CHICHA KOESWOYO: MENJEMPUT HIDAYAH DENGAN BUKU

Diposting: Kamis, 03 September 2009 / 15:55:26 | Oleh: annida | Kategori: Seleb Buku

Halaman ini diakses sebanyak: 597 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Sobat Nida mungkin nggak terlalu ngeh dengan nama Mirza Riadiani Kesuma. Selain sosok ini adalah artis cilik lawas era 1970-an, ia juga lebih dikenal dengan nama panggungnya; Chicha Koeswoyo. Kalau masih nggak kenal juga, coba tanyakan pada ayah-ibu kalian tentang pelantun tembang Helly, Senam Pagi, atau Chicha Natal Berbaris. Lagu yang Nida sebutkan terakhir memang menjadi tanda bahwa perempuan kelahiran Jakarta, 1 Mei 1968 ini adalah seorang kristiani.Tapi itu dulu, sebelum tahun 1986 saat dirinya resmi memeluk Islam. Perihal keislamannya ini, Chicha banyak mengaku pada media bahwa awal mula ia tertarik pada Islam karena tergugah ketika mendengar suara adzan di televisi. Ada getaran yang dirasanya berbeda ketika ia mendengar lafaz demi lafaz yang dilantunkan muadzin pada kalimat-kalimat adzan tersebut.

"Adzan tuh kayak magnet, punya kekuatan tersendiri yang menarik diri kita untuk stay mendengarkannya. Orang yang asal adzan aja bisa meneduhkan hati apalagi yang pake nada-nada yang bagus, wih, tentram deh! Tapi sebenarnya perjalanan hidayah saya dimulai ketika saya penasaran dengan kalimat-kalimat adzan tersebut dan saya berusaha mencari tahu lewat buku," papar Chicha yang saat ini mendirikan Goelali Foundation, sebuah yayasan yang berkonsentrasi menggalang kepedulian pada anak-anak Indonesia melalui media film.

Kegemarannya membaca memang sudah tumbuh sejak kecil. Buku-buku karya HC Anderson, Enid Blyton, dan Beatrice telah mengiringi masa kecil Chicha. Kegilaannya terhadap buku makin menjadi-jadi saat ia beranjak dewasa. Majalah remaja, novel-novel chiklit, hingga buku-buku pengembangan hobi yang nge-tren di masanya dilahap ludes oleh ibu dua anak ini kala itu.

"Puncaknya, saya malah tertarik dengan buku-buku agama, sebuah buku yang jauh dari gaya hidup hedonisme yang mendominasi bacaan saya waktu remaja. Bisa dibilang buku-buku agama yang say abaca adalah jembatan saya menjemput hidayah Islam yang Allah berikan hingga saat ini," tambahnya.

Soal kegiatan membaca, Chicha mengakui bahwa orangtuanyalah model yang paling berjasa dalam mengenalkannya pada dunia buku dan kata-kata. Mulai dari kebiasaan mendongeng sang nenek, berita sore di surat kabar yang kerap dibacakan lantang-lantang kepadanya, hingga berpantun dan berpuisi saat berada di acara keluarga.

"Kebiasan-kebiasaan itu yang membuat aku jadi suka dengan buku. Mau nggak mau karena sering melihat papa mama membaca di ruang keluarga, kita juga jadi penasaran dengan apa yang mereka baca," jelas istri dari Asdi Indra Kesuma ini.

Pentingnya membaca amat dirasakan betul. Ia mencontohkan peristiwa keislaman yang didapatnya dari banyak membaca buku-buku tentang agama Islam yang bukan sekadar mencerahkan, tapi juga memberikannya sebuah informasi tentang ketuhanan yang lebih shahih. Sayangnya, Chicha menilai saat ini minat baca anak-anak Indonesia sangat rendah. Ini juga terjadi pada kedua anaknya, Andi Rahmat Aqil Kesuma dan Andi Kinaya Putri, yang harus diprovokasi untuk menumbuhkan minat bacanya.

"Padahal waktu zaman saya kecil tuh buku kayak barang yang ajaib untuk anak-anak. Kita rebutan kalau sudah lihat buku. Mungkin zaman sudah berkembang, basisnya lebih ke teknologi. Jadi, harusnya bila anak-anak punya masalah dengan minat baca, orang-orang dewasa di sekitarnyalah yang harus mengembangkannya," pungkas Chicha. [nyimas]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :