Buku Ilmu Jiwa Saya Suka Sekali
Diposting: Jumat, 31 Juli 2009 / 18:56:26 | Oleh: annida | Kategori: Inspirasi
Halaman ini diakses sebanyak: 393 kali
Rating: 0
Masih ingat dong dengan Ibu Muslimah di film Laskar Pelangi yang heroik itu? Cut Mini yang memerankan Bu Muslimah sangat piawai membawa murid-muridnya ke dalam semangat menuntut ilmu. Kisah guru di SD Muhammadiyah reyot bermuridkan anak-anak miskin inilah yang menginspirasi Andrea Hirata menulisnya dalam novel. Tentu Bu Muslimah "asli" bikin kamu penasaran. Apa sih yang dibaca Bu Muslimah Hafsari, sampai bisa membuat betah anggota Laskar Pelangi belajar di tengah banyak keterbatasan?
Desa Gantung, Pulau Belitong merupakan tempat terpencil yang jauh dari akses buku-buku yang memadai. Apalagi ketika Bu Muslimah mengajar tahun 1970-an. Hanya saja besar di lingkungan pendidik karena ayahnya seorang guru, Bu Muslimah banyak membaca buku-buku sang ayah. Adalah buku-buku paket yang diterbitkan pemerintah, buku-buku sejarah, dan kepahlawanan. Buku-buku tua dan sederhana, namun sangat bernilai untuk ukuran Bu Muslimah kala itu.
"Buku-buku terbatas sekali. Alhamdulillah saya besar di lingkungan belajar dan mengajar karena ayah saya guru. Jadi saya banyak membaca buku-buku bahan mengajar ayah saya," tutur Bu Muslimah yang sebentar lagi pensiun ini pada Nida.
Sejak masih muda, Bu Muslimah yang hanya menyelesaikan Sekolah Keputrian setingkat SMP ini menyenangi sekali buku tentang ilmu jiwa. Sayangnya beliau lupa apa judul persis buku tersebut. Mungkin saking tuanya buku yang dia baca. Kesukaan mengorek-ngorek ilmu jiwa dari bacaan terbatas ini terbukti membantu Bu Muslimah memahami perkembangan minat, bakat, dan jiwa setiap murid. Salah seorang anggota Laskar Pelangi, Harun yang perkembangan mentalnya berbeda dengan anak normal lain pun dalam pengasuhan Bu Muslimah mendapat tindakan pengajaran khusus. "Buku ilmu jiwa saya suka sekali. Saya paling ingat buku yang menggambarkan seorang raksasa yang bengis mau memukul orangtua yang lari ketakutan. Inilah contoh guru yang galak sehingga ditakuti murid-muridnya. Begitu ya, kalau saya galak menjadi guru pikir saya," kenang Bu Muslimah tentang buku yang membekas di hatinya.
Buku-buku ilmu jiwa banyak memberinya pengetahuan bagaimana menyikapi anak didik sesuai perkembangan mereka. Untuk memotivasi murid, Bu Muslimah juga menaruh minat pada buku berkisah tokoh-tokoh perjuangan. Nabi Muhammad, Diponegoro, dan tokoh dunia lain menjadi bahan untuk mengobarkan semangat dalam mengajar. Lantas dengan terus terang sambil tersenyum Bu Muslimah juga menambahkan," Kalau buku-buku ilmu bumi atau pengetahuan alam saya tidak begitu suka. Entah kenapa, he-he-he...."
Pengaruh bacaan dan tempaan keadaan membuatnya menjelma sosok guru yang tahan banting dan ikhlas dalam terpaan kesulitan. Pepatah yang mengatakan "seseorang bisa dilihat dari apa yang dibaca sepanjang hidup" sepertinya terbukti pada diri Bu Muslimah. [Elzam]
Lampiran movie tidak tersedia.
Posting Sebelumnya
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




