Puisi-puisi Lukman Mahbubi
Diposting: Senin, 01 Maret 2010 / 13:40:31 | Oleh: annida | Kategori: Ekspresi
Halaman ini diakses sebanyak: 427 kali
Rating: 0
berhentilah menangis, kasihku
hujan rintik-rintik dari matamu
lama-lama membanjir juga dalam hatiku.
Sumenep, 13 Desember 2008
Dekrit Kasih
Engkau saudaraku
Bukan seayah bukan seibu
Tapi sehati
Sekandung dalam rindu.
Ruang Mayat, 06 Januari 2006
DZIKIR LUKA
1
aku mencarimu sepanjang senja
ketika langit masih jingga
sampai malam menemukan kesunyian
dari delapan penjuru bumi
yang kau tunjukkan padaku tempo hari
: asing
aku ibarat patung yang kau tiupkan ruh
lalu hidup
di sebuah negeri yang aku sendiri tak tahu
apa namanya
2
aku lupa wajah kiblat
dunia yang kuhuni hanyalah perputaran bulan dan matahari
pergantian siang dengan malam
3
aku tenggelamkan sunyi
sisa kenang meradang sumbang
membanjiri remang
: mendung
hujan dzikirkan luka
begitu syahdu merayu
mengubur rindu.
Sumenep, 22 Desember 2008
Ikrar
- yang terkasih
aku akan berhenti mencintaimu
jika matahari membakar bulan
di hatiku.
Ruang Mayat, 06 Januari 2006
Hal: 1 2
Lampiran audio tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




