Sastra Islam : Sumber Inspirasi Penulis Barat

Diposting: Selasa, 30 Juni 2009 / 20:46:54 | Oleh: annida | Kategori: Reportasis

Halaman ini diakses sebanyak: 771 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Reportasis Institut Studi Islam Darussalam, Pondok Modern Gontor

Semangat membangun peradaban Islam? Pastinya! Sebaik-baiknya umat haruslah bangga dan mengenal khazanah Islam dengan baik. Sastra Islam di dunia ternyata sangat besar. Bagaimana nggak, khazanah Islam yang satu ini banyak menyumbang untuk membangun peradaban. Wawasan intelektual muslim memang luas, bahkan Barat sekalipun banyak mengadopsi karya sastrawan muslim. Bagaimana sampai berkembang sastra Islam begitu jauh menjelajahi semua benua, hingga Eropa dan Amerika sebagai gudang karya sastra pun ikut terwarnai. 

Sastra punya bahasa sendiri di Inggris yaitu Literature yang artinya tulisan yang bersifat pribadi menurut kamus Oxford English Dictionary. Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah adab. Posisi sastra sendiri sangat penting dalam peradaban Islam karena dinilai dapat memenuhi kebutuhan religius dalam bentuk prosa, drama, dan puisi. 
“JAS MERAH…” kata Bung Karno. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mulanya, adab atau sastra Arab sudah berkembang pada abad ke -6. Waduh, kita lagi di mana ya? Waktu itu masyarakat Arab waktu masih jahiliyah, jumlah karya sastra belum begitu banyak. Ternyata sastra berkembang ketika agama Islam turun di Jazirah Arab, sastra Arab masuk babak baru. Al Quran telah memberikan pengaruh besar dalam semua kebudayaan, so jangan salah, kita umat muslim punya sastra yang istimewa.
 
Ada yang ngomong kalau Al-Quran karya sastra terbesar sepanjang masa tapi nyatanya lebih dari sekedar sastra. Bahkan merupakan firman atau kalam Allah SWT, sehingga sastra buatan manusia tidak sama dengan karya Allah. Dan ternyata perkembangan sastra dalam Islam pada umumnya cukup besar. Contohnya saja bermunculan novel -novel sastra, di Indonesia sendiri terkenal dengan Ayat Ayat Cinta, yang sudah ditayangkan dalam layar lebar karya Habbiburrahman El Shirazy. Lalu karya fenomenal lainnya Ketika Cinta Bertasbih yang juga difilmkan dan mengambil syuting di Mesir.

Nah, sekarang kita harus tahu dong kalibernya sastra Islam yang banyak dijadikan rujukan dunia. Seperti Kisah 1001 Malam (Alf Laylan Wa Layla) yang banyak menginspirasi penulis penulis Barat. Beberapa puisinya Goethe yang banyak menyebut “Syahrazad” (tokoh kisah 101 malam), belum lagi novel terkenalnya Wilhem Meisters Wonderrjhare (Tahun –tahun pengembaraan di Wilhem Meisters), dan juga puisinya William Wordswoth’s yang berjudul The Prelude (1805).

Tentunya sirah rasul atau jejak perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW juga memicu para sastrawan dan penulis muslim mengabadikannya dalam biografi. Wahhab bin Munabbih menjadi sarjana muslim yang pertama kali menulis sejarah Al-Sirah Al-Nabawiyah, yang paling popular ditulis Muhammad Bin Ishaq. Sastra Islam semakin pesat pada masa kekhalifahan, mulai bermunculan sastrawan muslim yang berpengaruh. Mereka menyampaikan sastra dengan puisi dan prosa dengan iringan musik. Puncaknya sastra Islam tumbuh ketika daulah Abbasiyah dengan pusat kebudayaan di kota Baghdad abad 8-M.

Nah, kalau baru-baru ini ada karya sastra yang cukup fenomenal mengguncang dunia yaitu The Da Vinci Code, novel yang mencoba menguak misteri kode bin tanda-tanda. Kamu pasti bangga mendengar ini, ilahi lastu lilfirdausi ahla wala aqwa ‘ ala naril jahimi Fahab li tawbatan waghfir dzunubi fainaka ghafirud dzambil adzimi. Ternyata senandung syair ini lho yang biasanya mengalun menjelang shalat maghrib atau subuh di masjid/musholah. Umurnya 11 abad, syair yang membanggakan bukan, karena masih eksis sampai sekarang.
 
Masih banyak tokoh tokoh Islam lain di mana zaman tetap mengabadikannya. Misalnya Imam Syafi’i, Ibnu Hazm, Muhammad Iqbal, Jalaluddin Rumi, Abu Yazid Al Bustami yang berkembang era 10-14 M. Dalam khazanah Indonesia ada Emha Ainun Najib, Helvy Tiana Rosa, Musthofa Bisri. Karya mereka semua menyerukan pesan pesan religius Islam, moralalitas, dan kemanusiaan. Suatu bentuk karya yang hebat. Karya sastra Islam di mana pun tetap mendapat perhatian lebih dan diperhitungkan.

Berpijak pada sejarah tadi, maka kita harus mengembangkan dan melestarikan sastra Islam dengan terus berkarya, berkaya dan berkaya. Kembali kita membangkitkan budaya dan membangun kejayaan peradaban Islam.

 

WAWANCARA 

Bagaimana Pandangan AndaTerhadap Karya-Karya Sastra Islam Sekarang?

Novel islami yang muncul saat ini lebih bersifat sebagai tandingan terhadap berbagai novel umum. Juga telah terbebani dengan isu-isu kontemporer. Dalam ceritanya justru banyak distorsi cerita cinta atau konflik sosial dari pandangan Islami. Berbeda dengan karya-karya Islam terdahulu yang lebih konsisten menyampaikan pesan filosofis, penggambaran masyarakat sosial yang real bukan hanya fiktif belaka. Lihat karya-karya Buya Hamka. Lebih tidak sepadan lagi bila dibandingkan dengan para filsuf Islam terdahulu, Ibnu Sina, Ibnu Thufail, Imam Al-Ghozali dsb, sastra tak hanya karya fiksi semata namun lebih bersifat gambaran pandangan filosofis dan teologis. 
Afith Ikhwanuddin, Ketua Dewan Mahasiwa ISID Siman
2.jpg Karya Islam sekarang belum sampai mengubah suatu peradaban tetapi terdapat ghiroh atau semangat. Apa lagi novel-novel yang baru muncul sekarang, yang kebanyakan untuk remaja karena anak muda sekarang seperti oase di padang pasir. 
Rizkal Fajri, Dewan Pembimbing Organisasi
3.jpg Sastra menurut kebanyakan orang adalah bentuk bahasa. Padahal secara umum, sastra dapat disebutkan sebagai karangan ataupun tulisan. Kalau boleh saya katakan sastra bukan hanya bahasa tapi suatu karya yang bisa menghasilkan inspirasi bagi orang lain dari karya tersebut seperti orang Barat yang sekarang banyak terinspirasi dari karya karya ulama Islam.
Abdul Syukur, Anggota Dewan Kehormatan Kampus ISID Siman
4.jpg Karya sastra Islam yang ada sekarang tak sampai merubah peradaban yang ada namun karya sastra Islam berada di nomor dua dalam hal pengaruhnya terhadap peradaban Islam 
Ma mun Affany, Penulis Novel

 

POLLING 


1. Karya sastra Islam mana yang kamu suka?

a. Buku Fiksi 18,75 %
b. Buku Sejarah 47,5 %
c. Film Islami 30 %
d. Dll 6,75 %

2. Adakah keinginan kamu untuk membuat karya sastra Islam?

a. Berminat 52,5 %
b. Tidak berminat 6,25 %
c. Hanya menyukai 35 %
d. Nggak tahu 6, 25 %

3. Apakah kamu yakin kita bisa mengambil kembali kejayaan Islam melalui karya sastranya?

a. Pasti yakin 72,5 %
b. Kurang yakin 16,25 %
c. Nggak yakin 5 %
d. Nggak tahu 6, 25 %

4. Ketika menulis apakah kamu terinspirasi dengan karya orang lain?

a. Iya 66,25 %
b. Tidak 10 %
c. Belum pernah berkarya 3,75 %
 
5. Habis membaca sebuah karya, apa yang kamu lakukan?

a. Mencatat hal yang penting 55 %
b. Mendiskusikan dengan teman 36,25 %
c. Tak ada yang dilakukan 6,75 %



TIPS NULIS KARYA YANG BAKAL BEST SELLER


Pengen nulis sebuah karya Islami yang best seller seperti banyak penulis muslim lakukan? Harus ada nilai-nilai yang mau disampaikan lewat karya kita. Yuk, ikuti tips-tipsnya.

1. Menata niat. Jangan sampai salah niat lho. Misi utamanya adalah ibadah kepada Allah SWT dan dakwah Islamiyyah. 
2. Be optimist! Tanpa keyakinan dan optimis, maka karya kita nggak akan pernah jadi best seller. Allah berfirman dalam hadits Qudsi yang artinya “Aku seperti apa prasangka hambaku”.
3. Man jadda wajada, artinya “siapa yang berusaha maka dapatlah ia”. Ngerti nggak maksudnya? Kalo mau dapetin sesuatu, ya harus usaha. Nggak ada sesuatu yang instant. 
4. Punya idealisme. Tulisan akan lebih mempunyai taste karena idealisme itu kekuatan jiwa yang memang sudah jadi prinsip. Insya Allah tulisan kita akan lebih punya power untuk jadi best seller
5. Bismillah, start now!

Lampiran movie tidak tersedia.

Tidak ada posting sebelumnya

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :