Diskusi “Experience The Film”: Saatnya Bikin Film yang Mencerdaskan!

Diposting: Senin, 04 Januari 2010 / 18:08:51 | Oleh: annida | Kategori: Event

Halaman ini diakses sebanyak: 100 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Annida-Online-Menutup akhir tahun 2009 lalu, Museum Bank Indonesia, menggelar Diskusi "Experience The Film" bertajuk Film Sebagai Media Edukasi dan Jendela Budaya, di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Senin (28/12). Menurut Tongam P. Simanjuntak, salah satu pengelola unit khusus Museum Bank Indonesia, acara ini ditujukan bagi masyarakat untuk memahami film bukan sekadar media penghibur, tapi juga produk budaya dan edukasi masyarakat.

"Kita harus bersyukur karena setelah industri film kita mengalami masa mati suri yang cukup panjang, saat ini geliatnya kembali menunjukkan perkembangan yang positif secara kuantitas. Tapi secara kualitas, masih teramat kurang. Inilah mengapa diskusi ini menjadi penting sebagai sarana edukasi bagi masyarakat," jelas Tongam di sela-sela sambutannya.

Diskusi yang juga menghadirkan Didi Petet, Lola Amaria, Ifa Isfansyah, dan Lulu Ratna ini banyak membahas tentang film yang memiliki fungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat. Didi Petet, aktor yang sudah berkecimpung di dunia perfilman Indonesia selama lebih dari 25 tahun, mengungkapkan bahwa gairah perfilman nasional akan tetap semarak asal didukung oleh kualitas dan idealisme para insan film di dalamnya.

"Di sinilah tanggungjawab film maker dan sineas untuk memperhatikan isi dari film-film yang dibuatnya. Apakah nilai edukasinya bisa sampai ke masyarakat sasaran atau cuma sisi entertain-nya saja. Harus ada meaning yang bisa disampaikan bagi masyarakat."

Sementara itu, Lulu Ratna, pendiri komunitas film Konfiden dan penggagas event tahunan Jakarta International Film Festival (JIFFEST), ini berpendapat bahwa ke depan, film-film Indonesia harus menggambarkan sisi ke-Indonesiaan dan budaya Indonesia secara utuh. "Seperti yang telah dikatakan tadi, karena film adalah produk budaya. Maka, jangan sampai bangsa Indonesia terlepas dari akar budayanya karena film-film yang beredar di masyarakat justru lebih banyak menampilkan budaya asing," tegas perempuan kelahiran Jakarta, 37 tahun silam.

Lola Amaria dan Ifa Isfansyah, dua sineas muda Indonesia yang cukup berprestasi dan berbakat, mengakui bahwa ada hubungan antara kualitas film, kreativitas film maker, dan idealisme sang film makernya. Lola Amaria mengungkapkan bahwa dirinya tak setuju bila sineas muda tak memiliki idealisme dalam mengangkat budaya nusantara dalam film-film yang diproduksi.

"Budaya juga penting untuk dipahami oleh generasi muda. Tidak benar bila anak-anak muda semisal kami tak menghargai budaya warisan bangsa dengan mengabaikan aspek budaya dari karya-karya kami," kata bintang film Ca Bau Kan yang diamini oleh Ifa Isfansyah.

Keempat orang yang diaulat sebagai pembicara tersebut sepakat bahwa upaya pemerintah dalam mengedukasi masyarakat terhadap beberapa film yang beredar masih sangat minim. Oleh karena itu, semua pihak, tak terkecuali para pelaku hiburan dan insan film nasional, memiliki kewajiban yang sama dalam memberikan pendidikan film bagi masyarakat.

"Dan yang terpenting adalah menyuguhkan film-film yang mencerdaskan dan menyehatkan bagi masyarakat," tambah Ifa, sang sutradara film Garuda di Dadaku.

Acara diskusi yang digagas oleh Museum Bank Indonesia tersebut, dihadiri oleh masyarakat umum dan mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan film dari berbagai universitas di sekitar Jakarta. Tongam sendiri berharap, pihaknya bisa kembali menyelenggarakan acara sejenis dengan ragam peserta agar pendidikan film bagi masyarakat bisa terus diupayakan. [nyimas]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :