Berani Mengakui Kesalahan
Diposting: Kamis, 04 Februari 2010 / 01:05:36 | Oleh: annida | Kategori: Sapa Nida
Halaman ini diakses sebanyak: 171 kali
Rating: 0
Assalamualaikum wr.wb.
Apa sih bedanya orang dewasa dengan yang masih belum dewasa (kalau tidak mau disebut kanak-kanak)?
Anak-anak biasanya “dididik” untuk menyalahkan hal lain di luar dirinya, misalnya ketika dia kejedot tembok, orangtuanya malah dengan sengaja memukul tembok dan berkata, “Uuh, tembok nakal!” bukannya memberitahu si anak untuk hati-hati. Sehingga di kemudian hari, sang anak merasa sah-sah saja melimpahkan kesalahan pada hal lain di luar dirinya.
Ketika ia terlambat masuk sekolah, ia akan menyalahkan
tukang angkot yang kebanyakan nge-tem, ketika ia tidak mengumpulkan tugas, ia
akan menyalahkan si rangking 1 di kelas yang tidak mau membantunya. Seharusnya
kebiasaan menyalahkan orang lain ini berhenti di masa anak-anak, tapi lucunya…
masih banyak kok yang berusia di atas
Apakah kita termasuk salah satu fenomena lucu tersebut? Mengaku dewasa, tapi masih menyalahkan “tembok” ketika terjadi masalah?
Semoga tidak lah ya.
Wassalam
Lampiran movie tidak tersedia.
Posting Sebelumnya
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




