Nggak Takut Dosa?
Diposting: Minggu, 01 Nopember 2009 / 19:38:22 | Oleh: annida | Kategori: Info Buku
Halaman ini diakses sebanyak: 304 kali
Rating: 0
Penulis : Kang Yadi
Tebal : 194 hlm.
Terbit : Mei 2009
Penerbit : Lingkar Pena
Publisher
Telp Penerbit : 021-78882079
Buku yang diberi judul sebuah pertanyaan ini amat penting untuk disimak
secara seksama. Nggak takut dosa? Beranikah kita menjawab “nggak” untuk
pertanyaan ini? Sebuah pertanyaan penting yang kalau dijawab bisa
memperlihatkan kondisi keimanan kita saat ini
"Nggak takut dosa?"
"Nggak tuh!"
Bisa jadi jawaban ini terlontar karena kita sedang memandang remeh dosa.
"Nggak takut dosa?"
"Takut sih, tapi…"
Nah, bisa jadi jawaban seperti ini terlontar karena kita lagi asyik-masyuk
sama yang namanya dosa.
Masalahnya, kebanyakan buku yang menjelaskan tentang dosa atau maksiat
dijelaskan dengan cara serius sehingga membuat calon pembaca keburu ogah karena
takut digurui. Untunglah buku ini –meski tidak ditulis dengan bercanda—tapi
Terdiri atas 7 bab, Kang Yadi memulai tulisannya dengan bab Fenomena
Maksiat, di bab awal ini ia memaparkan betapa maksiat sudah menjadi kebutuhan
sekarang ini, terbukti dari adanya penentangan terhadap perda antimaksiat di
DPRD Depok (Tempo Interaktif, 12 Juni
2006). Penentangan ini tidak dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan banyak
pihak; seperti para pengusaha yang merasa terancam usahanya jika perda ini
diberlakukan, bahkan sebagian anggota legislatif sendiri ikut menentang.
Artinya apa? Rupanya ada banyak pihak yang justru membutuhkan maksiat dan tidak
ingin kalau maksiat diberangus dari bumi ini. Hiiy…
Kemudian Kang Yadi melanjutkan pembahasannya dengan menulis bab-bab
selanjutnya yaitu: Mengenal Dosa, Pintu-pintu Dosa, Bahaya Maksiat, Warning: Awas
Jangan Sembarangan, Agar Terhindar dari Dosa, serta Doa-soa Agar Terhindar dari
Maksiat. Melihat daftar isinya saja kita sudah akan tahu bahwa penulisnya
mencoba mengupas tuntas apa saja yang perlu kita ketahui tentang dosa.
Pembahasan bukunya oke, bahasanya enteng, temanya penting, sekarang
tinggal bertanya pada diri masing-masing: maukah membuka hati dan pikiran untuk
membaca dan mempelajari buku ini? Supaya kita sama-sama terlepas dari jeratan
dosa yang katanya merupakan nikmat membawa sengsara. [Syamsa]
Lampiran movie tidak tersedia.
Posting Sebelumnya
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




