Preview Film “Emak Ingin Naik Haji”: Andalkan Promosi Lewat Diskusi

Diposting: Sabtu, 31 Oktober 2009 / 21:25:13 | Oleh: annida | Kategori: Event

Halaman ini diakses sebanyak: 257 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Annida-Online-Setelah sukses memproduksi film Laskar Pelangi dan Garuda di Dadaku, Mizan Production kembali memproduksi sebuah film bernuansa religi hasil kerjasama dengan Smaradhana Pro. Film yang diadaptasi dari cerpen karya Asma Nadia bertajuk sama, ini khusus disiapkan untuk menyambut hari raya Idul Adha 1430 H, di mana sebagian umat Islam akan melaksanakan perintah Allah untuk berhaji ke Baitullah. Berbeda dengan dua film sebelumnya, Putut Widjanarko, sang produser film dari pihak Mizan Production, menjelaskan bahwa film ini dibuat dengan biaya yang minim.

"Tapi Insya Allah, kualitasnya bisa bersaing dengan film-film lainnya, baik secara teknis maupun substansinya," tegas Putut.

Untuk menyiasati biaya yang minim ini, pihak Mizan dan Smaradhana Pro menempuh jalur-jalur promosi yang hemat biaya tapi besar manfaatnya. Salah satunya adalah dengan menggelar preview film pada beberapa kalangan dan komunitas melalui focus group discussion (FGD) sebelum film ditayangkan di bioskop-bioskop tanah air. Aditya Gumay, sutradara yang kadung kepincut dengan cerita Emak Ingin Naik Haji yang ditulis oleh Asma Nadia ini, menilai bahwa jalur promosi dengan memanfaatkan FGD ini memiliki beberapa keuntungan.

"Kita melibatkan publik dalam proses koreksian kualitas film dari segi cerita, gambar, pencahayaan, suara, dan lain-lain, sebelum film tersebut edar. Menurut saya cara ini cukup efektif sehingga kita tahu betul apa yang diinginkan penonton kita," jelas Aditya pada Annida di sela-sela acara preview film Emak Ingin Naik Haji di Gedung Film Jl. MT Haryono, Jakarta, Kamis (15/10) lalu.

Dalam preview film yang berlangsung untuk pertama kalinya tersebut, misalnya, pihak produksi mengundang komunitas majelis taklim dan anak-anak muda unuk menonton film Emak Ingin Naik Haji. Sebelum acara dimulai, kru film, yang terdiri dari Aty Kanser (yang memerankan Emak), Aditya Gumay, dan Putut Widjanarko, memberikan penjelasan singkat hingga proses kreatif pembuatan film ini. Setelah film usai ditonton, para peserta yang berjumlah tak kurang dari 80 orang ini mengisi kuesioner yang telah disediakan sebagai instrume penilaian pada film. Kru film yang dating juga tak segan menampung masukan dan saran para penonton yang hadir.

"Rencananya, kami akan menggelar preview terbatas ke sejumlah komunitas 5-6 kali, istilahnya proses scereening film, yang targetnya masing-masing kami bisa menjaring 80-100 penonton setiap scereening. Dari sini saya yakin, promosi film ini cukup efektif dan tepat sasaran. Karena selain kita menjalin keakraban dengan penonton, penonton yang telah menonton dan suka pada film ini secara otomatis akan merekomendasikannya pada orang lain, teman, sudara, atau orang-orang terdekanya," papar pimpinan sanggar Ananda dan penggagas acara Lenong Bocah di tahun 1990-an ini.

Film Emak Ingin Naik Haji ini bercerita tentang Emak (diperankan Aty Kanser), seorang wanita paruh baya penjual kue, yang amat merindukan "rumah" Allah. Cita-citanya untuk berhaji tak pernah pudar, bahkan semakin kuat ketika ia mendengar beberapa tetangganya yang berkesempatan ke tanah suci. Zein (Reza Rahardian), sang anak yang berprofesi sebagai pelukis jalanan, amat ingin mewujudkan cita-cita Emaknya itu. Beragam cara dan ditempuh Zein. Perjuangan jatuh-bangun Emak dan Zein untuk berhaji sangat kontras dengan motif keluarga Juragan Haji (tetangga Emak) dan Pak Joko (sang politisi), yang sama-sama ingin berhaji.

Film yang dibintangi oleh banyak aktor dan aktris senior seperti seperti Ati Kanser, Didi Petet, Niniek L Karim, Henidar Amroe, dan bintang-bintang muda seperti Reza Rahadian, Ayu Pratiwi, dan Cucut Memey, memang sedikit mengkritisi fenomena sosial yang kerap terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Di mana haji bukan sekadar bernilai ibadah di dalamnya, tapi juga mampu dijadikan "title" pembanding derajat dan status sosial di masyarakat, hingga tak heran bila ada banyak ragam motivasi orang yang berbeda dalam melakukan rukun Islam kelima tersebut. Haru-biru film ini kiranya mampu memberikan hiburan dan pelajaran tentang hakikat ibadah haji pada para penontonnya.

Penasaran, kan? Nantikan filmnya di bioskop-bioskop kesayangan Sobat Nida mulai tanggal 12 November 2009 mendatang. Selamat menonton! [nyimas]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :