Membuktikan Kesungguhan dengan Amalan Unggulan
Diposting: Senin, 25 Januari 2010 / 18:24:01 | Oleh: annida | Kategori: Bianglala
Halaman ini diakses sebanyak: 676 kali
Rating: 0
Kisah Inspiratif Mengenai Amalan Unggulan
Sobat Nida, sudah pernah membaca atau mendengar kisah di balik pembangunan sebuah masjid teraneh di dunia?
Tidak hanya bentuknya yang aneh, masjid ini pun memiliki nama aneh yaitu Shanke Yadem (bahasa Turki) yang berarti "Anggap saja sudah makan."
Izinkan Nida menceritakannya ulang:
Di sebuah kawasan Al-Fateh, di pinggiran kota Istanbul. Ada seorang bernama Khairuddin Afandi. Bisa dibilang, ia adalah pemuda miskin yang hidup sangat sederhana. Akan tetapi ia memiliki impian yang besar.
Demi mewujudkan impiannya, saat merasa lapar dan ingin makan atau membeli sesuatu, seperti buah, daging atau manisan, ia berkata pada dirinya: "Anggap saja sudah makan" yang dalam bahasa Turki berbunyi "Shanke Yadem."
Lalu apa yang dia lakukan setelah itu?
Uang yang seharusnya digunakan untuk membeli keperluan makanannya itu dimasukkan ke dalam sebuah kotak.
Dia melakukan hal itu setiap hari dan sepanjang tahun. Ia mampu menahan dirinya untuk tidak makan dan belanja kecuali sebatas menjaga kelangsungan hidupnya saja.
Tahun demi tahun pun berganti. Khairuddin Afandi tetap konsisten dengan amal dan niatnya yang kuat untuk mewujudkan impian besarnya, yaitu membangun sebuah masjid. Tanpa terasa, akhirnya ia mampu mengumpulkan dana untuk membangun masjid kecil di daerah tempat tinggalnya. Bentuk masjidnya memang sangat sederhana, sebuah pagar persegi empat, ditandai dengan dua menara di sebelah kiri dan kanannya, sedangkan di arah kiblat di tengahnya dibuat seperti mihrab. Akan tetapi ia toh akhirnya berhasil mewujudkan cita-cita mulianya itu.
Masyarakat di sekitarnya pun keheranan, kok Khairuddin yang miskin itu bisa membangun sebuah masjid?
Setelah masjid tersebut berdiri, masyarakat penasaran apa gerangan yang terjadi pada Khairuddin Afandi. Mereka bertanya bagaimana ceritanya seorang yang miskin bisa membangun masjid. Setelah mereka mendengar cerita yang sangat menakjubkan itu, mereka pun sepakat memberi nama masjid itu Shanke Yadem (Angap Saja Saya Sudah Makan).
Masjid "aneh" itu kemudian ramai didatangi jamaah dari berbagai penjuru, pertanda keberkahan yang luar biasa. Bahkan sebelum azan berkumandang, jamaah sudah datang berkumpul.
Menakjubkan? Tentu!
Kisah Khairuddin Afandi itu memang sangat menginspirasi kita tentang pembuktian kesungguhan lewat sebuah amal unggulan. Bayangkan... ia bisa sungguh-sungguh mengekang hawa nafsunya dari makanan, minuman, dan kenikmatan-kenikmatan sementara lainnya selama bertahun-tahun! Dengan enteng ia bergumam "Anggap saja sudah makan!" tiap kali keinginan akan makanan "spesial" menggodanya. Sampai segitunya loh...
Lalu kira-kira amalan unggulan apa sih yang bisa kita lakukan sampai segitunya?
Kriteria Amal Unggulan
Sesungguhnya segala dimensi kehidupan kita bisa dijadikan sebagai amalan, karena memang Allah menciptakan manusia ke dunia hanya untuk beribadah kepada-Nya.
Artinya... ketika kita bekerja mencari nafkah dengan cara halal, itu adalah sebuah amal, kita belajar untuk menimba ilmu di sekolah atau kampus adalah satu bentuk amalan juga, kita memberi uang bulanan pada orangtua juga merupakan sebuah amalan, kita tersenyum untuk menyapa tetangga juga adalah amalan, bahkan menulis dan membaca cerpen yang menggugah bisa juga digolongkan sebagai suatu amalan kebaikan.
Lantas... dari sekian banyak amalan yang bisa kita lakukan setiap harinya, manakah yang dapat dipilih sebagai amal unggulan diri kita?
Hmm... Sebelum memutuskan, ada baiknya kita melihat dulu beberapa kriteria mengenai amal unggulan, karena bisa jadi kita menganggap sebuah amalan yang rajin dan sungguh-sungguh kita lakukan adalah amal unggulan kita, tapi ternyata amalan tersebut malah tidak memenuhi kriteria sebagai sebuah amal unggulan, berabe kan?
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.



