PENULIS BERKARAKTER
Diposting: Kamis, 22 Oktober 2009 / 16:08:58 | Oleh: annida | Kategori: BMN
Halaman ini diakses sebanyak: 284 kali
Rating: 0
PENULIS BERKARAKTER
Assalamualaikum Nida yang kreatif,
Apa sih yang dimaksud penulis yang berkarakter? Bagaimana cara menjadi penulis berkarakter itu?
Sesy, Lampung
Waalaikumsalam, Sesy. Penulis berkarakter artinya penulis yang memahami betul roh kepenulisannya, yaitu tujuan menulis untuk menyampaikan pesan, ajakan kebaikan, informasi penting yang patut diketahui masyarakat, memberi inspirasi positif bagi pembacanya. Oleh karena itu, penulis berkarakter tidak main-main dengan tulisannya, misalnya menulis sembarangan, tidak memedulikan kaidah umum seperti orisinalitas karya (tidak menjiplak karya orang lain), cuek terhadap aturan berbahasa, dan lain-lain. Nah, Sesy, kalau kamu sudah melakukan ini semua, berarti kamu termasuk penulis yang berkarakter.
TREND MENULIS EPIK
Nida, saya lagi penasaran... apakah menulis itu sebaiknya mengikuti tren, soalnya saat ini kelihatannya sedang tren menulis novel epik. Sekalian mau tanya, apa batasan fiksi dan fakta sejarah dalam cerita epik? Saya mau belajar menulis epik, tapi sepertinya sulit. Syaratnya apa sih? Apakah harus menguasai sejarah?
Ruli, Sumbar
Ruli di Sumbar, semoga kamu dan keluarga sehat walafiat ya, selamat dari musibah gempa. Salah satu elemen penting dan mendasar dalam melakukan apapun, termasuk dalam menulis, adalah “melakukan hal yang dikuasai”. Sebelum mengikuti tren, kita harus memastikan betul bahwa kita menguasai hal yang ingin kita tulis. Menguasai berarti, memahami persoalan dan mengetahui sumber-sumber penulisan yang valid dan sahih. Di sinilah kelak kamu akan mengetahui batas antara fiksi dan fakta sejarah dalam tulisan epik. Mana cerita yang hanya dekorasi, dan mana fakta yang bisa ditelusuri sumbernya. Kalau kamu memutuskan untuk belajar menulis epik, pastikan juga bahwa kamu memiliki semangat untuk mempelajari sejarah dan meneliti sumber-sumbernya. Selamat berkarya, Ruli!
MEMBANDINGKAN TULISAN SENDIRI DENGAN ORANG LAIN
Assalamualaikum wr.wb,
Kepada redaksi Nida, aku mau curhat. Aku pernah memiliki ide untuk menulis sesuatu, tapi entah kenapa tiba-tiba aku membatalkan niatku menulis begitu membaca blog pribadi orang lain yang gaya menulisnya kok rasa-rasanya lebih bagus dan lebih lancar daripada aku. Aku jadi nggak pede Nid, kok kayaknya kemampuanku menulis tidak ada apa-apanya. Apakah salah kalau kita membanding-bandingkan tulisan sendiri dengan orang lain?
Arifah
Waalaikumsalam wrwb,
Arifah yang nggak pede...pede aja dong! Begini, ketika kita sedang menulis lalu kita membaca karya orang lain, secara mental biasanya kita akan mengalami penurunan. Apalagi kalau kita punya potensi rendah diri yang besar. Kita akan selalu berkata, “ah, kayaknya tulisan orang lain lebih bagus daripada tulisanku. Aku memang nggak berbakat!” Oleh karena itu, selama kita menulis, abaikan yang lain dulu. Jangan pedulikan apapun. Tetaplah fokus dan mengalir dengan pikiran kita, hingga cerita tuntas kita tulis, hingga gejolak dalam hati kita karena keingingan untuk menuliskan cerita tersebut terpenuhi. Setelah itu, barulah baca kembali cerita kita dengan pikiran-pikiran yang segar dan baru. Pada titik ini, kamu boleh melakukan perbandingan-perbandingan dengan cara membaca karya orang lain. Tapi, harap diingat, itu kamu lakukan bukan dalam rangka merendahkan tulisanmu, sebaliknya justru untuk memperkuat dan mempertajam cerita karyamu. Selamat berkarya dan tetap semangat ya.
MEMBANGUN NOVEL MULTIPLOT
Bagaimana sih cara menulis novel multiplot? Maksudnya, bagaimana untuk menggabungkan antara plot yang satu dengan yang lain supaya menjadi padu dan juga menarik?
Nani, Tangerang
Nani yang kreatif, multiplot artinya berplot banyak. Kalau kamu perhatikan cerita sinetron, maka kamu akan tahu bahwa jalan ceritanya bercabang-cabang tetapi tetap fokus pada tokoh utama. Persoalan-persoalan lain di luar urusan tokoh utama dijalin dengan rapi agar menjadi pendukung plot utama cerita. Oleh karena, itu dalam menulis novel multiplot, penting untuk diperhatikan plot utamanya apa. Tentukan dengan tegas, sehingga ketika kamu membangun plot-plot pendukung, kamu tidak kehilangan fokus. Caranya: bangun hubungan pelaku-pelaku plot pendukung dengan pelaku utama. Pastikan juga bahwa hubungan tersebut bukan sekadar tempelan, tapi hubungan yang memang istimewa dan menentukan hidup tokoh utama. Selamat berkarya ya!
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




