Muhlasin: Berawal dari Campursari, Berakhir Jadi Prestasi

Diposting: Sabtu, 02 Januari 2010 / 13:02:41 | Oleh: annida | Kategori: Muda

Halaman ini diakses sebanyak: 517 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

“Kalau generasi muda Indonesia lebih tertarik belajar kanji dari China, hiragana dan katakana asal Jepang, atau tulisan Arab, karena katanya tulisan-tulisan tersebut artistik dan unik. Saya jadi terpacu untuk mengenalkan aksara Jawa yang sama unik dan artistiknya—bahkan lebih menarik menurut saya—pada generasi muda kita.” –Muhlasin.

 

FPB = Bukti Peduli Budaya Bangsa

Sosoknya cukup sederhana. Sesederhana tujuannnya saat mengikuti ajang Festival Pemuda Berprestasi (FPB) 2009 yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Annida-Online.com. Menurutnya, menang bukanlah tujuan utama mengikuti ajang yang diselenggarakan sejak tahun 2006 ini. Tak heran pula bila pria kelahiran 28 Mei 1985 ini tetap mengembangkan senyumnya meski ia gagal membawa pulang hadiah uang tunai Rp 15.000.000 sebagai 10 nominator terbaik FPB 2009.

“Saya hanya ingin melestarikan budaya bangsa, khususnya budaya Jawa, dengan karya yang saya hasilkan. Melalui FPB 2009 ini saya ingin memperkenalkan gagasan sederhana saya dalam merawat aksara Jawa. Itu saja,” jelas Muhlasin.

Software pembelajaran aksara Jawa yang digagasnya merupakan satu-satunya produk dari peserta FPB 2009 yang memiliki konsentrasi dan tujuan pada kelestarian budaya bangsa, khususnya budaya Jawa. Keahlian Muhlasin di bidang komputer memang menjadi modal utamanya dalam menciptakan program komputer dengan aksara Jawa. Namun, Muhlasin mengakui bahwa keprihatinannya terhadap kelestarian aksara Jawa yang kian hari kian terancam, meletupkan semangatnya dalam mencari media alternatif untuk kelestarian aksara Jawa.

Maka, dibantu dua orang sahabatnya, Andi Kurnianto dan Halim Mufid, akhirnya Mahasiswa jurusan Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Malang ini, membuat aplikasi program computer untuk aksara Jawa. Nuansa khas Jawa pun mengalir dalam perangkat lunak (software)-nya. Seluruh tampilan yang ada di dalam program tersebut menggunakan aksara Jawa. Mulai dari menu wilangan (bilangan), sandhang khusus (tanda baca khusus), aksara caraka (aksara inti), aksara murda, aksara swara (huruf vokal), sandhangan (tanda baca), aksara rekaan (aksara serapan dari bahasa asing), maupun pratandha (aksara pasangan atau bentuk mati dari aksara inti).

“Yang pasti, saya membuat software ini dengan semangat menjaga warisan leluhur kita bagi generasi muda. Oleh karenanya, saya buat sesimple mungkin dan menyenangkan dalam penggunaaan, tapi tetap mengandung esensi utamanya; pembelajaran aksara Jawa. Boleh dikatakan software ini bisa digunakan oleh siapapun, tak terkecuali oleh anak muda di luar Jawa,” tegas pria asal Ambulu, Jember, Jawa Timur.    

 

Aplikasi Sederhana, Sarat Guna        

Soal kesederhanaan aplikasi software yang dibuatnya, Muhlasin memang tak sedang membuat janji. Dengan sigap ia mempraktikkan cara penggunaan temuannya yang rencananya akan dipatenkan itu. “Jadi, pengguna komputer tinggal menulis dengan menggunakan bahasa Jawa, nanti dengan sendirinya akan keluar dua tampilan; ada tampilan tulisan latin juga aksara Jawanya. Tinggal diperhatikan bentuknya, lama-lama pasti hafal dan ngeh, mudah kok!”

Sebelum diikutsertakan dalam ajang FPB 2009, temuannya ini telah diujicobakan di beberapa sekolah menengah pertama pada April 2008 lalu. Dan, hasil ujicoba tersebut diakui Muhlasin cukup mempengaruhi minat dan tingkat efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran aksara Jawa. Oleh karena itu, karyanya ini juga sudah diakui oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

 

Berkat Ajisaka dan Campursari

Kecintaan Muhlasin pada aksara dan bahasa Jawa tak perlu diragukan lagi. Bukan sekadar pria penyuka traveling ini orang Jawa asli. Lebih dari itu, sejak kecil Muhlasin adalah penggemar tembang-tembang campursari. Dari sinilah ia selalu ingin mengetahui makna dan tulisan dari lirik-lirik tembang campursari yang didengarnya.

“Koleksi lagu-lagu saya dari dulu sampai sekarang ya lagu-lagu Jawa yang alirannya campursari, sampai sekarang nggak berubah karena campursari itu juga fleksibel, dia bisa dibawakan dalam aliran pop, dangdut, bahkan rock. Yang terpenting, saya suka campursari karena itu adalah hal yang paling khas dari budaya di sekitar rumah saya, menenangkan, dan membuat saya selalu dekat dengan kampung halaman di Ambulu,” tutur Muhlasin.

Menurut Muhlasin, tembang-tembang campursari yang didengarnya saat kanak-kanak berisi nasihat, petuah, atau keteladan tokoh-tokoh dalam kisah-kisah sastra Jawa. Nggak heran juga bila Muhlasin pun akrab dengan beberapa karya sastra Jawa, mulai dari berbagai literatur Jawa yang membahas tentang legenda Aji Saka, hingga beberapa kitab sastra Jawa yang cukup terkenal seperti kitab Sutasoma, dan lain-lainnya, pernah ia baca.

“Bahan untuk membuat software aksara Jawa ini pun saya dapatkan dari salah satu literatur Jawa kuno; kitab Pepak. Di sana, aksara yang digunakan masih asli menggunakan aksara ha, na, ca, ra, ka. Inilah yang kemudian saya modifikasi dalam software agar tampak lebih sederhana dan mudah digunakan oleh pengguna atau yang mempelajari bahasa Jawa tingkat pemula,” jelas putra pasangan (alm) Rubai dan Arumsih ini.

Bagi Muhlasin, karya sastra Jawa yang telah diwariskan oleh para pendahulu sarat filosofi hidup yang masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan saat ini. “Makanya, kisah-kisah ini bila diceritakan kembali bisa jadi pelajaran moral dan budi pekerti yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa kita. Kisah-kisah ini mungkin juga bisa mencegah arus budaya globalisasi yang datang dan mewarnai budaya bangsa kita.”

 

Mahasiswa Komputer yang Tak Memiliki Komputer

Percaya nggak, kalau Sobat Nida yang satu ini memang punya semangat berprestasi yang luar biasa. Bahkan ketika ia berada dalam kondisi yang serba terbatas. Di tahun-tahun awal kuliah, ia bahkan tak memiliki komputer padahal ia mahasiswa ilmu komputer yang intensitas berhubungan dengan teknologi ini sangatlah tinggi.

“Kesulitan, pasti. Tapi kan banyak jalan menuju Roma. Dulu saya memang terkenal dengan julukan mahasiswa komputer yang nggak penuya komputer. Terasa banget ngampus kayak nggak modal, hehehe,” kata Muhlasin sambil tertawa.

Sadar bahwa ia bukanlah mahasiswa kaya, ia justru mengkondisikan dirinya untuk senantiasa berkarya meski di tengah gurun Sahara, di mana teknologi, sarana, dan prasarana sangat jauh untuk dijangkau. Menurutnya, bila saat ini ciri manusia modern adalah tergantung pada teknologi dan alat, maka ia sendiri berpendapat bahwa manusia modern adalah manusia yang mampu menghasilkan alat di tengah keterbatasan diri dan lingnkungan.

“Jadi, nggak ada alasan nggak mau ikutan kompetisi karena nggak punya uang untuk beli kertas dan tinta. Berhenti menulis karena nggak punya komputer. Nggak bisa apa-apa karena nggak punya sarana pendukung. Itu yang menurut saya keliru, karena alat dan teknologi hanyalah pendukung kita berkarya, keputusan dan tekad berkarya itulah yang ada di tangan kita,” tandasnya.

Meski saat ini dirinya sudah memiliki komputer, namun Muhlasin tak mau terlena. Ia justru menambah intensitas berkarya menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Karena prestasi dan karya adalah caranya memaknai hidup dan wujud kebersyukurannya pada Allah Swt atas nikmat yang telah diberikan.

“Dengan berkarya, sesungguhnya kita telah menorehkan sebuah usaha memberikan makna pada kehidupan kita. Soal hasil: menang-kalah, itu nikmat lain yang manis juga bila kita nikmati prosesnya. Jadi, bagi Sobat Nida dan pembaca Annida-Online.com, jangan pernah berhenti berkarya dan teruslah berkarya!!!” pungkasnya sambil menitipkan pesan bagi Sobat Nida. [nyimas]

 

 

 

 

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :