Cerpen Miskin Kata

Diposting: Senin, 03 Agustus 2009 / 16:41:43 | Oleh: annida | Kategori: BMN

Halaman ini diakses sebanyak: 294 kali Kirim ke teman via email Cetak konten ini

Rating: 0

Bang Iyus, Pemimpin Redaksi Annida-Online

 

Pertanyaan oleh : Ira pada Senin, 3 Agustus 2009 - 11:42:39

Cerpen Miskin Kata

Nida, apa yang harus kita lakukan kalau karya tulis kita, cerpen atau pun esei, dikatakan masih miskin kata?

Ira

 

Jawab :

Ira yang baik, bahan baku cerpen/puisi dan karya tulis lainnya adalah kata-kata. So, makin kaya kata yang kita kuasai, makin kaya pula cerpen/puisi yang kita tulis. Tulisan yang kaya kata ditandai dengan, salah satunya, tidak adanya pengulangan kata yang tidak perlu. Tulisan yang kaya juga sangat memperhatikan warna lokal (local colour), yaitu unsur-unsur setempat yang menjadi setting dalam cerpen kita. Misalnya, kita bercerita tentang kehidupan di sebuah desa di Jawa Barat. Nah, dalam menceritakannya kita juga mengutip istilah-istilah Sunda, sehingga pembaca merasakan roh Sunda-nya. Tentu, penggunaan istilah lokal itu dalam takaran yang proporsional. Artinya, nggak berlebihan sehingga pembaca susah membedakan: ini cerpen berbahasa Indonesia atau berbahasa Sunda? Nah, selamat berkarya, Ira!

Mau kirim pertanyaan juga ? klik disini.

Lampiran movie tidak tersedia.

Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.

 

Anda harus login dulu untuk posting komentar.

Iklan

down-aim.jpg

lmcpi-kecil.jpg

download_form.jpg

iklan-buku-nida-small.jpg

pustaka-annida.jpg

iklan-lola-kecil.jpg

 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi : Visual CAPTCHA

Ketik 6 (Enam) Digit Kode Validasi

Username :