Tukang Cari Perkara (Serial Wisma Kere-N 3)

Diposting: Selasa, 26 Januari 2010 / 06:02:40 | Oleh: annida | Kategori: Serial

Halaman ini diakses sebanyak: 1437 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Penulis: DSister

 

Awalnya Rona tidak mengerti maksud percakapan antara Dewi dan Andi. Saat itu tepat pukul delapan malam, Oning sedang sibuk bergumul dengan televisi di ruang tonton Wisma Kere-N (maklum… kalau mau mengubah channel alias saluran acara, teve tua itu harus dipukul-pukul dan digetok-getok dengan segala daya upya terlebih dulu, kalau tidak akan ada banyak semut bergentayangan). Sementara Rona belum bisa lepas dari kenikmatan semangkuk mie kuah yang baru saja dihibahkan Santi untuknya.

 

Di sela-sela melumat mie itulah, Rona mendengar percakapan terlarang antara Dewi dan Andi. Rupanya mereka berdua sedang asyik membicarakan seseorang yang mereka juluki sebagai “tukang cari perkara”.

"Ada yah orang kayak begitu… cari-cari masalah aja kerjanya!" gumam Andi memulai keluhannya. "Gue kan nggak ganggu siapa-siapa. Kalau kamar gue berantakan, ya itu kan masalah gue sendiri. Emang akhir-akhir ini gue lagi nggak punya banyak waktu buat beresin kamar. Ngapain dia menghina harga diri gue kayak gitu sih!" Dari ekspresi mukanya, terlihat sekali Andi kesal bukan main.

Seperti api kesamber bensin, tiba-tiba saja Dewi ikutan berceletuk.

"Kayak baru tahu aja… dia kan memang tukang cari perkara! Nggak ada masalah apa-apa pun bisa dia bikin jadi bermasalah."

Mendengar ucapan Dewi itu, Andi makin seru bercerita.

"Iya… masa dia bilang gue nggak becus ngurus diri sendiri, kamar aja berantakan, apalagi ngurus organisasi! Penghinaan banget kan!" Mata Andi, si tomboy itu, tiba-tiba terlihat merah.

"Apa dia nggak tahu… organisasi tuh udah jadi darah daging gue! Kalau dia ngomong kayak gitu, sama saja dengan meremehkan kemampuan gue secara keseluruhan…" Emosi Andi seperti sudah mencapai puncaknya. Terlihat ada asap membumbung di atas kepalanya.

"Yaa mentang-mentang di Wisma Kere-N ini kamar dia yang paling wangi, paling bersih, dia merasa punya hak untuk menghina kita-kita!" Dewi—persis kayak tukang sate—malah mengipas-ngipasi bara di hati Andi, jadi bertambah panas dan kelam.

Rona awalnya tidak ngeh siapa sih yang menjadi “selebritis” dalam percakapan Andi dan Dewi malam itu. Sambil menyeruput kuah mie, dia mencoba berpikir keras apa yang dimaksud dengan “tukang cari perkara”. Maklum, yang dikenal Rona selama ini hanyalah tukang bakso, tukang mie ayam, tukang batagor, tukang pecel, tukang sate, dan tukang siomay.

Akan tetapi, dua hari kemudian Rona baru dapat mengidentifikasi siapakah profil “tukang cari perkara” itu.

***

Hal: 1 2 3 4

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :