Penerbit Edelweiss: Follower yang Selektif Dengan 2M

Diposting: Sabtu, 31 Oktober 2009 / 19:44:06 | Oleh: annida | Kategori: Profil Penerbit

Halaman ini diakses sebanyak: 695 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Annida-Online-Berdiri pada pertengahan tahun 2007, sebagai salah satu anak perusahaan penerbit Pustaka Iman, Edelweiss sengaja hadir untuk membidik pecinta cerita fiksi Indonesia yang jumlahnya kian melesat dari tahun ke tahun. Maka, tak heran bila buku-buku yang diterbitkannya adalah buku-buku fiksi berbagai genre, mulai dari genre sejarah, fantasi, hingga karya sastra dari berbagai negeri.

"Sebenarnya Edelweiss nggak mengkhususkan diri pada salah satu topik, karena bisa dibilang kami adalah follower dengan mengikuti minat pasar. Buku-buku apa saja yang tengah menjadi tren penerbitan saat ini itulah yang kami terbitkan. Tapi Edelweiss tetap selektif," jelas Cecep Romli, Manager Produksi, penerbit Edelweiss.

Cecep, begitu ia disapa, menjelaskan bahwa selektivitas yang dilakukan oleh penerbit Edelweiss ini disesuaikan dengan visi misi Pustaka Iman yang menjadi paying perusahaan penerbit Edelweiss yang menitikkan pada kebermanfaat bagi umat sesuai dengan nilai-nilai Islami pada karya-karya yang akan diterbitkan. Oleh karenanya, walaupun mengaku sebagai penerbit yang  follower, setidaknya Cecep menjelaskan ada dua kriteria yang menjadi pertimbangan Edelweiss untuk berbagai buku-buku hasil produksinya; mutu dan marketable.

"Walaupun tema tertentu tren menjadi tren pasar, misalnya seksualitas, bila dari sisi nilai tidak bermutu, dan tidak memenuhi nilai-nilai moralitas dalam kebaikannya nggak akan kami produksi. Itu standar Edelweiss yang nggak bisa diganggu gugat," lanjut Cecep.

Menurut ayah dua anak ini, syarat selanjutnya, yaitu marketable adalah syarat yang dibutuhkan para penulis yang berminat untuk menerbitkan buku-bukunya di Edelweiss. Artinya, penulis harus memperhatikan betul hal-hal dari yang sifatnya teknis hingga ideologis dalam penggarapan sebuah buku. Hal-hal semacam ide yang menarik, orisinal, yang tengah menjadi tren di pasaran, penguasaan bahasa yang mengalir, enak dibaca, dan jalinan cerita yang seru, adalah yang perlu diperhatikan oleh penulis bila ingin menerbitkan naskah tulisannya menjadi sebuah buku di Edelweiss.

"Nggak usah khawatir, karena walaupun 65 persen buku-buku yang kami terbitkan adalah buku-buku sastra terjamahan dari Barat hingga Timur Tengah, tapi naskah yang berasal dari penulis-penulis lokal tetap menjadi prioritas penerbitan Edelweiss," imbuh pria kelahiran 1 September 1974 ini.

Hubungan antara penulis lokal dan Edelweiss sendiri terbilang cukup harmonis. Hal ini adalah komitmen Edelweiss yang bukan saja memberikan layanan terbaik bagi para pembacanya, namun juga bagi para penulisnya. Cecep menilai Edelweiss dan para penulisnya memiliki hubungan dua arah yang saling menguntungkan. "Jadi nggak ada yang boleh saling mendominasi. Semua hal, dari yang kecil sampai yang besar, seperti masalah pembayaran royalti bagi penulis sebesar 7-10 persen hingga desain cover dan isi buku, Edelweiss yang mengurus atas hasil diskusi dengan penulisnya."

Menarik, kan?

Nah, bagi penulis yang juga tertarik untuk menjajal peruntungan naskahnya di Edelweiss, sedikit bocoran dari Pak Cecep nih tentang naskah-naskah buku yang tengah diburu oleh Edelweiss. Naskah-naskah buku seputar memoar, traveling, buku fantasi anak, hingga buku-buku yang ditulis oleh anak-anak yang punya nlai imajinatif, kebermanfaatan yang universal, inspiring, seru, menarik dan mengalir untuk dibaca, adalah beberapa naskah yang saat ini tengah dicari oleh penerbit Edelweiss.

"Silahkan bagi mereka yang punya kapabilitas menulis buku-buku tersebut, Edelweiss sangat appreciate  dan menunggu sekali karya-karya tersebut, dengan catatan ya harus memenuhi standar marketable yang artinya prospektif untuk dijual," urai Cecep lagi.

Untuk bisa lebih ngeh dengan standar yang diterapkan oleh Edelweiss, Cecep menyarankan untuk banyak membaca buku-buku terbitan Edelweiss, seperti Prabu Siliwangi, Giganto, Rahasia Kaum Falasha, dan lain-lain. Selain buku-buku tersebut memang menarik untuk dibaca, dari sana juga penulis bisa mempelajari standar mutu Edelweiss.

Sementara Sobat Nida membaca buku-buku terbitan Edelweiss dan mempersiapkan naskah-naskah terbaik untuk diterbitkan di Edelweiss, catat juga alamat dan website Edelweiss, ya, karena di web-nya sendiri Edelweiss banyak memberikan informasi tentang berbagai informasi tentang buku-buku terbaru dan penerbitannya. [nyimas]

Penerbit Edelweiss

Alamat: Jl. Raya Limo No. 3, Cinere, Depok 16514

Telepon/Fak: 021-7546162

Website: www.ptiman.com

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :