Tukang Tunda (Serial Wisma Kere-N 4)

Diposting: Kamis, 04 Februari 2010 / 10:04:42 | Oleh: annida | Kategori: Serial

Halaman ini diakses sebanyak: 1424 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Penulis: DSister


Ketika penghuni Wisma Kere-N  akan pesta sabu-sabu di Minggu pagi yang agak mendung itu, betapa kagetnya Rona begitu melihat tidak ada satu piring bersih pun di dapur.

Tidak hanya piring dan mangkuk yang menumpuk di atas wastafel, bahkan sendok dan garpu juga kotor di bawah keran air, membuat suasana dapur Wisma Kere-N yang dari sono-sudah tua itu, menjadi semakin mirip Titanic karam.

"Ya ampuuun… siapa sih yang tadi malam tugas piket cuci piring?" teriak Rona melengking.

"Kalau nggak salah Oning deh!" jawab Dewi sambil berjalan menuju dapur, dan segera terperangah melihat keadaan sekitar wastafel.

"Aaah… si Oning tuh memang nggak bisa diandalkan! Jiwa Indonesia sejati; kalau bisa besok, ngapain lakukan hari ini." Rita mencibir dari ruang tamu.

"Terus gimana doong, tukang buburnya lagi nunggu tuh!" Rona panik. "Batal doong pesta nyabu kita, alias nyarap bubur!" tampangnya terlihat putus asa bahkan hampir-hampir kehilangan gairah hidup.

"Ya udah, untuk sementara kita makan pakai piring abangnya aja!" saran Dewi.

"Emang abangnya mau? Kita kan cuma beli seribu perak seporsinya!"

"Sini deh gue cuciin piring-piringnya, palingan bentar udah kelar!" Tiba-tiba dengan sigap, Andi sudah berada di hadapan wastafel dan langsung menyabuni piring-piring itu. "Tolong bantu gue ngebilasin deh!"

"Ndi, itu kan kerjaan Oning! Jangan bikin dia tambah keenakan!" sahut Rita. "Dia udah dibangunin belum? Mentang-mentang lagi nggak shalat, tidurnya bablas!"

"Iya iya, aku udah bangun kok!" Oning dengan mata masih lengket, menuruni tangga sambil menguap.

"Sebagai hukuman karena kamu lalai dari tugas piket, kamu yang traktir kita-kita sarapan bubur pagi ini ya, Ning!" usul Santi.

"Setujuuu!" Rona bersorak. "Jadi aku bisa makan dua mangkuk bubur!"

"Mumpung tanggal muda nih, Ning! Pasti baru dapat uang bulanan kan…" selidik Santi lagi.

"Iya deh, setuju!" seru Oning, "Sarapan kali ini aku yang traktir, tapi…"

Bukannya peramal, tapi semua penghuni Wisma Kere-N sudah tahu apa yang mau dikatakan Oning selanjutnya.

"… bayarnya entar yah!" tuh kan betul… dasar tukang tunda!

"Nggak bisa! Bayarnya tunai pagi ini juga! Kasihan kan abangnya, Ning, udah kasih harga murah nggak taunya bayarnya ngutang. Sini aku antar ambil duit di kamarmu!" Santi yang kenal banget karakter Oning langsung menemaninya kembali ke kamar demi mengambil beberapa ribu perak untuk membayar bubur.

***

Hal: 1 2 3 4

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :