STOS Film Festival 2010: We Care!
Diposting: Jumat, 22 Januari 2010 / 07:21:05 | Oleh: annida | Kategori: Berita Umum
Halaman ini diakses sebanyak: 111 kali
Rating: 0
Annida-Online—Bencana alam, kekurangan air bersih, dan
kerusakan ekosistem sepertinya menjadi masalah umum dari fenomena lingkungan
hidup saat ini. Kampanye kepedulian lingkungan hidup pun saat ini kian marak
digaungkan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh sekelompok orang yang
bernaung dalam komunitas South to South yang akan menggelar South to South Film
Festival, sejak Jumat sore nanti (22/1) sampai Ahad (24/1) mendatang.
“Festival ini dimaksudkan sebagai gerakan penyadaran masyarakat terhadap isu kerusakan lingkungan yang mulai mengancam kehidupan manusia di bumi melalui media audio visual berupa film,” jelas Ferdinand Rachim, ketua panitia Stos Film Festival 2010.
Sebenarnya, event ini ditujukan untuk menggalang solidaritas untuk masyarakat di Negara Selatan yang mengalami kerusakan alam dan merasakan dampak ekstrimnya akibat ekploitasi sumber daya alam di negaranya. Ferdinand menjelaskan bahwa potret ekploitasi yang ditunjukkan oleh masyarakat Negara Selatan seperti Brazil, bisa dijadikan rujukan bagaimana seharusnya masyarakat Indonesia menjaga alamnya.
“Di Indonesia sendiri sebenarnya tampak jelas bagaimana saat ini kita memperlakukan alam dan isinya. Akibat dan dampaknya, juga cukup jelas. Nah dari sinilah kami ingin mengajak semua elemen masyarakat untuk bukan saja sekadar peduli, tapi juga sadar bahwa ancaman kerusakan bumi sudah semakin dekat sehingga penting bagi kita untuk menyelamatkannya,” beber Ferdinand.
Ferdinand mencontohkan kasus lumpur Lapindo yang tidak kunjung usai, pembakaan 1.300 hektar hutan bakau di Cilacap, dan bebrapa kasus lainnya di Indonesia yang ia sebut sebagai ketidakadilan karena ekploitasi sumberdaya alam Indonesia. Oleh karena itu beberapa film yang akan diputar dalam festival ini akan sangat kuat mengangkat tema-tema seperti kerusakan lingkungan.
“Kami sudah mempersiapkan sekitar 23 film dari beberapa komunitas film di Indonesia yang kesemuanya akan bercerita tentang kerusakan lingkungan. Film-film ini akan diputar selama tiga hari berturut-turut di Goethe Haus dan CCF Jakarta,” lanjut Ferdinand.
Pada festival kali ini, Stos tidak hanya
menggelar pemutaran film. Beberapa kegiatan pembuka seperti roadshow ke
beberapa sekolah di Jabodetabek dan menggelar diskusi tentang lingkungan hidup.
Selain itu, Stos juga menggelar berbagai kompetisi seperti peserta kompetisi
blog, 30 peserta fotonovela dan 67 film dokumenter.
“Untuk pertama kalinya, kami juga menganugerahkan StoS Award untuk film dokumenter terbaik,” imbuh Ferdinand. [nyimas]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.




