HIDUP DARI MENULIS, PRODUKTIF HINGGA SEKARANG

Diposting: Rabu, 23 Desember 2009 / 17:30:28 | Oleh: annida | Kategori: TebakDonk!

Halaman ini diakses sebanyak: 285 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

gustfsakai.gif

Kalo kamu nggak tahu, kayaknya kebangetan! Tokoh Nida satu ini sampai sekarang masih menulis kok. Termasuk menjadi editor tamu di majalah khusus cerpen Story, majalah yang membidik remaja. Lahir di Payakumbuh (Sumatera Barat) 13 Agustus 1965, sastrawan kita kali ini mulai menulis sejak kanak-kanak. Karyanya juga banyak memperoleh beragam penghargaan di berbagai majalah seperti Anita, Feminam Gadis, Hai, Kartini, Kompas, dan lain-lain. Banyaknya memperoleh penghargaan dan memenangkan sayembara membuat tidak semua bisa diingat. Beberapa di antaranya adalah Penghargaan Sastra Lontar dari Yayasan Lontar untuk kumpulan cerpen Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (2001), Anugerah Sastra dari Fakultas Sastra Universitas Andalas (2002), Sih Award dari Jurnal Puisi untuk puisi "Susi 2000 M" (2002), SEA Write Award dari Kerajaan Thailand untuk kumpulan cerpen Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (2004), Anugerah Seni dari Komunitas Penggiat Sastra Padang dan Dewan Kesenian Sumatra Barat (2004), dan Khatulistiwa Literary Award (KLA) untuk kumpulan cerpen Perantau (2007).

Beberapa karyanya mungkin pernah kamu baca, misalnya Segiempat Patah Sisi (novel remaja, 1990), Segitiga Lepas Kaki (novel remaja, 1991), Ben (novel remaja, 1992), Istana Ketirisan (kumpulan cerpen, 1996), Sangkar Daging (kumpulan sajak, 1997), Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta  (kumcer 1999), Tambo, Sebuah Pertemuan (novel, 2000), Akar Berpilin (Sajak 2001-2007), Tiga Cinta Ibu (novel, 2002), Laba-Laba (kumpulan cerpen, 2003), Ular Keempat (novel, 2005), Daging Akar (kumpulan sajak, 2005), Perantau (kumpulan cerpen 2007).

Setelah memublikasikan karya dengan berbagai nama samaran sampai tamat SMA tahun 1985, sastrawan ini pindah ke Padang dan mengambil keputusan hidup dari menulis. Sejak saat itu namanya tidak berubah seperti yang banyak diketahui sekarang. Lalu beliau kembali ke Payakumbuh sejak 1996 bersama sang isteri Zurniati dan tiga anaknya; Abyad Barokah Bodi, Khanza Jamalina Bodi, dan Kuntum Faiha Bodi.

Dari kota kelahirannya yang dikepung pegunungan, beliau aktif mengirimkan karya-karyanya sampai sekarang. Nah, sudah bisa memastikan nama sastrawan yang masih eksis sekarang ini? Tebak dong!

Download Movie

1 Tebakan

gusrianto

Diposting: Senin, 28 Desember 2009 / 14:40:58 | IP: 125.165.107.105

Waduh Nid... gak papa kalau saya nebak? masalahnya kami satu kampung... udah jelas lah saya tahu... tapi gak enak juga, ntar yang lain pasti pada nyontek.... hehehehe


Tapi sejauh ini belum juga ada yang nebak, gak tahu atau emang malas aja postingin ini ke Nida?


aku jawab ya Nid... Gus tf Sakai :-)

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

resensi_back.jpg

iklan-arrina.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :