Red Sky In The Morning

Diposting: Jumat, 05 Maret 2010 / 18:19:58 | Oleh: annida | Kategori: Buku Luar

Halaman ini diakses sebanyak: 209 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Judul: Red Sky In The Morning

Penulis: Elizabeth Laird

Penerbit: MacMillan (London, 2006)

Tebal: 183 halaman

 

Cinta yang besar dari seorang kakak kepada adiknya adalah tema yang kali ini diangkat oleh Elizabeth Laird, penulis yang bernah berduet dengan Sonia Nimr dalam A Little Piece of Ground, sebuah novel yang berkisah tentang anak-anak Palestina. Berkisah tentang Anna, seorang gadis remaja yang awalnya memiliki banyak teman, diterima dalam kehidupan sosialnya. Hari-harinya berubah setelah kelahiran adik laki-lakinya; Benedictus atau biasa dipanggilnya Ben.

Anna telah lama mendambakan seorang adik. Ketika Dr. Randall memberitahukan bahwa ibunya segera melahirkan seorang anak laki-laki, Anna girang bukan kepalang. Adik yang selama ini ditunggunya lahir juga. Sayangnya, ia tak seperti bayi-bayi lucu lainnya. Ben cacat. Kepalanya membesar karena mengandung banyak air di sekitar otaknya; hidrocepallus. Apapun itu, tapi Anna tetap menyayangi Ben, adik barunya ini.

Konflik terjadi ketika Katy, teman sekelasnya, tak sengaja bertemu dengan Ben dan menyaksikan sendiri bahwa bayi cacat itu adalah adik dari temannya. Anna, meski amat mencintai Ben, panik. Ia tak ingin teman-temannya tahu tentang keadaan adiknya yang berbeda dengan bayi-bayi lainnya. Anna sibuk memikirkan cara memperkenalkan adik barunya tanpa harus ditertawakan oleh teman-teman sekelasnya. Anna tak pernah benar-benar tahu bahwa sesungguhnya teman-temannya tak seperti apa yang dibayangkannya.

Warna-warna persahabatan muncul sebagai benang merah dari novel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1988. Bukan saja menawarkan kisah yang menyentuh tentang perjuangan seorang kakak dalam melindungi adiknya, novel ini juga ingin berpesan soal kekuatan pikiran akan menentukan segalanya.

Dalam kehidupan nyata, buku ini sebenarnya terinspirasi dari kisah nyata sang penulisnya. Ketika itu Laird amat merindukan hadirnya seorang adik di tengah-tengah keluarga. Ia bergembira karena di usia empat tahun ia memilikinya. Namun, di usianya yang kedelapan, Laird harus  kehilangan adiknya; Alaistar, debgan cara yang mengenaskan. Laird bersedih cukup dalam. Bayang-bayang kesedihan inilah yang pada akhirnya dituangkannya dalam Red Sky in the Morning. [nyimas]

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :