Itang-itung Budget Beli Buku
Diposting: Selasa, 20 Oktober 2009 / 13:37:25 | Oleh: annida | Kategori: Reportasis
Halaman ini diakses sebanyak: 308 kali
Rating: 0
Reportasis oleh Tim Mading SMA Negeri 14 Kota Tangerang
Ritha Puji Astuti, Wulan Handanawati, Cut Sahara, Lugina Larasati
"BACALAH!" Begitu pinta malaikat Jibril kepada Muhammad, sewaktu turunnya surat Al A la di Gua Hira. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu. Di surat yang pertama kali turun itu, Allah memerintakan rasul-Nya untuk membaca. Kira-kira, baca apaan dan apa sih manfaatnya?
Hemmm, tak bisa dipungkiri, membaca memang super penting. Banyak manfaat bisa kita petik dari segala jenis bacaan. Jika buku jendela dunia, maka dengan membaca dunia akan terbentang dan kita bebas menjelejahinya sampai puas. Kalau kurang bacaan, dijamin deh celingukan kayak katak dalam tempurung.
Tapi, apakah kegiatan membaca ini masih dianggap menarik di kalangan remaja kita? Seberapa berminatnya sih sobat-sobat muda mengudap bahan bacaan? Lantas, berapa besaran yang biasa mereka keluarkan untuk membeli buku?
Krisis ekonomi dunia yang menyeruak beberapa tahun belakangan tentu berdampak pada kemampuan memperoleh bacaan. Kalau yang kantongnya tebal lantaran ortunya tak henti mensubsidi, mungkin tak masalah. Tapi kalau yang perekonomian keluarga masih kembang kempis, oh God, tentu kudu menahan diri dari keinginan memborong novel, komik dan yang lain.
Kenyataan
ini memaksa kita buat berhemat. Jika beli di toko terasa berat, pinjam atau
beli yang bekas pun lumayanlah. Ini pula yang ditempuh siswa-siswi SMA Negeri
14 di Batujaya, Kota Tangerang. Buku-buku bacaan bisa didapat dari perpustakaan,
pinjaman dari teman, ataupun membelinya di tempat buku-buku bekas yang harganya
terjamin murah.
Dian Pangestu Utami, siswi
kelas XII merupakan salah satu remaja kita yang sangat gemar membaca. Ia hobi
banget membaca novel. Gadis yang aktif di organisasi Paskibra
ini ini memasang budget nggak lebih dari Rp 100 ribu dalam sebulan.
"Iya,
uang seini harus cukup buat beli bacaan yang bagus. Biar dapat banyak, Dian
nyari bukunya di tempat buku-buku bekas jadinya lebih murah trus hemat.
Lagipula, bukunya masih layak pakai kok, nggak harus baru," ujarnya.
Lain lagi sama July Abdul Salam. Cowok yang akrab dipanggil July ini punya lebih banyak kesempatan untuk memenuhi "hasrat"nya memborong buku. Ia bisa menyisihkan uang sebesar Rp 650 ribu, untuk 2-3 bulan. Banyak banget ya, beli buku apaan sih?
Buku
yang dibelinya bukan novel atau fiksi-fiksi lain yang membahas cinta
dan persahabatan lho. Tapi buku-buku pengetahuan berbahasa asing dan
ensiklopedia.
"July baca buku bahasa asing supaya makin berkembang, dari buku itu juga bisa mengenal negara luar, baik bahasanya, tempatnya, terus kehidupannya juga," paparnya. Meski buku-buku yang dimaksud relatif mahal, toh budgetnya kerapkali bersisa. "Kalau lebih ditabung," katanya santai.
Sayang, tak banyak remaja kita yang seperti July dan Dian ya. Walaupun ngaku-ngaku hobi baca, kebanyakan pelit buat merogoh kantongnya untuk beli buku. Uang saku mereka tersedot untuk hal-hal konsumtif yang kosong seperti nge-net yang nggak jelas, nongkrong di mall dan beli-beli perlengkapan untuk mendukung penampilan luar saja. Seperti baju yang lagi up to date, aksesoris sampai alat make up. Salah seorang yang tak menutup-nutupi hal ini ialah Amalia Kus Indarty. Ia memang suka membaca dan membeli buku dengan nyediain budget sendiri, namun Lia menyisihkan uangnya sekitar Rp 50 ribu per bulan.
"Paling
buat beli buku novel lima puluh ribu. Dan kalau nggak beli buku, jadinya beli
baju, sama alat - alat make up," tutur Lia.
Sementara, Bu Neneng guru
Bimbingan Konseling (BK) di SMA Negeri 14 Tangerang contoh orang dewasa yang
masih tampaknya gagal menjaga hobinya membaca lantaran kesibukan.
"Ibu
membaca paling kalau hari Minggu, itu juga membaca koran. Dulu sih sering
setiap hari tapi semenjak punya anak ya ibu harus mengurusnya juga, mengurus
rumah, dan mengajar," begitu ujar Bu Neneng.
Waktu
ditanya tentang kebiasaan membeli buku, Bu Neneng mengaku tidak terlalu
memfokuskan keperluan untuk membeli buku. Jika hanya ada uang lebih saja ia
akan membeli buku yang dibutuhkan.
Buku yang tergolong sering
dibeli adalah buku-buku mengenai psikologi manusia, perkembangan komunikasi,
dan kepribadian diri manusai. Yeah, namanya juga guru BK.
Sepertinya, persoalan dana tidaklah menjadi penyebab utama jarangnya seseorang membaca apalagi membeli buku. Tengok saja, remaja tak pelit untuk membayar jasa warnet demi memelototi situs-situs pertemanan seperti Friendster, Facebook, Twitter, dsb. Jejaring sosial inilah yang lebih banyak dikunjungi oleh anak muda zaman sekarang dibandingkan perpustakaan atau toko buku. Bagaimana dengan Sobat Nida yang lain? [Tim Mading SMA Negeri 14 Kota Tangerang]
WAWANCARA
Bacaan apa sih yang paling disuka, biasanya berapa jatah untuk membeli buku tersebut?
![]() |
"Ibu suka baca buku psikologi, komik, sama buku keagamaan. Untuk budget tidak banyak, paling banyak seratus ribu dan itu pun bisa terkumpul dalam waktu 3 bulan. Dan Ibu sangat menghargai siswa - siswi yang suka membaca, karena membaca itu gerbang mencari ilmu." Bu Yosea, Guru Kimia, pembina PMR. |
| "Saya suka banget baca ensiklopedia. Pokoknya harus bisa menyisihkan uang
sekitar enam ratus lima puluh ribu untuk beli ensiklopedia. Walau mahal,
buku-buku ini jauh lebih menantang buat dibaca, karena bikin kita pintar, tahu
banyak hal." July Abdul Salam, Kelas XI IPA |
| "Paling suka novel. Soalnya buku-buku fiksi lebih menghibur dan nggak terlalu
berat. Budget buat beli buku paling lima puluh ribu, ini juga belum tentu
dibeliin semuanya."
Suci, Kelas XII |
Polling
Sumber: Siswa-siswi SMA Negeri 14 Tangerang, pada akhir September 2009.
1. Suka baca buku nggak sih?
a.
Ngaku suka 70 %
b. Suka dan selalu nyempetin
buat baca 10 %
c. Suka tapi kadang-kadang
saja 20 %
d. Nggak suka 0 %
2. Darimana mendapatkan buku bacaan?
a. Pinjam dari teman 40 %
b. Beli dong! 30 %
c. Manfaatin koleksi
perpustakaan 10 %
d. Lain-lain 20 %
3. Apakah kalian menyisihkan uang saku dan "salam tempel" lebaran untuk membeli
buku?
a. Yups, tentu saja 20 %
b. Nggak lah, mending buat
jajan 30 %
c. Lihat-lihat dulu lagi butuh
apa 10 %
d. Kadang-kadang 40 %
4. Jenis bacaan apa yang paling menarik?
a. Majalah 30 %
b.
Novel 30 %
c. Komik 10 %
d. Buku pengetahuan 30 %
5. Apa yang kalian peroleh dengan membaca?
a. Wawasan bertambah, terhibur
pula 80 %
b. Jadi lebih termemotivasi 20
%
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.






