Menjejak Realitas Cinta dan Perjuangan dalam KCB

Diposting: Minggu, 05 Juli 2009 / 09:31:30 | Oleh: annida | Kategori: Event

Halaman ini diakses sebanyak: 154 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) sutradara Chaerul Umam bisa jadi mendapat penilaian lebih pecinta film Indonesia. Berbeda dengan kebanyakan film Islami sebelumnya, film yang diangkat dari novel bestseller berjudul sama karya Habbiburahman El Shirazy (Kang Abik) ini pure adaptasi novel. Mengambil setting asli di Mesir, tempat cerita bermula, Chaerul Umam dan penulis skenario Imam Tantowi berusaha menghadirkan KCB persis seperti dalam novel tanpa mengubah mengurangi atau menambahkan subtansi cerita. "Kalau novelnya sendiri sudah begitu filmis, kenapa harus mengubah? Saya menjaga betul karya Kang Abik sudah begitu jernih, termasuk membicarakan poligami," ungkap Imam ketika preview KCB di Jakarta Theatre (2/06). 

KCB tidak meletakkan poligami pada titik yang ekstrem, misalnya memberatkan atau menyedihkan seperti yang digambarkan selama ini. Pesan tersebut disampaikan tokoh Anna (Oki Septiana Dewi) ketika menerima lamaran Furqon (Andi Arsyil Rahman) dengan syarat dirinya tidak akan dipoligami sepanjang bisa memenuhi kewajibannya sebagai isteri. Artinya, wanita juga berhak punya sikap menolak atau menerima poligami meskipun Islam membolehkan. Soal ini Kang Abik juga mengomentari, "Poligami bukan sebuah keharusan, tapi rukhsyah atau kemudahan. Pada asalnya menikah itu cukup satu isteri, lalu dilihat menyimpang seolah-olah perempuan dizalimi, padahal nggak. " 

Film KCB menceritakan spirit perjuangan Azzam (Kholidi Asadi Alam) membiayai kuliahnya di Al Azhar (Kairo), sekaligus membiayai kehidupan dan pendidikan ketiga adiknya di Indonesia. Pilihan hidup mandiri dan jiwa kepemimpinan Azzam bercampur juga dengan keteguhan prinsip tentang kesucian cinta. Dibandingkan dengan film bertema religi yang kadang stereotif memandang Islam, film produksi SinemArt ini sangat jujur memotret khasanah Islam dengan gaya popular. [Elzam]

Lampiran movie tidak tersedia.

Tidak ada posting sebelumnya

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

down-aim.jpg

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

iklan-lola-kecil.jpg

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :