Pahlawan Yang Menulis Puisi

Diposting: Rabu, 11 Nopember 2009 / 18:31:19 | Oleh: annida | Kategori: Reportasis

Halaman ini diakses sebanyak: 1737 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Tim Reportasi Kantin Sastra, SMAN 1 Negeri Bekasi

Dari kiri atas: Rifda Jilan Syahidah, Syfia Haunan

Dari kiri bawah: Shafira Utari Ramadhani, Rizqia Sadida

 

"Tuhanku... Dalam termangu... Aku masih menyebut nama-Mu.." atau "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.." -mungkin- hanya dua sajak itu yang masih sempat terdengar di telinga para pelajar masa kini. Dua sajak dari dua puisi yang berbeda, yang juga dibuat oleh dua penyair berbeda yang sama tenar, yaitu Chairil Anwar dan Sapardi Joko D.

Bukan hanya Chairil Anwar dan Sapardi, sederet nama seperti WS Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, Amir Hamzah, Taufik Ismail, juga merupakan penyair terkenal kebanggaan nusantara. mereka yang terkenal bukan karena jabatan, harta, atau ketampanan. Mereka dikenal sebagai perantara rakyat bagi negara. Mereka hidup untuk merangkai kata. Mereka bangkit untuk menyampaikan fakta kepada pejabat negara yang berkecimpung dalam pemerintahan. Mereka melampiaskan emosi melalui puisi. Dan karena itulah, nama mereka dikenang.

Nah, seberapa hebatnya sih puisi itu? Kenapa banyak orang bisa dikenal karena puisi? Kenapa pula reportasis ini membahas tentang puisi?

Banyak tokoh berhasil menyampaikan aspirasi bangsa melalui puisi. Banyak negara menjalin persahabatan melalui puisi. Banyak decak kekaguman tercipta karena puisi. Banyak suara terdiam ketika sebuah puisi dibacakan. Bahkan, banyak orang yang dikenal karena puisi. Begitu banyak hal terhubung dengan puisi. Oleh sebab itulah, puisi merupakan karya yang hebat.

Sayangnya, tak banyak di antara kita yang mencintai puisi. Kebanyakan hanya sekedar menghormati atau menghargai puisi sebagai hasil karya, tanpa pernnah sedikitpun mencoba memahami apa yang dimaksud oleh si pembuat puisi.

Secara umum, semua orang -meskipun tidak menyukai puisi- mengakui bahwa puisi merupakan sebuah karya yang terukir indah, sarat makna (walau sulit dipahami), dan tersusun dari untaian kata-kata pilihan yang khas. Tapi, kenapa ya.. nggak semua orang suka puisi? Ada beberapa yang menganggap puisi sebagai suatu karya yang berlebihan, rumit, dan bertele-tele. Wajar sih, selera orang kan memang berbeda-beda. Namun, apa salahnya jika kita menyukai karya sastra yang satu ini? Yah, paling tidak, suka mendengarkan orang yang membaca puisi...

"Aku suka semua yang berhubungan dengan puisi." jawab Tantry Febrinasari yang kerap dipanggil Nana, ketika ditanya pendapatnya tentang puisi. Sayangnya, tak banyak orang seperti Nana. Langka. Bahkan bisa dikatakan langka. Di era yang serba modern ini, ternyata masih ada sosok yang mencintai puisi.

Keumala, siswi yang sekarang sedang bergulat dengan berbagai contoh soal UAN, pun mengaku sangat menyukai puisi. Bahkan, di tengah-tengah waktu belajarnya, ia bisa menulis puisi. Katanya, kapanpun ada inspirasi, saat itulah aku menulis puisi.

Atau... lain pula dengan komentar Rizqia Sadida, "Puisi? Biasa aja sih. Paling-paling suka baca doang." katanya diiringi cengiran kecil.

Kebanyakan dari remaja saat ini tidak memahami urgensi dari puisi itu sendiri. Tidak mampu menginterpretasikan karya sastra yang satu ini. Kebanyakan hanya menganggap puisi hanya dan sekali lagi, hanya : karya sastra.

Banyak yang lupa tentang makna dan keindahan yang terkandung dalam suatu puisi, terutama pada puisi ber-genre tertentu.

Ketika ditanya soal genre puisi yang disukai, Yuasti Hasna dengan cepat menjawab : puisi romantis. Tidak hanya Yuasti, sederet nama lain juga memiliki jawaban yang sama. Hanya segelintir orang yang menjawab dengan puisi perjuangan atau kepahlawanan, padahal ini merupakan genre puisi yang cukup sering kita baca. Mengapa? Salah satu faktornya adalah perbedaan diksi yang digunakan kedua genre puisi tersebut. Membaca puisi romantis, tentu saja, lebih mudah dicerna oleh kalangan remaja yang memang sedang giat-giatnya berkutat pada dunia "keromantisan".

Selain itu, faktor yang tidak kalah penting adalah kecintaan remaja terhadap para pahlawan. Ketika seseorang mulai melupakan jasa para pahlawan, mengabaikan perjuangan para pahlawan, atau tidak memahami makna pahlawan itu sendiri, orang tersebut cenderung tidak menyukai puisi kepahlawanan.

"Ibu juga suka baca puisi kepahlawanan karena Ibu sangat menghormati seorang pahlawan, yaitu sosok yang suka mengorbankan sesuatu untuk perubahan yang lebih baik." jawab Ibu Uswah, yang mengaku masih sering meluangkan waktu untuk menulis di sela-sela kesibukannya sebagai guru kimia.

""Ibu sering lhoo.. ngambil puisi yang di koran buat ibu bacain depan suami dan anak-anak." papar Ibu Nursariah sambil tersenyum. Kata beliau, beliau suka membacakan puisi-puisi semangat seperti puisi perjuangan atau kepahlawan. Menurut beliau, puisi ber-genre tersebut dapat meningkatkan semangat anak-anaknya. Sekalian juga mengingatkan anak-anak bahwa yang disebut pahlawan itu adalah termasuk orang-orang yang berani membela kebenaran di manapun, baik di sekolah, rumah, atau tempat lainnya. Di akhir pembicaraan, Ibu Nursariah menekankan bahwa untuk menjadi pahlawan, kita tidak harus berperang demi kejayaan negara. Mengharumkan nama sekolah atau menjaga nama baik keluarga juga merupakan suatu cara untuk menjadi pahlawan bagi orang-orang di sekitar kita.

Sepertinya, persepsi, penghormatan, dan penghargaan seseorang terhadap pahlawan dapat mempengaruhi tingkat kesukaan orang tersebut terhadap puisi kepahlawanan. Dengan kata lain, tingkat kesukaan seseorang terhadap puisi kepahlawanan merupakan salah satu indikator penghormatan kepada para pahlawan.

Rasanya agak sedih jika harus mengingat tentang rendahnya apresiasi remaja terhadap puisi kepahlawan. Padahal, puisi kepahlawan merupakan salah satu indikator kecintaan terhadap para pahlawan. Semoga saja, setelah hari pahlawan tahunini, banyak remaja yang sadar akan perjuangan para pahlawan sehingga lebih menghargai puisi kepahlawanan. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya? [Tim Reportasi Kantin Sastra, SMAN 1 Negeri Bekasi]

Wawancara

Apa sih genre puisi yang kamu suka? Kamu suka puisi kepahlawanan?

re1.jpg

Tantry Febrinasari XI-Ia-8

"Semua genre puisi aku suka, termasuk tentang pahlawan karena buat aku.. Pahlawan itu orang yang mampu memberikan kontribusi dan dedikasi bagi bangsa serta negara..."
re2.jpg

Triana Winni Astuti XI-Ia-8

"Pokoknya puisi yang bisa memotivasi... Makanya aku nggak terlalu suka puisi kepahlawanan. Feelnya kurang memotivasi aku. Tapi, aku tetap menghargai karena pahlawan itu kan sudah berjasa."
re3.jpg

Yuasti Hasna XI-Ia-4

"Romantis! Waaah, aku banget deh! Tapi kalau puisi kepahlawanan, nggak deh! Abis, menurutku, pahlawan itu yaaa.. mamaku. Bukan pejuang jaman dulu..."
re4.jpg

Keumala N. XII-Ia-2

"Romantis atau sosial... Ah, aku suka semuanya! Kepahlawanan juga aku suka. Bukan cuma pahlawan yang berjuang buat negara. Tapi semua orang yang rela berkorban demi sesuatu."
re5.jpg

Ibu Uswah (Guru Kimia)

"Sukaa.. semua sih sebetulnya, terutama yang bersifat sosial. Ibu juga suka baca puisi kepahlawanan karena Ibu sangat menghormati seorang pahlawan, yaitu sosok yang suka mengorbankan sesuatu untuk perubahan yang lebih baik."
re6.jpg

Ibu Nursariah (Guru BP)

"Yang romantis doong... atau yang semangat seperti puisi perjuangan para pahlawan dalam membela negara. Kalau menurut ibu, pahlawan itu adalah termasuk orang-orang yang berani membela kebenaran di manapun, baik di sekolah, rumah, atau tempat lainnya."
re7.jpg

Ibu Lutfiana Wardhani (Guru Ekonomi)

"Kadang-kadang masih suka baca puisi yang romantis, tapi.. yaa.. umur kan pengaruh juga. Sudah nggak sesemangat waktu remaja. Sekarang lebih cocok ke puisi yang bersifat sosial atau yang kepahlawanan. Pahlawan itu... orang yang berjasa karena telah berani berkorban demi suatu hal."

 

POLLING

1. Sejujurnya, apa kamu suka membaca?

a. Ngaku suka deh... 5%

b. Ngg.. bisa iya, bisa enggak (fifty-fifty) 5%

c. Nggak.. Weird banget sih! 3,3%

d. Suka banget, itu hobiku. 33,3%

e. Tergantung bacaannya... 53,3%

2. Apakah kamu suka puisi?

a. Suka dengerin yang baca doang.. 13,3%

b. Suka doong! Makanya aku sering menulis puisi.. 15%

c. Nggak ah.. puisi itu lebay! 11,7%

d. Suka sih, tapi aku nggak suka kalau disuruh membuat. 25%

e. Kadang iya, kadang nggak. Moody deh... 35%

3. Apa yang kamu perolah dari puisi?

a. Uang.. (kalau ikut lomba atau sayembara) 1,7%

b. Nggak ada sih, tapi sudah terlanjur jadi hobi tuh...! 3,3%

c. Refreshing .. Biar terhibur dan lupa dengan masalah atau PR yang menumpuk. 15%

d. Emang puisi ngasih apaan sih?! Kok aku nggak ngerasa dikasih? 28,3%

e. Mencurahkan dan mengekspresikan perasaan dan pikiran (..wow..) 51,7%

4. Seberapa sering kamu melakukan kegiatan tersebut?

a. Setiap hari 6,7%

b. Yaaa.. kalau ada kesempatan aja! 16,7%

c. Minimal seminggu sekali (kadang bisa dua kali atau lebih) 0%

d. Tergantung feeling, misalnya kalau lagi falling in love 25%

e. Kalau ada tugas aja (dari guru, misalnya) 51,6%

5. Jenis puisi apa yang kamu sukai?

a. Romantis 21,7%

b. Kepahlawanan atau Perjuangan 3,3%

c. Nggak ada yang suka, dari tadi kan cuma ngaku-ngaku aja.. 16,7%

d. Sosial (Kehidupan sehari-hari) 13,3%

e. Semua suka 45%

6. Mengapa?

a. Asyik aja.. 15%

b. Artinya dalam, menyentuh perasaan.. Kadang menyemangatkan kita 35%

c. Puisi yang sederhana.. polos.. dan jujur 16,7%

d. Mengandung arti pengorbanan yang tulus (oooh..) 5%

e. Nggak kenapa-kenapa.. Maen silang aja! 28,3%

7. Bagaimana pendapatmu tentang puisi Kepahlawanan (Perjuangan)?

a. Sangat bagus, mengenang jasa para pahlawan bagi negara. 20%

b. Kadang-kadang bisa meningkatkan nasionalisme serta kecintaan untuk memajukan negara.. 40%

c. Membosankan.. Jadul.. Nggak "GAHOELZ" getoh! 11,7%

d. Puisi yang hebat.. Diksi atau pemilihan katanya punya karakter tersendiri. 18,3%

e. Bagus sih.. Tapi aku lebih suka genre yang lain seperti romantis atau sosial... 10%

8. Seberapa penting sih arti "Kepahlawanan" buat kamu?

a. Sangat penting! Itu dasar nasionalisme dan indikator kualitas suatu bangsa! 38,3%

b. Lumayan penting sih kalau menurutku.. 10%

c. Yaa... biar ada yang upacara pas Hari Pahlawan aja. 5%

d. Penting, terutama bagi pembentukan pribadi dan mental generasi muda. 26,7%

e. Ke-Pahlawan-an = Hal-hal yang berhubungan dengan / bersifat seperti pahlawan 20%

Lampiran movie tidak tersedia.

Komentar ditutup untuk posting ini.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :