KidsFFest 2009: Festival Hari Anak Lewat Media Film

Diposting: Minggu, 02 Agustus 2009 / 14:48:28 | Oleh: annida | Kategori: Event

Halaman ini diakses sebanyak: 239 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

 

Peringatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2009 lalu, dirayakan dengan beragam cara. Kalyana Shira Foundation, yayasan yang didirikan oleh sutradara wanita berbakat Indonesia, Nia Dinata, memilih menggelar festival film anak Internasional bertajuk KidsFFest 2009 yang berlangsung pada 17-26 Juli 2009 silam di Jakarta (Blitz Megaplex Grand Indonesia dan 21th  Pondok Indah Mall) sebagai ekspresi peringatan Hari Anak Nasional yang lalu.

"Film itu punya daya magis tersendiri. Makanya, saya percaya kalau film merupakan media penyampai pesan yang efektif untuk pendidikan. Anak-anak seringkali termajinalkan dari tontonan yang mendidik. Makanya festival semacam ini diharapkan bisa mengimbangi apa yang mereka saksikan di televisi dan menyuguhkan tontonan berkualitas buat anak-anak. Kasihan mereka tiap hari disuguhkan tayangan tidak berkualitas dari televisi. Film anak-anak di bioskop pun jumlahnya sedikit," tutur Nia Dinata, saat pembukaan event KidsFFest, panjang lebar.

Sedikitnya ada 21 film anak-anak Internasional, 3 film anak-anak Indonesia dan 9 film pendek karya anak Indonesia yang diputar dalam festival ini. Film-film anak Internasional yang ditayangkan berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Belanda, Italia, Perancis, Malaysia, China, Swedia, dan lain sebagainya. Menurut sutradara Arisan! Ini, pemilihan film-film tersebut berdasarkan kategori umur (film-film untuk anak-anak usia 5-14 tahun) dan tema yang diangkat. Nia juga menjelaskan bahwa beragamnya film dari berbagai negara tersebut dimaksudkan untuk melepaskan dominasi film Hollywood yang lebih dikenal oleh anak-anak.

"Padahal banyak juga kan film-film yang bagus dan berkualitas dari negara-negara lain. Di festival ini juga kita memutar film-film anak yang memang untuk anak-anak. Artinya aman tanpa unsur kekerasan dan hal-hal yang tak mendidik lainnya," ujar ibu dua anak ini.

Namun, ketika ditanya alasannya lebih banyak memutar film-film Internasional ketimbang film lokal, Nia berdalih bahwa film-film anak buatan negeri sendiri yang sempat berjaya di era 1970-an dan 1980-an ini, kondisi kaset video-nya sangat memprihatinkan.

"Waktu itu saya pernah ke Sinematek buat cari film anak produksi Indonesia zaman tahun 1970-an atau 1980-an buat anak-anak, saya sedih banget di sana. Kondisi (kaset)-nya udah jamuran, banyak goresan di mana-mana, sementara kan kita harus putar di bioskop. Di festival ini saja saya cuma menemukan satu film yang lumayan baik yang bisa diputar, judulnya Nakalnya Anak-Anak yang dulu terkenal sekali," katanya.

Film-film anak Indonesia lainnya yang diputar di sini antara lain; Meraih Mimpi, sebuah film animasi layar lebar pertama di Indonesia karya Nia Dinata sendiri dan Laskar Pelangi, sebagai film penutup di ajang Festival KidsFFest 2009. Sementara film anak Internasional yang membuka festival KidsFFest 2009 adalah The Three Robbers dari Jerman. Berkisah tentang petualangan Tiffani, seorang anak yatim-piatu yang berusaha lari dari panti asuhan dan memilih ikut rombongan perampok berbahaya. Selain Laskar Pelangi, film anak garapan Hana Makhmalbaf dari Afganistan, Buddha Collapsed Out of Shame, yang menceritakan tentang perjuangan haru-biru seorang bocah perempuan bernama Bhaktay untuk bersekolah. Sekolah adalah kegiatan paling mahal di negaranya yang penuh konflik, karenanya ia harus bergerilya dari tempat satu ke tempat lainnya berbekal satu buku tulis dan lipstik ibunya (yang dijadikannya sebagai pensil) untuk bisa mereguk manisnya ilmu.

Dalam ajang KidsFest 2009 ini, pemutaran film bukanlah satu-satunya kegiatan yang disuguhkan Nia Dinata sebagai penyelenggara. Pemilihan KidsFFest Award juga salah satu rangkaian acara di hari terakhir festival ini paling seru untuk dinikmati para pengunjung. Pada penganugerahan KidsFFest 2009 Award, para juri anak yang terdiri dari anak-anak usai 9-14 tahun memilih 3 film pendek karya anak Indonesia terbaik, antara lain: Membantu Ibu Membuat Jamu karya Lela Surani (Jakarta) sebagai juara pertama, Brickbreaker karya Javier Iskandar (Jakarta), sebagai juara kedua, dan Kugapai Cita-citaku karya Kelvin Triomei Azis (Jakarta) sebagai juara ketiga.

Sedangkan film pendek anak versi Lifebouy sebagai sponsor acara ini berturut-turut dar juara I, antara lain: Di Bukit Menoreh karya Naomi Imantaka (Yogyakarta), Healthy Living karya Rachel Nalapraya (Jakarta), Hijaukan Bumiku karya Yosua Imantaka (Yogyakarta). Seluruh penonton juga melakukan voting untuk menentukan KidsFfest Audience Award. Dan film Geng: The Adventure Begins dari Malaysia terpilih sebagai pemenangnya. Yang pasti, keseluruhan acara memang berlangsung meriah, seperti halnya dunia anak yang penuh keceriaan. So, sampai jumpa di KidsFFest 2010, ya! [nyimas]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :