Hamil Di Luar Nikah, Ingat Hal Penting Ini

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, sebagian kita tentunya sudah tidak asing dengan istilah MBA atau Married by accident, atau mungkin di sekitar juga sudah ada yang menikah setelah ketahuan hamil duluan? Na'udzubillah ... 

Fenomena MBA ini pada kenyataannya emang udah ada di mana-mana. Usia pelakunya juga beraneka ragam. Mulai dari pelajar, mahasiswa, juga orang dewasa. Makanya suka ada kan, siswa yang harus putus sekolah karena sudah hamil dan diharuskan atau dipaksa menikah oleh keluarganya. Masih mending kalau laki-lakinya mau bertanggungjawab, kalau nggak yang rugi siapa?

Eh tapi jangan dipikir setelah menikah berarti semua persoalan itu beres ya Sob. Malu, sampai kapanpun nggak bakal bisa ilang, kalau pelakunya masih punya malu. Selain itu, dari banyak sisi pasangan yang menikah karena kasus seperti ini biasanya belum memiliki kesiapan baik moril maupun materil untuk berumahtangga. Ketidaksiapan ini sudah tentu dapat menjadi pemicu berbagai macam konflik di dalam rumahtangga. Meskipun ternyata ada juga yang memang nekat untuk hamil duluan agar hubungannya direstui orangtua. Astaghfirullah.

Makanya di dalam Islam, soal pergaulan dengan lawan jenis kita diberikan aturan dan batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Kita diajarkan untuk tetap menjaga izzah baik sebagai wanita maupun pria.

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)

Sobat Nida pasti juga udah hafal deh sama sebuah ayat Al-Qur'an yang dengan jelas melarang kita untuk mendekati zina. Ini juga alasan di dalam Islam nggak ada istilah pacaran, pacaran syar'i dan sejenisnya. Yang namanya pacaran dimana-mana ya pasti nggak bakalan terlepas dari hal-hal yang bisa mendorong pelakunya kepada perzinahan. Ya setan kan lebih pinter buat ngegodain hamba Allah.

Mungkin Sobat Nida pernah bertanya-tanya, nikah gitu sah nggak sih? Harus nikah ulang nggak? Trus itu anaknya haram dong?

Kalau menurut madzhab syafi'i, pernikahan tersebut tetap sah dan tidak perlu diulangi lagi dengan syarat pelakunya benar-benar taubat nasuha. Itu jika perempuan yang hamil menikah dengan lelaki yang menghamilinya. Tetapi jika yang menikahi si perempan tersebut bukan lelaki yang menghamilinya, maka harus diingat bahwa lelaki tersebut tidak boleh menggauli istrinya selama belum melahirkan dan selesai nifas. Karena di dalam Islam dilarang menggauli wanita yang sedang hamil dari lelaki lain.


 عَنْ رُوَيْفِعِ بْنِ ثَابِتٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ
قَامَ فِينَا خَطِيبًا قَالَ أَمَا إِنِّي لَا أَقُولُ لَكُمْ إِلَّا مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَوْمَ حُنَيْنٍ قَالَ لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يَسْقِيَ مَاءَهُ زَرْعَ غَيْرِهِ يَعْنِي إِتْيَانَ الْحَبَالَى

"Tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk menyiramkan airnya kepada tanaman orang lain -yaitu menggauli wanita-wanita yang sedang hamil" (HR Abu Daud No 1844)

Pernah dengar soal massa Iddah? Jadi kalau ada wanita yang habis cerai dan mau menikah lagi harus menunggu masa Iddah. Tujuannya supaya kita bisa yakin bahwa wanita tersebut nggak hamil.

Oya, nggak ada ya istilah anak haram. Tapi perbuatan kedua orangtua anak tersebutlah yang haram. Jadi, kalau udah ada yang terlanjur berbuat zina, jangan pernah kepikiran buat menggugurkan kandungan, tapi kalian harus bertanggungjawab dengan merawatnya.

Di samping masalah sosial yang akan diterima langsung oleh pelaku, ada hal lain yang dapat menjadi masalah bagi keluarga tersebut nantinya. Terutama soal nasab sang anak dengan bapaknya. Apa saja masalah tersebut?

1. Putus Nasabnya dari si Ayah
Anak yang dihasilkan dari hubungan zina maka nasabnya putus dari si Ayah dan nasabnya jadi ke Ibu. Jadi meskipun secara biologis merupakan ayah kandung, tapi dari sisi agama, sampai kapanpun nasabnya sudah putus.
 
2. Jika lelaki, tidak bisa menjadi wali adiknya
Selain putus nasabnya dari si Ayah, jika anak hasil zina ini adalah seorang lelaki, maka jika kemudian dia memiliki adik perempuan dan ayahnya meninggal, dia tidak bisa menjadi wali bagi sang adik. Jadi misalkan adiknya mau nikah, nggak bisa ya jadi wali. Sedih kan T_T

3.Tidak memiliki hak warisan
Nah, anak hasil hubungan zina ini juga ternyata tidak berhak untuk mendapatkan harta warisan ketika bapaknya mati.

عَنْ الْحَسَنِ بْنِ الْحُرِّ حَدَّثَنِي الْحَكَمُ أَنَّ وَلَدَ الزِّنَا لَا يَرِثُهُ الَّذِي يَدَّعِيهِ وَلَا يَرِثُهُ الْمَوْلُودُ

Dari Al Hasan bin Al Hurr telah menceritakan kepadaku Al Hakam bahwa anak zina tidak dapat diwarisi oleh orang yang mengakuinya sebagai anak dan tidak dapat diwarisi oleh anak yang dilahirkannya. (HR Darimi No 2975)

4. Bapak tidak bisa menjadi wali anak perempuannya
Nggak kalah sedih juga ya kalau bapak masih hidup, sehat wal afiat tapi nggak bisa jadi wali nikah buat anaknya. Karena dari awal memang nasab antara si bapak dan anak ini sudah putus, jadi si bapak pun tidak bisa menjadi wali bagi anak perempuannya

Ribet ya Sob? Emang! Makanya nih sebisa mungkin kita harus pandai menjaga diri dalam bergaul. Nggak cukup kita sendiri aja yang sholeh atau sholihah ya Sob, kita juga harus bisa mengajak orang-orang di sekitar kita juga agar terjauh dari dosa besar yang satu ini. Zina!

Wallahua'lam bishowab.

 

Foto ilustrasi : Google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...