Riza Aris Apriady : Ahli Teknologi Pangan Indonesia Masa Depan

Diposting: Kamis, 27 Agustus 2009 / 17:19:46 | Oleh: annida | Kategori: Muda

Halaman ini diakses sebanyak: 900 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Syamsa

 

Sobat Nida, Muda kali ini menampilkan satu lagi profil remaja muslim Indonesia yang mengharumkan Merah Putih di dunia Internasional, Riza Aris Apriady, setelah bersama keempat rekannya dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi juara 3 dunia di ajang lomba Developing Solutions for Developing Countries Competition yang diadakan oleh Institute of Food Technologist Students Association (IFTSA) di Anaheim, California, Amerika Serikat pada Juni 2009 lalu. Subhanallah... 
Btw, lomba apaan sih itu? Yee... yang pasti bukan tanding bulutangkis lah.
Penasaran dong... makanya ikutan kulik-kulik profil taMU niDA edisi September ini yach!

Cowok kelahiran Bandar Lampung, 7 April 1987 ini mengaku bercita-cita menjadi seorang ahli teknologi pangan, unik kan? Akan tetapi ini bukanlah cita-citanya sejak kecil (lagian... emang siapa anak kecil yang udah kenal istilah ahli pangan?), dulunya Riza ngebet pengen jadi dokter. Apa boleh buat, Allah justru membelokkannya kuliah di jurusan ilmu dan teknologi pangan IPB. Rupanya pilihan Allah terbukti yang terbaik, Riza menerima banyak sekali ilmu mengenai kesehatan di sini, bahkan berhasil mewujudkan impiannya ke luar negeri Juni kemarin. 

"Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa saya memilih untuk kuliah di jurusan ilmu dan teknologi pangan. Di antaranya yaitu jurusan ilmu dan teknologi pangan merupakan salah satu jurusan terbaik di IPB. Untuk tingkat nasional, jurusan ilmu dan teknologi pangan IPB merupakan jurusan teknologi pangan yang tertua di Indonesia." Wah, catat tuh! Bagus buat referensi teman-teman yang mau ikut ujian masuk universitas, biar lebih kreatif. Jangan pilih jurusan itu-itu aja dunk! 

"Selain itu untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan pangan di Indonesia baik perusahaan yang berskala nasional maupun multinasional juga mendapat kemudahan." Tambah cowok yang gape bahasa Inggris ini berpromosi, "Alasan terakhir, melihat kondisi Indonesia yang masih banyak masalah terhadap pangan terutama kekurangan gizi, kurangnya akses untuk mendapatkan pangan yang sehat, bergizi, dan higienis membuat saya tertarik untuk memberikan kontribusi agar dapat mengurangi masalah pangan bangsa kita." Insya Allah niat baik bakal direstui Allah ya, Riz! Amiin.
Setelah 8 semester bergulat di jurusan ilmu dan teknologi pangan, Riza so pasti memperoleh pengetahuan mendalam tentang makanan, nggak sekedar berprinsip makan asal kenyang atau hidup untuk makan. Nah, Riza yang merupakan pecinta novel-novel menginspirasi seperti Laskar pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Ketika Cinta Bertasbih ini memaparkan sedikit ilmu yang didapatnya di bangku kuliah untuk sobat Nida.

"Setidaknya ada 4 bidang ilmu yang berkaitan dengan pangan yang saya peroleh di sini, di antaranya yaitu kimia, mikrobiologi, rekayasa dan proses, analisis, mutu dan keamanan pangan. Saya belajar struktur kimia karbohidrat, fungsinya di dalam bahan pangan, saya belajar tentang aktivitas air yang berkaitan dengan keawetan bahan pangan, ilmu mengenai mikrobiologi terkait bakteri-bakteri yang bermanfaat bagi manusia, selain itu saya juga mempelajari bakteri yang berbahaya di bahan pangan. Nah kalau sudah tau bakterinya berbahaya, baru deh kita cari tahu cara mengatasinya, baik itu dengan proses pemanasan maupun dengan proses pendinginan. Saya juga mempelajari bagaimana membuat produk pangan yang melibatkan bakteri, salah satu contoh produk pangan yang pernah saya buat sewaktu praktikum yaitu nata de coco, tempe, dan yogurt." Wooy, yang lagi puasa dilarang ngiler! (kecuali kalo lagi baca ba da Maghrib)

"Saya juga mendapatkan ilmu mengenai proses pengolahan pangan, mulai dari bagaimana mengolah pangan yang baik sehingga dapat menghasilkan produk pangan yang sehat, bergizi, higienis, dan dapat disukai oleh konsumen. Saya mendapatkan pengajaran bagaimana membuat produk kamaboko, cookies, roti tawar, roti manis, ikan dalam kaleng, dan lain lain. Juga mempelajari cara-cara menganalisis parameter mutu dari suatu produk pangan. Menganalisis kadar air, mineral, protein, lemak, abu yang terdapat di dalam produk pangan. Selain itu saya juga mempelajari bagaimana cara mendeteksi adanya senyawa kimia lain yang berbahaya di produk pangan seperti boraks maupun formalin. Dengan demikian konsumen yakin bahwa produk yang dikonsumsinya itu aman." 

Wow, subhanallah... kompleks sekali yah! Kalau Nida sih cuma tahu cara makan, masak air, nasi, sama mi instan. Hmm...
Ngomong-ngomong tentang mi instan, sobat Nida musti tahu kalo kemenangan Riza bersama Galih Nugroho, Ari Try Purbayanto, Kamalita Pertiwi, dan Catherine Haryasyah di ajang lomba Developing Solutions for Developing Countries Competition (DSDC) yang diselenggarakan di California Juni 2009 lalu adalah berkat ide brilian mereka yang terinspirasi dari mi instan! Loh? Apa maksudnya?

Kalau buat kita yang awam, mi instan paling banter bisa disulap jadi pizza mie (mi digoreng pake telor, nyam...nyam), nah... di tangan para ahli teknologi pangan ini... mi instan jadi berbeda 180 derajat loh! Mereka membuat penelitian mengenai mi instan yang terbuat dari jagung dan difortifikasi dengan zat-zat gizi untuk ibu hamil. Huaa... cool!

"Lawan-lawan kita ada yang dari Belanda dan Afrika Selatan. Tim Belanda merupakan mahasiswa Magister (S2), nah kita berlima cuma anak S1. He... he... rada jauh berbeda kemampuannya. Tapi yah kita berlima pede aja lagi. Selama perlombaan pun kita mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para penonton dan juri. Alhamdulillah ternyata berhasil menggondol juara 3."

Riza mengkonfirmasi bahwa penelitian tersebut baru penelitian awal, insya Allah ke depannya akan ada penelitian lanjutan, dan mudah-mudahan bisa diproduksi massal biar para bapak nantinya nggak usah bingung beliin makanan untuk ibu-ibu yang lagi pada ngidam ya, Riz. Hehe. 

Terakhir, Nida menanyakan pendapat Riza tentang remaja Indonesia saat ini. Mau tahu jawaban cowok aktif berorganisasi yang dua tahun berturut-turut memenangkan lomba debat berbahasa Inggris di IPB ini?
"Well, remaja indonesia saat ini menurut saya sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Remaja indonesia saat ini telah banyak menorehkan prestasi-prestasi baik di nasional maupun internasional. Namun sayangnya hanya sedikit dari prestasi-prestasi mereka yang di publish ke masyarakat, sehingga masyarakat Indonesia kurang begitu tahu prestasi apa saja yang berikan oleh para remaja indonesia untuk bangsanya. 
Oya, di lain pihak masih sangat banyak remaja indonesia yang harus putus sekolah karena ketiadaan biaya untuk pendidikan. masih banyaknya juga remaja Indonesia yang dihantui dengan kebiasaan buruk seperti seks bebas, drugs, maupun pergaulan buruk yang lainnya. Dengan demikian mereka tidak dapat menunjukkan prestasi mereka kepada dunia. Sayang sekali."

Oke deh Riza, mudah-mudahan ke depannya semakin banyak sobat kita yang berprestasi di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan dipublikasikan besar-besaran biar seluruh masyarakat tidak lagi berkata MAJOI (Malu Aku Jadi Orang Indonesia) yah! Tentu tidak hanya berprestasi di mata dunia yang fana ini, tapi juga berprestasi di mata Allah. Amiin yaa robbal alamiin.


Biodata Singkat

Nama : Riza Aris Apriady
Ttl : Bandar Lampung, 7 April 1987
Motto : Ora et Labora
Prestasi :

 

Year Achievement Level
2009 Developing Solutions for Developing Countries Competition 3rd Winner (international)
2009 Entrepreneur Development Program Granted
2009 Student Creativity Program Research Granted (national)
2008 Innovative Entrepreneur Challenge Finalist (national)
2008 IPB Debating Competition (Fun with English) 1st winner (Local IPB)
2007 Student Creativity Program Research granted (national)
2007 IPB Debating Competition (Fun with English) 1st winner (local IPB)
2006 Student Creativity Program Research Granted (national)
2006 Academic Scholarship Program Granted
2004 The Best Studen 2nd Winner (local SMA N 2)
2002 The Best Studen 2nd Winner (local SMP N 22)
2001 The Best Studen 2nd Winner (local SMP N 22)

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :