Mewaspadai 'A' Sebelum Menjadi 'Z'
Diposting: Kamis, 15 Oktober 2009 / 18:49:10 | Oleh: annida | Kategori: Catcil
Halaman ini diakses sebanyak: 538 kali
Rating: 0
Setiap kali kita berbuat sesuatu, secara abjad, hampir selalu berarti kita mengawalinya dari A. Kapan kita menyadari hal ini? Repotnya, setelah diurut-urut, perbuatan kita sudah jauh meninggalkan A. Lebih repot lagi, ini adalah perbuatan buruk.
Suka menunda pekerjaan, misalnya, pada awalnya mungkin tidak kita sadari sebagai sesuatu yang buruk, karena kita memulainya dari nol, dari A-malah mungkin baru mendekati A. Kita belum menerima konsekuensi dan risiko yang berat dari kebiasaan menunda pekerjaan yang baru terlalu dini kita mulai.
Kesadaraan bahwa kita baru saja memulai sebuah kebiasaan buruk tidak tumbuh pada dini perbuatan kita, tampaknya muncul karena pembentukan monster ini baru tahap embrio. Mulut dan cakarnya yang kelak mencekik dan melumat tubuh kita belum lagi terbentuk secara sempurna. Rupanya bahkan masih tampak sangat lucu.
Ibarat memelihara seekor bayi buaya, setiap hari kita memberi umpan sang peliharaan; dan tanpa kita sadari, bayi itu makin besar. Kita menganggap, sebagai majikan, kita dapat mengontrol sang buaya. Namun, kita melupakan satu hal besar: sang buaya terus berkembang hingga sulit untuk dikontrol, sementara kita tak mengalami perkembangan apapun sehingga sulit untuk mengontrol. Akibatnya, sang peliharaan sudah terlalu besar untuk dikontrol secara penuh-dan kita sudah terlalu lemah untuk mengarahkan. Tentu saja, ini sebuah tindakan yang sama sekali tak setimpal.
Kesadaran untuk mewaspadai bahwa A adalah calon monster yang terus tumbuh besar, datang justru pada saat ia telah menjadi Z. Celakanya, saat ia merangsek untuk menelan bulat-bulat tubuh kita, tak ada sesuatu pun yang mendukung kita; deadline sudah di depan mata, modal telah habis. Satu-satunya yang "menyelamatkan" kita adalah alasan, yang lantas kita produksi sebagai senjata utama yang ampuh dalam menghadapi pertanyaan perihal kinerja kita.
Dalam kepanikan karena harus menyelamatkan hidup dari terkaman monster kebiasaan buruk dan keletihan yang akut akibat kecanduan alasan, kita harus menerima kenyataan pahit bahwa ternyata ada begitu banyak monster yang mengepung kita-bukan cuma monster "menunda pekerjaan". Semua berasal dari perbuatan yang ternyata telah jauh meninggalkan A, yang tak lagi bisa kita kontrol karena ruang kesadaran kita tidak menyisakan kewaspadaan akibat telah penuh oleh produksi kebiasaan-kebiasaan buruk.
Muhammad Yulius
yulius1073@yahoo.com
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




