Ketidaksukaan, Sumber Pembelajaran
Diposting: Kamis, 04 Februari 2010 / 09:45:44 | Oleh: annida
Segalanya berawal dari ketidaksukaan. Ya,
tak ada satu pun kegiatan di dunia ini yang kita lakukan tanpa didahului dengan
rasa tidak suka. Saat kita lahir ke dunia, kita me ...
Peringatan untuk Kebaikan
Diposting: Selasa, 12 Januari 2010 / 15:26:29 | Oleh: annida
Apakah selamanya kebaikan harus diberi ruang yang seluas-luasnya, dibiarkan berjalan tanpa catatan, didukung tanpa reserve, bahkan tak perlu ditanya mengapa dilakukan?
Tidak, ternyata tidak. Pada wak ...
Sudah Waktunya
Diposting: Senin, 14 Desember 2009 / 07:21:37 | Oleh: annida
Apakah kita merasa begitu berkuasa terhadap waktu dalam hidup kita? Tak ada
waktu untuk sakit, misalnya, karena kita merasa bahwa waktu dalam hidup kita
hanyalah untuk sehat. Jadi, kita tak pernah ...
Doa yang Dikoreksi
Diposting: Rabu, 11 Nopember 2009 / 13:11:57 | Oleh: annida
Apakah doa merupakan tempat segala sesuatu dimungkinkan dan dibolehkan untuk dimohonkan? Ternyata tidak. Doa pun mensyaratkan subjeknya; pemohon doa harus memahami benar hakikat muatan doanya.
Inilah ...
Mewaspadai 'A' Sebelum Menjadi 'Z'
Diposting: Kamis, 15 Oktober 2009 / 18:49:10 | Oleh: annida
Setiap kali kita berbuat sesuatu, secara abjad, hampir selalu berarti kita mengawalinya dari A. Kapan kita menyadari hal ini? Repotnya, setelah diurut-urut, perbuatan kita sudah jauh meninggalkan A.
L ...
Bersatu dalam Ketidakpastian
Diposting: Senin, 31 Agustus 2009 / 23:22:52 | Oleh: annida
Muhammad Yulius
Setelah
Mbah Surip, W.S. Rendra, lantas siapa? Pasti kita; tapi tidak seperti
Mbah Surip yang telah mendapatkan kepastian dalam gendongan-Nya, kita
tak mendapatkan secuilpun info ...
Kita Sering Menyempatkan Diri untuk Menjadi Biadab
Diposting: Jumat, 31 Juli 2009 / 23:21:38 | Oleh: annida
Muhammad Yulius
Jika
kita setuju bahwa lawan kata beradab adalah biadab, maka sadar atau
tidak kita sering menyempatkan diri untuk menjadi kedua-duanya.
Peradaban, yang telah menjadi identitas
...
Serba Dua Tapi Cuma Satu
Diposting: Rabu, 01 Juli 2009 / 23:20:58 | Oleh: annida
Muhammad Yulius
Mafhum
kita bahwa logika kehidupan ini seperti dua sisi mata uang, berbeda
tapi bersisian. Siang dan malam, laki-laki dan perempuan, lautan dan
daratan, senang dan susah, halal d ...