Jalan Buntu Cerita
Diposting: Senin, 03 Agustus 2009 / 16:40:19 | Oleh: annida | Kategori: BMN
Halaman ini diakses sebanyak: 157 kali
Rating: 0
Bang Iyus, Pemimpin Redaksi Annida-Online
Pertanyaan oleh : Praptiwi pada Senin, 3 Agustus 2009 - 11:42:22
Jalan Buntu Cerita
Nida, saya masih sering ketemu jalan buntu di tengah menulis cerita. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya, Nid? Makasih.
Praptiwi
Jawab :
Halo, Praptiwi yang semangat, tetap semangat menulis ya. Ibarat menyusuri jalan, ketika kita bertemu dengan jalan buntu, akar penyebabnya adalah karena kita tidak punya pengetahuan yang cukup tentang jalan yang sedang kita susuri. Apa nama daerah itu, di mana tempat yang kita tuju, dll. Repotnya, sudah tahu jalan buntu, kita tak mau bertanya. Sempurna sudah. Jadilah kita disebut sebagai orang yang tersasar/tersesat. Ingat kan pepatah bilang, malu bertanya sesat di jalan. Nah, untuk menghindari jalan buntu dalam menulis, pertama-tama kita harus mengatasi akar masalahnya: kita harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang apa yang sedang kita tulis. Pengetahuan itu harus benar-benar memadai, sebab kalau tidak kapan saja kita akan menemui jalan buntu. Kalau misalnya kita ingin menulis cerita tentang anak jalanan, maka kita harus punya pengetahuan yang cukup tentang anak jalanan. Banyak penulis yang merasa perlu mengumpulkan pengetahuan dengan cara observasi, pengamatan, wawancara, dll, sebelum menuliskannya. Contoh sastrawan asal Flores Gerson Poyk, yang rela tidur berhari-hari di terminal ketika ingin menulis tentang kehidupan di terminal. Poyk merasa bahwa dengan hadir langsung di lokasi yang akan ditulisnya, ia mendapat pengetahuan yang memadai. Nah, jangan sampai kamu cuma mengandalkan imajinasi ya. Perluas pengetahuanmu dengan banyak membaca, diskusi, atau observasi seperi Gerson Poyk. Oke, Praptiwi, selamat menulis ya!
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.





