Kitab Al-Fihrist
Diposting: Jumat, 31 Juli 2009 / 17:24:19 | Oleh: annida | Kategori: Mozaik
Halaman ini diakses sebanyak: 329 kali
Rating: 0
Adalah Abu Al-Faraj Muhammad ibn Ishaq Al-Nadim, seorang penjual buku di Baghdad. Dalam peradaban Islam, ia dikenal sebagai Ibnu Al-Nadim. Pada akhir abad ke-9 Masehi, ia mengumpulkan hasil studi sastra Arab. Koleksi karya sastra Arab yang berkembang saat itu dituliskannya dalam sebuah buku katalog berjudul Al-Fihrist. Inilah kitab yang merekam karya-karya para tokoh hebat asal Yunani, Persia (Iran), dan India yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
Dari Yunani terdapat karya Hippocrates, Plato, Aristoteles, Euclides, Archimedes, dan tokoh lain. Dari Persia terdapat Kitab Rustam wa Isfandiar dan kitab-kitab lain. Ada pula Kitab Kalilah wa Dimmah dari India yang terkenal itu. Uniknya, penerbitan dalam edisi bahasa Arab, sebagaimana termuat dalam Al-Fihrist, selalu disertai nama-nama penerjemahnya. Di antaranya Hunayn bin Ishaq dan putranya, Ishaq bin Hunayn. Ayah beranak ini banyak menerjemahkan karya Claudios Galenos, seorang ahli ilmu urai dan ilmu faal yang menjabat sebagai tabib istana pada zaman Marcus Aurelius. Penerjemah lain seperti Tsabit bin Qurrah, Muhammad ibn Musa, Isa bin Yahya, Yahya bin Bathriq, Qustha bin Luqa, dan banyak lagi.
Dalam Al-Fihrist ini, Ibnu Nadim juga mengisahkan tentang mimpi Khalifah Al-Ma mun (813-833 M). Disebutkan, Ma mun bermimpi melihat sosok berkulit putih kemerah-merahan, keningnya lebar, dengan sepasang bola mata biru, sikapnya gagah, sedang duduk di atas singgasana. Dia itu Aristoteles. Percakapan yang berlangsung antara Mamun-Aristoteles dalam mimpi telah menginspirasi Al-Ma mun. Sang Khalifah Abbasiyyah itu baru menyadari bahwa kunci suatu peradaban adalah buku. Sejak saat itu Al-Ma mun mensosialisasikan literatur Yunani di lingkungan akademiknya. Setelah mengadakan hubungan surat-menyurat dengan penguasa Byzantium, Al-Ma mun kemudian mengutus sebuah tim kerja ke Yunani, yang dalam waktu tak berapa lama kembali dengan sejumlah buku-buku untuk diterjemahkan. Peristiwa ini kerap diungkap para sejarahwan sebagai awal mula gerakan penerjemahan di dunia Arab abad pertengahan yang membuat Akademi Bait Al-Hikmah rintisan Al-Ma mun kian termasyur.
Untuk proyek penerjemahan literatur Yunani, Al-Ma mun mengundang para fisikawan, matematikawan, astronom, penyair, ahli hukum, ahli hadist dan mufasir dari segenap penjuru. Agar dapat mencurahkan seluruh perhatian pada pengembangan ilmu pengetahuan, mereka diberi fasilitas dan perlindungan negara. Dalam catatan Al-Nadim, Ma mun mempekerjakan sarjana-sarjana brilian seperti Al-Kindi (801-873 M), filsuf Arab pertama yang juga banyak menerjemahkan karya-karya Aristoteles. Matematikawan tersohor penemu Al Jabar yakni Muhammad bin Musa al-Khawarizmi (775-835 M) juga bekerja di perpustakaan Ma mun. Bahkan di situ pula Khawarizmi menulis karya monumental Kitab Al-Jabr wa Al-Muqabillah.
Al-Fihrist dipublikasikan tahun 938 Masehi; terdapat dalam dua edisi. Naskah yang lebih komplet terdiri dari 10 wacana. Enam bagian pertama merinci bibliografi bertema islami antara lain; Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil dengan penekanan pada Al Qur an dan hadis, tata bahasa dan ilmu bahasa, sejarah, biografi, silsilah keturunan dan sejenisnya, lantas ada puisi, teologi, fiqih serta hadis. Sementara empat sisanya mencakup filosofi dan pengetahuan dunia, legenda-fabel-hal gaib, doktrin dan kepercayaan non-monotheis (Hindu, Buddha dll) serta ilmu kimia abad pertengahan.
Nadim memberi judul hanya pada
buku-buku yang dilihatnya sendiri, atau menyerahkan kepada orang yang
dipercayanya. Edisi lebih pendek hanya berisikan empat bahasan, (di
samping halaman muka dan sesi pertama topik bahasan dalam naskah dan
alfabet yang berbeda) dari kata lain, terjemahan bahasa Arab dari
bahasa Yunani, Siria dan bahasan lainnya. Berbarengan dengan buku-buku
bahasa Arab yang dibuat berdasar model penerjemahan ini. Mungkin ini
adalah draft pertama dan edisi lebih panjang (di mana salah satunya
sudah dicetak umum) adalah sebuah edisi tambahan.
Ibnu Al-Nadim
sering menyebutkan ukuran buku dan nomor halaman, agar para pembeli
tidak tertipu oleh kopian yang lebih pendek. Membandingkan dengan Stichometry of Nicephorus,
dia sering tidak mengkopi tulisan penulis terkenal kepada para penggila
baca dan orang perpustakaan, membicarakan lelang buku dan
memperdagangkan buku.
Pada bagian pembukaan dia setuju dengan
pemakaian alfabet 14 orang dan tindakan mereka dalam menulis atau
tindakan terhadap pena untuk menulis, kertas dan berbagai perbedaan
variasi. Pembahasannya mengenai isi bagian asli berdasar filosofi di
zaman Plato dan Aristoteles, keaslian Kita Seribu Satu Malam,
pemikiran terhadap piramida, pendapatnya soal sulap, sihir, khurafat
dan lain sebagainya. Lantas, bab yang ditujukan untuk penulis diberi
nama Bed Time Stories dan fabel berisikan bahan-bahan dari Persia. [Esthi/Berbagai Sumber]
Lampiran movie tidak tersedia.
Posting Sebelumnya
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




