Pertemuan 4 Sahabat
Diposting: Selasa, 09 Februari 2010 / 12:40:28 | Oleh: Fajri Umami | Kategori: Cerpen
Halaman ini diakses sebanyak: 118 kali | Status Posting: Pending |
Rating: 0
Badanku
lelah. Mengeja agenda yang telah kulalui seharian, ternyata banyak
juga. Bangun dini hari dan beraktivitas hingga petang tanpa henti.
Tapi, itu semua tidak lebih penting dari moment penting siang ini: Pertemuan 4 Sahabat.
***
Beberapa
hari yang lalu aku bertemu dengan salah satu sahabat terbaikku, Yudhia
Wiraswati (Udheet), di depan Sari Anggrek usai hunting bahan cake buat
orderan. Whadda surprise! Lama tak bertemu, kurasakan
kangen yang begitu kuat. Aku selalu menyukai ekpresi khas Udheet. Juga
kata-katanya yang sangat spontan. Dalam hal ini, mungkin aku bisa
dibilang amat sangat jaim (mengekspresikan sisi hati). Uhmm… speechless. Tapi wajhku typical yang mudah terbaca kok. Pada pertemuan yang singkat itu aku mengundang
Udheet dan yang lainnya untuk kumpul bareng di rumahku (tempat kami
biasa reunian). I can’t wait for that day..!!!
Hari
ini pun tiba. Sedari pagi aku mempersiapkan Blackforest Special
buatanku. Uhmm… looked so yummy… choco mud cake. Udheet, Nissa, dan
Yaya pasti suka.
Sudah
13.30 WIB, tapi tak satupun dari mereka yang menampakkan wajah. Aku
deg-degan. Call? Sms? Ah, tunggu saja. Mungkin sebentar lagi juga
datang. Delapan menit kemudian ketiganya muncul berbarengan. Wah, glad to see you all, gals…. Can you see how I miss you all? D’you feel it too? Kalimat pembuka dari Yaya, “Wah, Mami tambah gemuk, ya.”
Tada…!!!
Blackforest yang kujanjikan datang sebagai agenda pembuka kali ini.
Hehe…. Aku bahagia melihat raut gembira ketiganya saat kusuguhkan cake
buatanku itu. Ngiler, ya??? Hoho… (ketawa versi
Pangeran Maroo, salah satu karakter anime kesukaanku dulu) ini
Menurutku, yang paling menyenangkan dari memasak adalah proses memasak
itu sendiri (aku suka berlama-lama di dapur untuk mencoba berbagai
resep baru yang kubaca di buku, majalah, ataupun internet. Dengan
catatan: hanya aku sendiri yang menguasai dapur tersebut!) dan saat
melihat ekspresi puas bercampur bahagia para tester. Apalagi waktu
dikomentari “yummy”. Bakal merasa tersanjung donk.
Sebenarnya
aku juga bingung untuk agenda reuni kali ini. Ingin masak bareng, tapi
sepertinya tidak tepat karena Nissa ada agenda lain sore ini. Jadinya,
ya, ngobrol saja. Seperti biasa, ngobrol dengan teman lama memang tak
pernah membuat waktu terasa merangkak lama. “Update Info”, begitu aku
menyebutnya. Terutama info terbaru seputar teman-teman aksel lainnya.
Uhmm… membicarakan mereka membuatku ingat kenangan masa lalu masa SMA
yang hanya 2 tahun terasa begitu singkat. Dapatkah diulang kembali?
(Pertanyaan bodohku, haha… Mana ada masa lalu yang bisa diulang seperti
di film-film dengan khayalan tingkat tinggi. Yang ada hanya
bernostalgia dengan masa lalu di masa kini.)
Kuperhatikan
satu per satu. Selalu ada yang berubah pada mereka. Alhamdulillah,
selalu lebih baik. Dan yang tak berubah: mereka tetap menjadi sahabat
aksel terbaikku. Kami memang jarang bertemu, tapi bukankah jarak tak
pernah memisahkan ukhuwah?
Banyak hal yang kupelajari siang ini. Tidak semua terungkapkan dalam note ini (unspoken words).
Keterpisahan
tempat tak pernah mampu mengukur kedekatan seseorang dengan orang yang
ia sayangi, tapi heart bonding-lah yang menentukannya. Pertemuan yang
langka tak pernah memutuskan ukhuwah karena sahabat selalu ada dalam
doa. Dan sahabat terbaik bukanlah sekedar “teman”, melainkan yang
kugelari “saudara”, yang selalu mengajarkanku untuk menjadi pribadi
yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Terima kasih, sahabat, atas pelajaran hari ini. Semoga ukhuwah kita kekal di hati.
February 7th, 2010
fajri_sun_shines@yahoo.com
Lampiran movie tidak tersedia.



