Menentukan Klimaks dan Akhir Cerpen/Novel

Diposting: Kamis, 10 Desember 2009 / 13:24:38 | Oleh: silvia fujiyastuti | Kategori: BMN

Halaman ini diakses sebanyak: 313 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Pertanyaan:

Assalamualaikum. Saya ingin bertanya,  ketika kita mengawali menilis suatu cerpen atau novel, apakah klimaks dan akhir ceriatanya harus sudah tergambar saat itu juga?

Terima kasih.

 

Jawaban:

Waalaikumsalam wrwb.

Silvia, saat kita memulai menulis, biarkan saja jalan cerita yang ingin kita tulis mengalir lancar. Jangan hambat dengan pikiran yang mengira-ngira klimaks atau akhir cerita. Biarkan saja perasaan kita yang memandu jalannya cerita. Sekali saja kita berpikir, hambatan akan muncul. Apalagi jika pikiran kita mengacu kepada karya orang lain, kita membanding-bandingkan karya kita dengannya. Secara psikologis kita akan merasa down; karya kita jelek, ujung-ujungnya semangat menulis kita jadi melemah dan akhirnya padam sama sekali.

Jadi, saat mengawali sebuah tulisan, tak perlu risau dengan apapun, termasuk ending atau akhir cerita. Banyak penulis hebat yang tak memikirkan ending cerita-cerita mereka. Toh, akhirnya mereka dapat  juga menyelesaikannya. Bahkan, banyak di antara mereka yang merasa terkejut dengan ending cerita mereka yang tidak terduga, karena sama sekali berbeda dengan yang mereka pikirkan pada awal-awal menulis. So, teruslah menulis, Silvia.

Mau kirim pertanyaan juga ? klik disini.

Lampiran movie tidak tersedia.

Komentar ditutup untuk posting ini.

Iklan

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

sang murabbi.gif

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :