Roadshow Introduction Ganesha Film Festival
Diposting: Kamis, 03 September 2009 / 09:42:47 | Oleh: annida | Kategori: Event
Halaman ini diakses sebanyak: 204 kali
Rating: 0
Salah
satu komunitas film tertua di Indonesia, Lembaga Film Mahasiswa
Institut Teknologi Bandung (LFM-ITB) menggelar Roadshow Introduction
Ganesha Film Festival (GANFFEST) ke beberapa kota di Indonesia.
Kegiatan roadshow ini merupakan acara pembuka dari ajang GANFFEST yang
akan diselenggarakan pada tahun 2010 mendatang. Tujuan roadshow
GANFFEST yang bertajuk "Festival Film dengan Sentuhan Teknologi" ini
diakui Arfenia Nita, ketua panitia GANFFEST 2010, sebagai media
sosialisasi yang akan memberikan informasi mengenai ajang GANFFEST 2010
secara umum.
Menurut perempuan yang biasa disapa Nia ini, ada
dua jenis kegiatan dalam roadshow, yaitu Roadshow Komunitas dan
Roadshow Sayembara Inovasi Teknologi Perfilman. Dalam roadshow
Komunitas, LFM ITB ingin menjalin dan memperluas jaringan dengan
komunitas film-film indie di tujuh kota yang aktif menyelenggarakan
festival film atau dikenal sebagai kota dengan penggiat di industri
film indie. Sedangkan Roadshow Sayembara Inovasi Teknologi Perfilman
dikhususkan untuk kalangan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di
Indonesia yang akan mengikuti kompetisi GANFFEST 2010.
"Menjalin
hubungan dengan para filmmaker di berbagai daerah itu penting bukan
saja untuk berkomunikasi dan saling memberikan informasi seputar dunia
film pendek atau film indie lainnya. Tapi silaturahmi semacam ini bisa
menguatkan eksistensi komunitas film-film indie di Indonesia saat ini,"
jelas Nia.
Serangkaian acara yang digelar LFM-ITB dalam roadshow
GANFFEST antara lain: pengenalan LFM-ITB, profil GANFFEST 2008,
pemutaran dua film terbaik GANFFEST 2008, pengenalan GANFFEST 2010,
serta tanya jawab dan diskusi GANFFEST 2010. Dalam bulan Agustus ini,
LFM-ITB telah menggelar roadshownya di Purbalingga, Bandung, dan
Yogyakarta. Sesudah lebaran nanti, roadshow akan berlanjut ke beberapa
kota tujuan lainnya seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Malang.
"Sementara
ini kami memang sengaja menyambangi kota-kota yang memang terkenal
produktif dalam menghasilkan film-film indie di Pulau Jawa. Kami
berpikir sambutannya di kota-kota yang industri film indienya cukup
banyak akan mendatangkan respon serta antusiasme yang besar. Walaupun
demikian, tak menutup kemungkinan kelak kami juga akan hadir dan
menyemarakan kota-kota lain agar jadi inspirasi untuk berkarya lewat
media film," lanjut Nia.
GANFFEST sendiri merupakan ajang dua
tahunan yang pertama kali digelar LFM-ITB pada tahun 2008 lalu untuk
mengapresiasi film indie sebagai suatu bentuk karya dari seni yang
kreatif. Tema GANFFEST 2010 yang diangkat adalah "Art Futuristic" di
mana proses produksi dan distribusi film indie tidak dapat terlepas
dari sentuhan teknologi dan estetikanya (seni). Teknologi seharusnya
dapat selalu memudahkan kehidupan manusia dan dapat diaplikasikan di
mana saja, termasuk untuk mendukung pembuatan film indie. Di masa
depan, sentuhan teknologi ini diharapkan dapat mendukung perwujudan ide
dan visi kreatif dari para film maker. KIranya inilah yang ingin
disampaikan oleh LFM ITB dalam ajang GANFFEST 2010 mendatang. [nyimas]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




