Konspirasi Kotor
Diposting: Rabu, 15 Juli 2009 / 20:19:56 | Oleh: annida | Kategori: Epik
Halaman ini diakses sebanyak: 1042 kali
Rating: 0
Penulis : Sesi Anita Irawati
Pagi itu, 25 September 1965, seorang lelaki tergopoh-gopoh memasuki sebuah rumah berdinding bilik. Setelah meneguk segelas teh yang sudah dingin karena telah disiapkan sejak subuh oleh sang istri, ia bergegas mengganti sandalnya dengan sebuah sepatu kulit murahan, bermaksud hendak pergi lagi, kali ini sambil membawa sebuah map merah berisi entah apa.
"Mas?" Sri, istrinya, hanya bisa memandangnya dengan tatap penuh tanya.
Lelaki yang dipanggil mas itu menoleh. Hanya sekilas lalu kembali menekuni pekerjaannya memakai sepatu. Masih dengan gegas yang sama.
"Aku ada urusan penting, Sri, urusan organisasi. Ati-ati neng umah...jaga awakmu yo1!" Lelaki itu menyentuh pucuk kepalanya sekilas lalu melesat pergi.
Itulah hari terakhir Sri bisa menatap wajah suaminya. Suami yang baru dua bulan memberinya gelar lain sebagai ibu Sunardi. Bukan lagi Sri Parwati. Dan ia, yang sejak kecil diajari sang ibu untuk tak banyak tanya pada apa pun urusan sang suami, hanya bisa melakoni perannya sebagai istri berbakti, manut, tak boleh bertanya, dan pantang mengatakan tidak. Ia tak tahu apa-apa tentang organisasi, entah apa yang nampak sangat dicintai suaminya itu. Ia ingin tahu, tapi tak punya daya apa pun. Pernah sekali ia memberanikan diri bertanya, tapi suaminya menjawab dengan nada amarah.
" Sri, kowe ra sah melu-melu, pokoke aku nyambut gawe kanggo wong cilik.2"
Dan itu cukup bagi Sri untuk memutus rasa ingin tahunya. Ia mulai berusaha menutup mata dan telinga dengan apa pun yang dilakukan suaminya. Lagipula pekerjaannya sebagai penjahit kecil-kecilan selain guru SR di dusun kecil di pelosok Kediri itu sudah sangat menyita perhatian.
Harapan Sri sederhana saja, apa pun yang dilakukan suaminya, tidak berbahaya bagi mereka. Di dunia, maupun di akhirat.
Lampiran movie tidak tersedia.
Posting Sebelumnya
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.





