisa lebih bersyukur dan tidak banyak menuntut.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *