PECANDU KEGELAPAN (Part 3, Bagian Terakhir)

Diposting: Jumat, 11 September 2009 / 16:32:29 | Oleh: annida | Kategori: Cerpen Interaktif

Halaman ini diakses sebanyak: 264 kali | Status Posting: Publish | Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Autumn Anne

"I have told you!" Mike menghambur masuk ke ruanganku sambil meraung marah.

       "Hey..hey...calm down, man. What s up?" aku mengerutkan kening tak mengerti menatap Mike.

       "Sudah kubilang, jangan gegabah! Kau harus mengikuti semua instruksiku. Tapi kau malah bertindak seenaknya. Tidakkah kau berpikir akibat dari tindakanmu itu?"

       Aku semakin mengerutkan keningku, sama sekali tak mengerti apa yang dibicarakan Mike.

       "Lima menit!" Mike mengacungkan kelima jari kanannya dengan tak sabar. "Kau meledakkan bom itu lima menit lebih awal dari rencana. Dan gara-gara tindakan bodohmu itu, sekarang mereka punya alibi untuk membantah tuduhan pengeboman tersebut."

       Aku terperangah, tapi hanya sesaat. Rasa pongahku tidak membiarkanku terlihat lemah di depan siapa pun.

       "Itu bukan urusanku. Kau kubayar untuk melakukan semua ini tanpa meninggalkan jejak. Seharusnya kau sudah mengantisipasi semuanya. Bukannya tetap berada dalam risiko bahkan lima menit sebelum misi. Kupikir kau cukup profesional untuk mengetahui hal-hal semacam ini," kataku ringan tak peduli.

       "Kau pikir mereka semudah itu dibohongi? Wake up, man! Kau salah besar. Mereka itu orang-orang pintar dan cerdik, mereka belajar dari pengalaman. Mereka sama seperti kita, hanya sayangnya, mereka tidak licik."

       "Karena itulah kita menang, kan?" sambungku sambil mengangkat bahu.

       Mike menatapku tajam. "Berdoalah semoga kali ini kau masih beruntung," ujar Mike sebelum berbalik keluar dari ruangan.

       Berdoa? Aku mendengus. Aku tidak pernah mengenal doa dan toh selama ini aku tak perlu berdoa untuk mendapatkan apapun dalam hidup ini. Aku tidak percaya doa.

       Ingatanku melayang lagi pada negro pengasuhku yang sering menggumamkan doa hampir di setiap tindakannya. Tapi toh doa tidak membantunya selamat dari pukulan ibuku. Dia tetap saja disiksa.

* * *

City, Agustus 2009.

       "Bagaimana menurut kalian? Dia benar-benar orang yang tepat. Publik akan percaya bahwa dia sengaja melakukannya karena motif pribadi. Urusan bisnis, bangkrut, depresi, tidak akan ada yang curiga." Laki-laki tinggi besar itu menatap keempat orang di ruangan kecil itu dengan mata berbinar-binar.

       "Ini ide yang sangat brilian. Apalagi dia cukup berbahaya, dia mengetahui lebih banyak dari yang seharusnya. Ini cara yang tepat untuk melenyapkannya sekaligus melancarkan  misi kita."

       "Benar. Target selama ini dikenal pernah menjadi rekan bisnis Yusuf alias George Lambert yang sekarang pemilik tunggal City Hotel. Jika target melakukan misi kita, publik akan mengira semuanya hanya balas dendam karena kekalahan bisnis dan kebencian terhadap Islam. Hubungan mereka memburuk sejak insiden bom di City Hotel tahun 2003 silam, dan semakin diperparah dengan George yang memutuskan masuk Islam setahun lalu. Kita bisa memanfaatkan keadaan ini untuk menggagalkan pertemuan para ilmuwan muslim di City Hotel sekaligus melenyapkan target."

       "Baiklah, kalau begitu Rabu ini akan kita laksanakan misi kita. Target akan berada di depan City Hotel pada pukul delapan pagi. Kalian semua sudah tahu apa tugas kalian masing-masing. Besok siang kita berkumpul lagi disini," laki-laki itu mengakhiri pertemuan singkat mereka.

* * *

       Blugh! Sebuah pukulan keras menghantam mata kiriku, membuatku terjengkang jatuh. Belum sempat aku berdiri, sebuah tendangan mendarat di ulu hatiku. Terbatuk-batuk, pukulan lain bertubi-tubi menyerangku. Aku berusaha melindungi kepalaku semampuku, tapi seluruh badanku terasa sakit dan kepalaku terasa seperti mau meledak. Di sisa-sisa kesadaranku, ketiga orang di depanku menyeretku dan memasang sesuatu di tanganku.

       "Siapa kalian?" tanyaku lemah.

       "Kau tahu siapa kami," jawab sebuah suara dingin. "Kau tentu belum lupa kejadian enam tahun lalu. Kau hampir saja membahayakan kami dengan tindakan bodohmu," lanjut suara itu lagi.

       Aku berusaha mengingat-ingat, tapi dengan kepala yang berdenyut-denyut hebat, tidak mudah bagiku untuk berpikir. Baru beberapa saat kemudian aku mengenali pemilik suara dingin itu. Mike.

       "Apa yang kau inginkan, Mike?"

       "Ingatanmu ternyata masih bagus," komentar Mike. "Simpel saja. Kau tidak perlu melakukan apa-apa. Kami akan memasukkanmu ke dalam hotel sekarang dan kita lihat apa yang bisa kau lakukan untuk kami."

       "Kenapa aku?"

       "Hmm.... mari kita ingat-ingat lagi apa saja yang sudah kita lewati. Kau melakukan pengeboman di hotelmu sendiri, hanya untuk senang-senang, tanpa mempedulikan orang lain. Karena itulah kita bekerja sama, bukan? Karena kita sama-sama tidak peduli akan orang lain." Mike menarik napas panjang sebelum melanjutkan, "Tentu sekarang kau paham mengapa kau yang kami pilih. Kau sudah tidak berguna lagi bagi kami, dan kau mengetahui lebih banyak dari yang seharusnya kau ketahui. Lagipula, tak kan ada yang kehilangan jika kau mati."

       Gelombang rasa takut menyergapku. Seperti inikah rasanya? Inikah yang dirasakan oleh orang-orang yang dulu kukorbankan hanya untuk kepentinganku semata.

       Mike menepuk pundakku. "Kupikir kau pasti tahu, tidak ada yang bisa kau percaya untuk tidak akan melakukan hal yang sama kepadamu. Kau berurusan dengan orang-orang yang sama sepertimu, orang-orang yang akan melakukan segala hal demi tujuannya."

       Blugh! Sebuah hantaman keras mengenai dada kiriku, tepat setelah Mike menyelesaikan kata-katanya. Aku tidak bisa bernapas dan di sekelilingku kini berputar kencang. Gelap.

- TAMAT -

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :