Puisi untuk Gempa Padang dari Tiga Negeri Melayu
Diposting: Rabu, 17 Februari 2010 / 08:20:49 | Oleh: annida | Kategori: Berita Umum
Halaman ini diakses sebanyak: 156 kali
Rating: 0
Annida-Online--Gempa 7, 6 SR di
Padang, Sumatera barat (Sumbar) beberapa waktu lalu masih menyisakan duka. Simpati
atas musibah tersebut bisa berupa apa saja, pun buku puisi yang semua
rolyaltinya didedikasikan bagi korban gempa. Seperti yang dilakukan 25 penyair
dari tiga Negara, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Mereka menghimpun
karya-karyanya dengan enam buku himpunan puisi Padang 7, 6 Skala Richter, Suara-Suara
Nurani dan Kalbu, Suara-Suara Adam, Genevieve, Kandelar, dan Jejak Para
Kaul I dan II.
Buku-buku tersebut baru saja di-launching di kafe Newseum,
Jakarta Pusat, Sabtu (13/02) lalu. Uniknya, pembeli buku ini tidak akan
mendapatkannya di toko buku yang ada. Penerbitnya Bisnis2030 hanya menjual
secara online melalui toko online bookoopedia.com. Penyair-penyair yang
berkontribusi memberikan puisinya aktif menulis di berbagai media massa dan
blog yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Misalnya Alif Rizky
Ramadhani, lelaki asal Banjarmasin yang di dunia maya memakai nama Al If Shine ini
menuliskan tujuh puisi mengenang gempa Padang. Puisi-puisinya “Pikir”, “Renung”,
“(Tiada) Kabar”, “Kamu, Semu”, “Pertiwi, Hujan Kawan Penantian”, dan “hampa” terdapat dalam buku Jejak Para Kaul 1.
“Saya menulisnya berdasarkan kisah gempa padang, juga
dampak-dampak musibah tersebut bagi negeri ini, bagi manusia secara keseluruhan.
Alhamdulillah senang banget, karena tidak bisa membantu secara langsung untuk
saudara yang terkena musibah, maka inilah yang saya punya,” ujar Al yang datang
ke Jakarta jauh-jauh dari Banjarmasin khusus menghadiri launching buku
dan menemui teman-teman penulis lainnya.
Selain Al, beberapa lainnya adalah Yusuf Asni, Zen Mehboob, Yoen Aulina
Casyim, Candra Malik, Harsandi Nugraha, Abu Rayhan, Delima De wilder Sri, Elmi,
Abdul Hadi Muhammad,Radyas Galuh Angger Mahesha,Aurasinai,Rudi Syahfriansyah,
dan penulis lainnya. “Kami penulis tidak mendapatkan fee apa-apa, karena kami
kerja ikhlas. Ini buat saudara kami yang sedang dicintai-Nya di sana,” pungkas
Al. [Elzam]
Lampiran movie tidak tersedia.
Belum ada Komentar pada posting ini. Jadilah komentator pertama.
Anda harus login dulu untuk posting komentar.





