Baabul Fath (Bagian 1)

Diposting: Selasa, 15 Desember 2009 / 17:07:15 | Oleh: annida | Kategori: Cerbung

Halaman ini diakses sebanyak: 973 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Penulis:Riedlo Muhith Fattah A.


    Tokoh kita kali ini adalah Dhohhex. Dalam sejarahnya, Dhohhex telah makan hampir semua bangku sekolah. Arti lainnya, semua dimensi keilmuan yang diperlukan oleh orang seumur dia sudah dilahap melebihi batas konsumsi. Marxisme, post modernisme, hermanoutika dan seterusnya telah dijelajahinya semenjak habis TK. Bahkan semua informasi yang terakses ke memorinya, termasuk syair-syair himne yang disenandungkan guru-gurunya di TK itu masih segar diingatnya.

    Dhohhex tidak mengada-ada. Dia dikaruniai IQ dan mental luar biasa. Benar dia tidak tertarik disiplin eksak, meskipun tahu dan sadar bahwa kalau seseorang terperosok ke ilmu tersebut, maka kreativitas seseorang akan terpasung demi dimensi kecil, kaidah ‘itung-itung’ praktis itu. Dia juga tidak suka olahraga, walau badannya tegap atletis dan cenderung rupawan, fisik yang mampu menarik lawan jenis begitu mereka menyaksikannya.

    Data yang paling mencolok tentang Dhohhex adalah bahwa dia bisa berbahasa Indonesia, sekalipun dia juga mumpuni akan banyak bahasa, beserta filsafatnya segala. Latar belakang lain tidak penting bagi Dhohhex. Yang jelas dia sekarang ‘terdampar’ di tanah harapan. Tanah impian, dambaan dan idaman semua insan. Tanah yang semua kekuatan berkiblat kepadanya.

    “Isy akhbarok yaa khuya!” (Bagaimana kabarmu kawan?) tanya seseorang pada Dhohhex.

    Dhohhex yang saat itu sedang terpekur di pelukan ka’bah, sedikit terperangah.    “Mabsuth. Nahmadullah.” (bahagia, alhamdulillah) jawab Dhohhex datar sebagaimana biasa.

    “Bagaimana kabar dunia… yaa Rajil (hai bung), kabar politik, kabar tanah air, kabar cinta, kabar dunia maya, kabar imam Mahdi dan lainnya?” seseorang tadi nyerocos begitu saja. Dikiranya Dhohhex adalah sumber berita yang layak jadi rujukan atau minimal pengisi waktu, waktu jeda setelah seharian melaksanakan tugas-tugas mulia.

    Baabul Fath adalah ‘markas’ para pemikir dan partisipannya, terutama mereka yang berasal dari Asia Tenggara. Dari fakta historis ‘baab’ ini memang ‘baab’ yang dulu dilewati yang mulia baginda Rasulillah SAW. ketika membuka kota Mekkah. Dari tanda-tandanya, ‘baab’ ini masih terus memancarkan aura keagungan-Nya, tidak salah kalau Dhohhex memilihnya sebagai tempat itikaf sekaligus tempat transformasi segala hal yang melingkupi dirinya untuk disatukan menuju kekuatan imani yang telah lama dikajinya. Istilah kerennya “curhat” suci atau kontemplasi.

    Orang sekelas Plato, atau Immanuel Kant, sendiri bisa iri melihat “mabok meditasi” Dhohhex di malam-malam kudus seperti itu. Apalagi di hamparan kesucian yang berkoordinat lurus dengan kesucian langit, tempat para malaikat berputar, bertasbih, beribadah… Baitul Makmur. Betapa banyak orang yang larut atau lewat berseliweran di sekitar tempat Dhohhex, memuji tuhan-Nya. Baik mereka yang nampak ataupun yang gaib. Betapa semua kekuatan itu mengantarkan Dhohhex untuk terkadang hilang dari kesadarannya…

Hal: 1 2 3

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

down-aim.jpg

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

iklan-lola-kecil.jpg

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :