Tere: Lebih Bijak dan Kreatif karena Membaca
Diposting: Senin, 01 Februari 2010 / 00:00:00 | Oleh: annida | Kategori: Seleb Buku
Halaman ini diakses sebanyak: 227 kali
Rating: 0
Annida-Online—Bagi penyanyi cantik Theresia Ebenna Ezeria Pardede atau lebih dikenal dengan nama Tere, membaca merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indoneisa. Tak berlebihan bila ia berpendapat demikian, karena selain ia telah akrab dengan buku sejak kecil, kini ia juga mengemban tugas negara dengan menjabat sebagai salah satu anggota DPR RI Komisi X yang membidangi masalah-masalah pendidikan.
“Pendidikan adalah proses untuk meningkatkan SDM Indonesia, proses belajarnya. Membaca adalah jalannya. Jadi, menurut saya, hal yang pertama kali harus selalu kita benahi dalam system pendidikan di Indonesia adalah bagaimana pendidikan bisa menjadi pintu bagi seseorang agar terus tertarik mengkaji ilmu pengetahuan melalui aktivitas membaca,” jelas perempuan kelahiran Jakarta, 2 September 1979.
Tere mengakui bahwa jabatannya saat ini kian membuka matanya akan realitas kualitas hidup dan sumberdaya manusia Indonesia. Ia menilai, salah satu penyebab dari hal ini adalah karena kurangnya kesadaran akan membaca sejak dini. Kebiasaan membaca juga tak pernah ditanamkan di lembaga-lembaga pendidikan saat anak-anak tumbuh besar sehingga kebiasaan membaca tak tertanam dalam diri anak-anak dan remaja hingga mereka dewasa.
“Saya bersyukur, karena sejak kecil saya dijejali buku oleh keluarga saya,” lanjut Tere.
Dirasakan Tere, ia banyak mendapatkan inspirasi dalam berkarya lewat buku. “Saat saya masih jadi penyanyi, misalnya, saya selalu punya referensi yang banyak saat menulis lirik lagu. Saya merasa nggak kehilangan dan kehabisan kata-kata saat akan mencipta lirik. Ini bukan berarti saya mencontek karya siapa, tapi otak kita terisi dengan pengetahuan-pengetahuan dari aktivitas membaca,” imbuh penyanyi yang sukses lewat album perdananya bertajuk Awal yang Indah
Menurut Tere, dengan banyak membaca, seseorang akan memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas sehingga ia bisa mengkreasikan sebuah gagasan baru dalam hidupnya. Membaca juga membuat seseorang bisa lebih kreatif dalam berkarya. Selain itu, Tere juga menyebutkan manfaat lain dari membaca adalah tumbuhnya kebijaksanaan seseorang dalam melihat dan memandang sebuah persoalan.
“Orang yang punya banyak wawasan dari membaca biasanya dia lebih arif. Nggak langsung nyalahin orang kalo ada yang salah. Atau nggak langsung menjudge seseorang dari satu sudut pandang saja. Menghargai sebuah perbedaan, karena pikiran, pengetahuan, dan wawasannya nggak dangkal.”
Tere sendiri mengaku bahwa dirinya tipe orang yang membaca segala jenis buku. Tapi, bila ia boleh memilih, ia memang suka buku-buku seni dan biografi. Dari buku-buku tersebut, Tere mengakui lebih menghargai hidup. Khusus buku-buku biografi, ia mengaku bisa belajar dari kesuksesan dan kegagalan orang-orang sukses terdahulu.
“Tapi setelah saya masuk dunia politik, saya menambah bacaan buku-buku saya, dengan buku-buku politik dan buku-buku ketatanegaraan lainnya,” aku alumni Komunikasi Periklnanan Universitas Indonesia ini.
Dengan membaca buku-buku politik, Tere kian siap bertanggungjawab atas jabatan yang diembannya kini sebagai wakil rakyat di parlemen. Tere mengakui bahwa ranah politik adalah ranah yang baru baginya, namun ia juga yakin dengan kemauan yang kuat untuk belajar melalui buku dan pengalaman orang-orang di sekitarnya, kemampuannya dalam bidang ini bisa tergali. Ketika ditanya bagaimana menjaga kebiasaannya membaca di tengah kesibukannya saat ini menjadi wakil rakyat di DPR, Tere menjelaskan bahwa membaca adalah salah satu kegiatan yang wajib ada dalam kesehariannya.
“Sesibuk apapun saya, saya coba sempatkan membaca, minimalnya membaca tiga koran dan satu majalah di pagi hari sebelum berangkat beraktivitas.”
Tere juga menjelaskan tentang posisinya di DPR yang akan dimanfaatkannya untuk menggalang upaya meningkatkan minat membaca bagi anak-anak Indonesia. “Karena membaca itu penting dan harus sedini mungkin ditumbuhkan minatnya,” pungkas Tere yang menjadi mualaf sejak tahun 2000 silam.
Yups, kami tunggu aksi nyata DPR untuk upaya meningkatkan minat baca generasi bangsa, ya! [nyimas/foto: dok. tere]
(2002).
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




