Feel. What I Want in Life
Diposting: Kamis, 17 Desember 2009 / 13:45:45 | Oleh: annida | Kategori: Info Buku
Halaman ini diakses sebanyak: 333 kali
Rating: 0
Judul : Feel. What I Want in Life
Penulis : Wulan Guritno, Adilla Dimitri
Penerbit : Edelweiss
Tahun Terbit : 2009, Oktober
No. Telp Penerbit: 021-753 17 11
“Apa yang ingin kamu kerjakan dalam hidup ini?”
Pertanyaan sederhana itu tiba-tiba menjadi penyebab kematian Tammy Linggani, sahabat terdekat Kanya sejak kecil.
Masalahnya sepele sebenarnya, ketika malam itu Tammy melontarkan “pertanyaan sakti” itu, Kanya tiba-tiba saja terhenyak karena menyadari ia tidak bisa menjawabnya. Ketika sedang berpikir itulah, Kanya yang sedang memegang kemudi tidak menyadari bahwa mobilnya telah berpindah jalur dan tepat menghadapi sebuah truk. Kanya berhasil selamat, namun Tammy yang terjepit di mobil naas itu rupanya harus kehilangan nyawanya di ruang UGD rumah sakit. Kehabisan banyak darah, begitu yang dokter nyatakan.
Tammy Linggani dan Kanya merupakan dua gadis dengan sifat yang amat berlawanan. Kanya adalah gadis manja yang memiliki segalanya; kecantikan, kekayaan, seorang tunangan yang tampan, pekerjaan mapan, sedangkan Tammy adalah gadis sederhana dan biasa saja, namun sejak kecil gadis itu telah membuat Kanya iri. Betapa tidak, Tammy selalu TAHU apa yang ia MAU. Tammy bahkan berani resign dari posisinya sebagai General Manager, untuk memulai usahanya, yaitu membuka butik dengan koleksi rancangannya sendiri. Tammy suka merancang pakaian, sedangkan Kanya? Apa yang ia inginkan bagi hidupnya, ia sendiri tidak bisa meraba.
Sejak kematian Tammy itulah Kanya mencoba mencari jawaban dari pertanyaan yang terus terngiang-ngiang di benaknya: Apa yang ingin kukerjakan dalam hidup ini? Kanya pun resign dari posisinya di kantor papanya, dan kemudian menuju Bali, tempat yang tidak pernah lagi dipijaknya sejak kematian ibunya di pulau itu lima belas tahun yang lalu. Lalu, di sanalah ia bertemu Gala.
Gala, anak band yang biasa manggung di kafe itulah yang membantunya memaknai hidup. Pemuda itu pula yang membuat Kanya menyadari bahwa ternyata ada satu pekerjaan yang ia suka: Menulis! Rupanya ia bisa menghabiskan waktu empat jam di depan laptop tanpa merasa lelah. Di Bali itu Kanya berhasil merampungkan novelnya yang berjudul Feel, dengan menggunakan nama pena Kanya Linggani.
Hmmm… Novel ramuan pasangan Wulan-Adilla ini sungguh penting dibaca untuk siapa pun yang masih belum bisa menjawab pertanyaan mendesak: Apa yang kamu inginkan dalam hidup? Ceritanya sama sekali tidak ada kesan picisan, juga tidak menggurui. Alurnya mengalir dengan lancar, gaya bahasanya mudah dicerna, dialog-dialog dan tokohnya hidup serta tidak dibuat-buat. Sungguh bisa membantu kita merenung dalam-dalam, tentang arti keberadaan kita, makna cinta, juga makna dewasa.
Satu yang disesalkan adalah ending ceritanya yang nggak happy. Maksudnya, penyelesaian cerita di novel ini benar-benar bisa membuat pembaca syok dan patah hati. Masa’ diawali dengan adegan kematian, harus diakhiri dengan adegan kematian juga? (Kok protes?) Akan tetapi, sebenarnya pemilihan sad ending ini memang pas sih untuk memperlihatkan perubahan sikap tokohnya dalam memaknai kematian. Sebagai pembaca, kita pun diajak untuk bijak menilai arti kematian.
Hayyoo… coba deh baca dan rasakan “feel”-nya. Uokeh! [Syamsa]
Lampiran movie tidak tersedia.





Zee Shabrina Al-Hamasah
Diposting: Kamis, 14 Januari 2010 / 11:15:05 | IP: 202.43.74.6
penasaran?
hmm kira-kira berapa ya hargannya?