Catatan Zie

Diposting: Senin, 15 Februari 2010 / 15:58:55 | Oleh: annida | Kategori: Cerpen

Halaman ini diakses sebanyak: 1831 kali | Status Posting: Publish | Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: (8.25 / 10) 4 rater

Penulis: Guntur Alam


Catatan Zie
Masih ingatkah dirimu tentang danau bening di belakang sekolah kita dulu? Kita sering duduk bersama di tepi danau itu. Menghitung saban hari kuncup-kuncup teratai yang mekar. Lalu, kau akan berjuang untuk memetik setangkai. Mencari yang paling dekat dengan bibir danau. Memberikannya padaku.

“Kau secantik teratai ini,” pujimu. Sungguh, aku tak bisa menyembunyikan semu yang merona malu di pipi kanan-kiriku. Setelah itu, kita duduk dalam senyap. Bermenit-menit tanpa bicara. Sampai bel istirahat selesai berdentang dan aku bergegas bangkit dari duduk, melangkah cepat di depanmu.

Seperti itu jam istirahat yang kita lalui, bertahun-tahun. Sejak kelas empat SD sampai kelas enam. Tak lupa, kita akan membuka bekal masing-masing di tepi danau itu. Memakannya dan berbagi. Tapi, aku selalu takut, jika ibuku membekali makan siangku dengan daging. Sebab, aku tahu, daging yang aku bawa, sering tak halal bagi dirimu (aku tahu itu dari Nisa, teman sekelas kita dulu).

Bila musim hujan datang, kita akan meninggalkan kebiasaan duduk di tepi danau. Sebab, air danau akan melimpah. Membuat danau meluap dan menenggelamkan rumput tebal hijau tempat kita duduk, air danau bahkan hanya beberapa hasta dari gedung sekolah kita. Tak mungkin kita duduk di sana bersama melewati jam istirahat.

Namun, aku tak khawatir kehilangan sosokmu (walau kita tak banyak bicara dalam kebersamaan kita), karena musim hujan adalah musim yang menyenangkan. Teratai akan berganti kembang tanjung yang harum dan menawan. Kembang putih kekuningan sebesar giwang itu, akan menemani hari-hari kita di musim hujan. Saban pagi buta, ketika uap-uap bekas hujan semalam masih terasa di rumput, basah. Tanganmu akan cekatan mengumpulkan kembang mungil itu ke dalam kresek ---itu kau lakukan saat berangkat sekolah. Tak lupa, aku bertugas membawa benang.

Saat istirahat sekolah (ketika gerimis lebih sering mengguyur), kau akan membantuku menyusun kembang tanjung di teras kelas kita, dari seuntai benang, kita menjadikannya kembang tanjung sebuah kalung harum yang lembut. Lalu, aku akan memasangnya di rambutku yang legam.

Selalu sama bisikmu. Hingga kuhapal;

Hal: 1 2 3

Lampiran movie tidak tersedia.

Berikan rating penilaian Anda pada posting ini:

 

1 Komentar

aysha

Diposting: Selasa, 30 Maret 2010 / 19:37:38 | IP: 202.46.129.17

inti ceritanya sih sederhana tapi diksinya...asli keren bgt :D

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

down-aim.jpg

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

iklan-lola-kecil.jpg

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :